Polonia…

Perjalanan Tati belum belum sebanyak teman2, Tati yakin teman-teman lain lebih jauh jalannya.. Tapi Tati ingin berbagi pengalaman yang agak tidak nyaman saat bepergian.

Bepergian ke beberapa daerah membuat kita harus melewati bandara atau pelabuhan yang menjadi pintu gerbang suatu daerah.. Dari perjalanan yang belum seberapa di negeri kita ini, Tati tuh merasa bagian keberangkatan dalam negeri bandara Polonia merupakan salah satu bandara yang gak nyaman bagi penggunanya…

Tati pernah merasakan antrian yang panjang saat mau check-in di Bandara Sultan Hassanuddin-Makassar. Itu disebabkan karena ruang bandara yang terbatas sedangkan jumlah penumpangnya banyak. Tapi buat Tati itu masih bisa diterima karena pelayanan petugas di counter check in gak terlalu lelet.

Tapi pelayanan di bandara Polonia…? Ampuuunnnn deehh….

Tati udah gak bisa ingat berapa kali memanfaatkan bandara ini, karena saat masih bocah Tati hampir tiap bulan bulak balik Pekanbaru-Medan.  Ada suatu masa Tati tuh berada 2 minggu di Medan, 2 minggu di Pekanbaru karena mengikuti ibu.  Bahkan di usia belia (sejak SD kelas 2 kali yaa..) Tati tuh sering banget bulak balik Pekanbaru-Medan tanpa ditemani orang dewasa dalam keluarga, hanya dititip pramugari.  Jadi bandara ini rasanya gak asing buat Tati.

Saat masih bocah, ke-crowded-an bandara ini gak terasa bagi Tati.  Mungkin karena urusan check-in selalu diurus oleh keluarga yang ngantar ke bandara kali yaa, atau mungkin juga karena pengguna jasa penerbangan belum sebanyak sekarang.  Tapi beberapa tahun terakhir ini ke-crowded-an bandara Polonia rasanya menyebalkan…

Dulu saat masih bandara belum terbakar, begitu kita datang bandara ini rasanya terlalu kecil buat konsumennya yang buanyak banget… Ya orang yang berangkat maupun yang nganter… Begitu kita masuk ke check-in area, kita akan menemukan suasana yang crowded banget… Lalu saat kita mencoba untuk check-in…. kita akan merasakan sesak di dada… Kenapa begitu ? Karena pelayanan orang-orang yang bertugas di counter check-in lelet…, sangat lelet… Akibatnya para calon penumpang harus bersabar menanti giliran untuk diladeni. Sialnya orang-orang di sini seperti gak kenal dengan yang namanya ngantri…, belum lagi para porter dan calo yang bisa menafikan orang-orang yang sudah mencoba untuk mengantri dalam barisan yang panjang.. Dan lebih sialnya lagi, para petugas di counter check-in meladeni para calo dan porter tersebut… Tinggal lah orang-orang yang mengantri harus semakin bersabar dan berlapang dada…

Setelah bandara terbakar dan ruang keberangkatan baru sedang dibangun beberapa waktu yang lalu, keadaan semakin carut marut.. Petugas membatasi calon penumpang yang mau masuk ke check-in area hanya dalam waktu yang terbatas menjelang boarding. Katanya siyy karena kapasitas ruang keberangkatan terbatas. Akibatnya kita jadi makin gak nyaman, karena waktu untuk check-in jadi lebih pendek sementara proses check-in tetap aja lambat.

Rasanya tulisan WE APOLOGIZE FOR THE INCONVENIENT yang dibuat pengelola bandara dalam ukuran besar di partisi yang membatasi ruang keberangkatan dengan area yang sedang dibangun, hanya memohon maaf dari ketidaknyamanan fisik bangunan. Dari segi pelayan, rasanya enggak.. Kenapa Tati bilang begitu…? Karena pengelola Bandara hanya membangun fisik ruang kedatangan. Area check-in memang menjadi lebih besar dan lega (plafond jadi lebih tinggi) tapi fasilitas tetap terbatas dan pelayanan petugas counter tetap acak-adut.

Hal ini tati rasakan saat mengantar rombongan Papi David ketika akan kembali ke Samarinda beberapa waktu yang lalu, dan juga saat Tati akan pulang ke Pekanbaru sehari kemudian. Fasilitas tempat duduk di luar area check-in sangat terbatas, sementara calon penumpang membeludak, sehingga para kurcaci yang cilik-cilik yang sedang menunggu Papi David check-in tidak bisa menunggu dengan nyaman.. Lalu jangan tanya berapa lama waktu yang dibutuhkan buat check-in.. Begitu juga yang Tati alami, petugas check-in yang lelet, potter dan calo yang berseliweran tetap saja…. Sayang rasanya peningkatan fisik bangunan tidak diiringi oleh peningkatan pelayanan dan ketertiban. Mana di waiting room juga tidak tersedia caffee, resto dan bookstore yang bisa menjadi fasilitas bagi calon penumpang menunggu saat boarding. Kapan kah bandara Polonia bisa senyaman bandara Adi Sucipto, Yogyakarta..?

Para kurcaci, anggota rombongan Papi David di bandara Polonia ketika menunggu Papi David check-in saat mau pulang ke Samarinda dan Surabaya. Keterbatasan tempat duduk, lingkungan yang sumpek membuat rombongan mencoba mencari alternatif tempat menunggu. Kita rencananya ingin duduk-duduk di counter Dunkin’ Donuts, tapi penuh.. Setelah ada meja yang kosong, ternyata di situ asap rokoknya luar biasa… Dari pada berdampak buruk bagi kesehatan anak-anak, terutama Ajere yang baru berusia 3 bulan, terpaksa lebih milih duduk di selasaran..

Mudah2an tulisan ini bisa jadi masukan buat pengelola bandara Polonia dan bandara-bandara lain ya..

2 thoughts on “Polonia…

  1. bandara terutama bandara international itu adalah the gate of the country…..buat saya yang paling representative adalah toilet di bandara…..bila toiletnya jorog…ya udah deh pasti mewakilkan masyarakat negara atopun daerah itu juga jorog……*tiba-tiba jadi sedih kalo inget toilet di bandara sukarno hatta*😦

    Toilet di Changi, selalu bersih, sayang ga pernah ada showernya, ihh pake tissue tetep aja ga enak rasanya…..*loh ngeblog ttg toilet kok di blog orang?* hehehehe maap….

    —————
    Sondha : Hmmm.. menurut saya klo si Bandara Sukarno Hatta tuh toiletnya emang udah gak seapik dulu.. Apalagi ruang sholat di tiap-tiap gate… Masya Alloh, sempit dan sesak… Kalo soal toilet dan tempat sholat di Polonia masiyy lumayan, mungkin karena masih baru..

  2. Wah jangan harap lah kak polonia itu bakal beres. Pokoknya klo da mo check in, musti kejem2an rebutan ama porter bandara. Klo dah gt biasanya aq suka males ngantri, mending kasih porter aja biar dia yg rebutan disitu.

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s