Ke Semarang Tanpa Rencana (2)

Tanggal 6 Juni 2008, pagi2 sekali sebelum azan subuh Tati udah bangun.. Karena malam sebelumnya, sebelum tidur, Ibu Suhaimi udah bilang kita akan berangkat dari Semarang untuk balik ke Yogya setelah subuh.. Meski hari sebelumnya cukup melelahkan, alhamdulillah saat bangun tubuh terasa segar… Setelah mandi dan sarapan plus ngobrol2 dengan kak Tuti dan keluarga, sekitar jam 06.30 Tati dan Ibu Suhaimi meninggalkan rumah kak Tuti di kawasan Bukit Manyaran. Kita sempat ngantarin Akbar, anak bungsu kak Tuti, ke sekolah dulu sebelum kita berangkat…

Ibu sengaja ngajak Tati lewat kota, gak lewat tol, supaya Tati sempat liat2 kota dulu… Gak lama berjalan kita ngeliat Sam Poo Kong, sebuah kelenteng tua yang sudah menjadi cagar budaya. Karena kita ke situ pagi banget, jam 07-an, kompleks kelenteng masih sepi, sehingga kita bisa muter2 ke segala penjuru kompleks dengan santai.. Tapi tetap aja kita gak boleh masuk ke area sembayang.

Puas muter-muter kelenteng, melihat beratus-ratus lampion merah yang tersusun indah di plafon klenteng, Tati dan ibu Suhaimi melanjutkan perjalanan..

Sampai di kawasan kota yang tinggi, di daerah Gombel, kalo gak salah, Tati ngeliat pohon yang besar dihinggapi banyak burung. Kayaknya burung kunthul putih, seperti yang pernah Tati lihat di Pulau Rambut sekian belas tahun yang lalu.. Pohon ini terletak di tepi pagar bagian dalam kantor Kodam V Diponegoro, lagi-lagi kalo gak salah… Bagus banget…, asri. Semoga masyarakat Kota Semarang bisa mempertahankan kondisi lingkungannya sehingga para burung tersebut tetap mau singgah di sana..

Setelah sampai di pinggran Kota Semarang, Ibu Suhaimi menyuruh Tati belok kanan. Ibu ternyata pengen pulang ke Yogya lewat daerah Bandungan, bukan lewat Ambarawa seperti waktu kita pergi. Tati mah hayuh aja.. Namanya juga jalan2…

Jalan ke arah Bandungan ternyata kecil, hanya cukup 2 mobil berpapasan, dan benar-benar naik turun, dengan tanjakan yang dominan. Udaranya keliatan bersih, Tati lalu mematikan AC mobil dan menurunkan kaca-kaca jendela mobil. Hmmmmm…, udaranya beneran sejuuukkkk… Di daerah Bandungan yang banyak villa, dan hotel2 kecil, kita akan menemukan banyak tukang bunga di sepanjang jalan, menambah asri… Pengen rasanya bela beli bunga…, tapi mikirin gimana bawa pulangnya ke Pekanbaru membuat keinginan turun ke titik nol.. Belum lagi mikirin kemungkinan tanaman gunung yang indah-indah ini akan juga indah di Pekanbaru yang puaannnaass… Hehehe.. So Tati memutuskan untuk menikmati aja pemandangan yang indah, dengan memperlambat kecepatan mobil…

Setelah menikmati deretan tukang-tukang bunga, ibu Suhaimi menyuruh Tati menghentikan mobil di depan deretan warung-warung yang berjejer di pinggir jalan.. Ternyata oh ternyata Ibu ngajak Tati menikmati tahu goreng serasi khas Bandungan.. Ibu memesan sebungkus tahu (10 buah dipotong 2 diagonal, sehingga menjadi 20 potong) dan 2 gelas susu kedelai. Kita lalu duduk di lesehan yang disediakan tukang tahu, menunggu tahu digoreng dan dihidangkan…

Begitu tahu dihidangkan…, Tati dan Ibu langsung menyerbu dan mencocol tahu dengan kecap yang dikasi cabe rawit… Rasa tahunya lembuuuttt banget… Dipadu dengan sambel kecap yang manis dan pedaaaasss….., hmmmmmm.. enak banget…!! Asli..!! Gak terasa, Tati dan Ibu hanya menyisakan sekitar 4 potong dari 20 potong yang dipesan. Hehehe.. Susu kedelai-nya juga segar…, apalagi gulanya benar-benar ala kadarnya… Jadi gak manis-manis banget.. Pas dengan maunya Tati..

Puas menikmati tahu dan susu kedelai, kami melanjutkan perjalanan.. Jalannya masih bergelombang… Tiba-tiba, Subhanallah…. Tati melihat pemandangan yang luar biasa indah…. Pemandangan apa…?

Pemandangan gunung dan kebun-kebun sayur membentang… Pemandangannya terus begitu sampai kami mendekati daerah Secang

Mendekati Secang, pemandangan berganti, gunung dengan padi menguning di latar depan memenuhi pandangan mata.. Dalam hati Tati berkata, “Mimpi apa ya, kok di perjalanan dengan tujuan kerja Tati malah dapat kesempatan travelling, menikmati pemandangan indah, makanan-makanan yang nikmat dan suasana kekeluargaan. Rezeki yang luar biasa rasanya….”. Rezeki, memang gak terduga… Hanya Alloh yang tahu kapan rezeki itu datang pada kita…

Dari jalan yang kecil, kami masuk kembali ke jalan besar di daerah Secang, lalu masuk ke daerah Magelang, Sleman dan sampai di Yogya sekitar jam 13-an. Sebelum masuk Sleman, Tati dan Ibu sempat makan siang dulu di Sari Nikmat.

Begitu sampai di rumah, Tati langsung packing barang, mandi, lalu membesuk seorang kenalan yang sedang dirawat di RS. Sardjito. Jam 15.30 Tati pamit dengan Ibu Suhaimi, lalu bergerak menuju bandara Adi Sutjipto. Menurut schedul jam 17.10 pesawat yang akan membawa Tati ke Jakarta akan berangkat. Lalu jam 18.30 Tati akan melanjutkan penerbangan ke Pekanbaru.

Akhirnya, pada hari yang sama, jam 20.30 Tati udah menginjakkan kaki di Pekanbaru. Alhamdulillah. Hari yang luar biasa… A short travelling yang indah dan sangat menyenangkan… Terima kasih sudah mengajak Sondha ke Semarang, ya Bu… Perjalanan yang tidak terencana, namun benar2 menyenangkan.. Seperti oase di tengah padang pasir, membawa kesejukan ke hari-hari Tati yang penuh dengan aktifitas yang kadang melelahkan hati. Alhamdulillah ya Alloh…

Tati jadi ingat pesan Ibu Suhaimi sebelum Tati pulang… “Datang lah lagi ‘Ndha. Supaya kita bisa ke Pekalongan.. Sondha akan senang sekali bisa jalan-jalan dan nyetir sendiri ke sana.. “ Mauuuuuuu, Ibu… Mauuu… Semoga kesempatan itu segera datang, ya…

3 thoughts on “Ke Semarang Tanpa Rencana (2)

  1. salam kenal juga,..

    enak yah, liburan tanpa rencana ,.. trus langsung jalan aja gitu… kita aja kadang udah rencana, tau2 malah nggak jadi
    emang semua tuh udah ada yg ngatur yah mbak..

    Sondha : Yuup… Emang seringnya gitu.. Udah direncanain, ada aja yang bikin gak jadi.. Begitu gak direncanain… Eh, lancar aja… Hehehe.

  2. setuju sama fitra, kok ceritanya jalan2 terus.
    di medan kan ada klenteng yg keren banged itu, yg deket kantor walikota. sudah pernah masuk ke situ kak shonda?

    Sondha :
    Sebenarnya siyy gak niat jalan2, tapi ada kerjaan.. Eh terus ada tawaran jalan2, ya jalan2 deeh.. Sambil menyelam minum bir, gitu.. Hehehe..
    Kelenteng dekat kantor walikota Medan? Malah belum tuhh… Habis kalo di Medan kan kemana2 ada buntutnya, si nona cilik Ananda.. Kalo sama dia kan maunya ke Mall aja.. Jadi ya Wowo-nya ngikutin maunya dia aja deehh..

  3. Wah jalan2 mulu nih si ibu satu ini….enaknyaaaaaaaaaaa…..

    Sondha : Namanya juga Tukang Jalan, mbak… Ya maunya jalan melulu…. Hehehe..

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s