Jangan pernah menyerah….

News kemaren… komedian Taufik Savalas meninggal dunia hari Rabu, 11 Juni 2007 jam 22.00 di jalan Yogyakarta – Purworejo, karena ditabrak truk pengaduk semen… Katanya supir truknya ngantuk, dan rem truk pengaduk semennya blong…

Kejadian ini mengingatkan masa2 kuliah di Yogya..
Dimana kalo lebaran Idul Fitri or Idul Adha Tati gak pulang ke Pekanbaru, maka Tati akan ke Bandung…
Kereta api yang nyaman dan berangkat malam dari Yogya ke Bandung adalah Turangga, berangkatnya sekitar jam 24-an… Nah nyampe Bandungnya seringkali jam 7an pagi…, jadi gak bakal kekejar buat ikutan sholat Idul Fitri or Idul Adha…
So…, biasanya kalo mau lebaran di Bandung Tati lebih milih naik bus..
Tapi masya Allah ngerinya…. Yang bisa Tati lakukan hanyalah naik ke bus.., berdoa menyerahkan hidup pada Sang Pemilik Kehidupan, lalu memejamkan mata untuk tidur…

System transportasi kita yang high risk …, gak di darat, laut maupun udara merupakan gambaran ketidakseriusan kita melakukan banyak hal… tidak hanya dalam penanganan transportasi..

Tanpa bermaksud membela diri dan menunjuk hidung orang lain..
Di lingkungan kerja, kita sering kali menemukan orang-orang yang tidak serius dalam bekerja…, orang2 yang melepaskan tanggung jawabnya… tanpa perduli siapa yang harus menyelesaikannya..
Sikap mereka sehari, dua hari, sebulan, dua bulan, tidak berpengaruh terhadap rekan2 yang serius dalam bekerja… Tapi kalau sudah bertahun2…., energi orang-orang yang serius bekerja pun akan terkuras hanya untuk bersabar dan bersabar…

Di sisi lain, punishment and reward system yang tidak berjalan sebagaimana mestinya semakin menguras energi orang-orang yang serius bekerja…
Maka ketika cadangan energi itu nyaris kandas…, apalagi yang bisa dilakukan…??? Bagaimana hasil pekerjaannya…?
Jika di awal2 pekerjaan masih dapat dilakukan dengan mengerahkan segala daya, dan dengan hasil yang tidak sempurna…
Maka ketika cadangan energi telah nyaris habis, apa yang bisa dilakukan …? Bagaimana hasilnya ? Entahlah…

Padahal masih ada mimpi2 indah tentang apa yang bisa dilakukan… meski semakin lama mimpi itu kian jarang datang… dan kian pupus…
Tapi selalu ada nyala kecil dalam hati yang berkata… “Jangan pernah menyerah…
Kalaupun harus istirahat sesaat.., istirahatlah…
Kalaupun terkadang air mata tak dapat dibendung.., menangislah …
Tapi jangan pernah menyerah…, mungkin dengan mempunyai kehidupan lain sebagai penyeimbang akan membuat kita bisa lebih kuat dalam menghadapi keadaan…”***

House 4 Sale

The sign went up one rainy morning
Just a couple of hours after dawn
Mrs. Hadley peaked out through her curtains
Wondering what was going on

The neighbours said over coffee cups
That nice young couple is breaking up

And in the living room the linen and the crystals
Sit all packed and set to go
I tell myself once more I won’t be here in spring
To see my roses grow
And all the things you tried to fix
The roof still leaks, the door still sticks

House for sale
You can read it on the sign
House for sale
It was yours and it was mine
And tomorrow some strangers
Will be climbing up the stairs
To the bedroom filled with memories
The one we used to share

I know you’ve always loved that painting
From that funny little shop in Spain
Remember how we found it when we ducked in
From that sudden summer rain
But I think I’ll keep the silver tray
My mother gave us on our wedding day

House for sale
You can read it on the sign
House for saleIt was yours and it was mine
And tomorrow some strangers
Will be climbing up the stairs
To the bedroom filled with memories
The one we used to share

House for sale
You can read it on the sign
House for sale
It was yours and it was mine
And tomorrow some strangers
Will be climbing up the stairs
To the bedroom filled with memories
The one we used to share

House for sale
You can read it on the sign
House for sale
It was yours and it was mine
And tomorrow some strangers
Will be climbing up the stairs
To the bedroom filled with memories
The one we used to share

House for sale
You can read it on the sign
House for sale, oho
It was yours and it was mine
And tomorrow some strangers
Will be climbing up the stairs
To the bedroom filled with memories
The one we used to share

By : Luciffer

FOR… DP

Sahabat…, lagu lawas ini bergema di pikiranku kala mendengar kabar tentangmu…
Kala aku mendengar kabar keruntuhan istana kehidupanmu…
Kala kumendengar rumah indahmu akan segera dijual…

Aku mengerti kalau kamu belum mengatakan apa2 padaku…
Aku mengerti kalau kau menunda mengucapkan selamat tinggal padaku…
Tetapi aku tak mengerti apa yang terjadi, sahabat….

Bagiku, kau adalah perempuan yang hebat…
Kau cerdas, berpendidikan tinggi, punya attitude yang sangat baik..
Kau juga sangat dewasa dan bijak, bahkan terkadang kau bagai kakak bagiku.., tempat aku bercerita, berkeluh kesah tentang masalah2ku.., tempat aku berbagi tawa…
Kau juga physically cantik, dan mampu menjaga dirimu sehingga terlihat seperti berusia 20an meski sudah punya dua anak remaja…
Kau juga ibu yang baik buat kedua buah hatimu…, sehingga mereka jadi anak2 yang manis dan berprestasi…
Kau juga homemaker yang luar biasa…, rumahmu indah, rapi bersih dan terawat…
For me, You’re look perfect…, Sahabat.
Aku tak mengerti.. mengapa dengan segala kelebihanmu, dengan segala jerih payahmu yang luar biasa itu…, kau tak juga bisa mempertahankan istana kehidupan bagi dirimu dan anak-anakmu..
Apa yang terjadi sahabat…?

Tapi Sahabat, apa pun yang terjadi… kau akan tetap jadi sahabatku…., meski jarak akan memisahkan kita…
Sahabat…, semoga hidupmu akan lebih indah setelah segala hiruk pikuk ini…
Semoga anak2mu menjadi anak2 yang kuat dan bisa menghadapi tantangan hidup mereka…

Satu hal…, kamu yakin kan, kalau semua ini ada hikmahnya…?
Kamu yakin kan, bahwa ada sesuatu yang lebih indah menunggu di depan sana..?
Seperti lyrics “Why Worry” yang pernah kita bicarakan,
“THERE SHOULD BE SUNSHINE AFTER RAIN”***