Lafaz Cinta…

Hari minggu kemaren Tati habiskan di rumah, leyeh2 sepanjang hari di tempat tidur sembari baca buku. Nikmat banget rasanya setelah bersibuk-sibuk sepanjang minggu… Buku apa siyy yang dibaca..? Judulnya LAFAZ CINTA, karangan Sinta Yudisia dan diterbitkan oleh Penerbit Mizania, yang cetakan pertamanya dirilis tahun Juli 2007. Yang Tati baca siyy cetakan keempat yang dirilis April 2008.

Buku ini Tati temukan di sebuah rak di toko buku kecil di pojokan basement di Mall Seraya Pekanbaru. Waktu itu Tati habis nonton Naga Bonar. Saat menuju parkiran mobil di basement, Venny ngajak singgah di toko buku buat nyari komik Jepang kesukaannya plus tabloid pesanan mamanya. Saat nungguin Venny, Tati nyusurin rak-rak buku yang gak banyak dan tersusun rapat, daaannnnn ngeliat buku ini..

Tati belum pernah baca hasil karya Sinta Yudisia sebelumnya. Apa yang bikin Tati memilih buku ini..? Karena buku dari sampulnya menggambarkan perjalanan cinta yang religius dengan mengambil 2 kota sebagai setting cerita : Makkah dan Groningen.

Buku ini ternyata bercerita tentang perjalanan Seyla, gadis berusia sekitar 22 tahun berdarah jawa. Seyla kehilangan kekasihnya, Zen, yang mengikuti keinginan orang tuanya untuk dijodohkan dengan Lila. Padahal beberapa waktu sebelumnya, dalam perjalanan umrah Seyla berdoa agar hubungannya denga Zen dapat abadi.

Putus cinta dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa Zen lebih memilih Lila yang tidak lebih “cantik & keren” dari dirinya, Seyla memutuskan untuk meninggalkan kuliahnya di Indonesia, lalu mengambil kuliah di bidang seni dan tinggal dengan tantenya yang bekerja sebagai staff kedutaan Indonesia di Belanda, yang menetap di Groningen. Dalam perjalanan kehidupannya di Groningen, Seyla berkenalan dengan Saule, mahasiswi muslim berkebangsaan Chechnya, korban perang.

Saule yang sebaya dengan Seyla membawa Seyla ke “dunia yang lain”. Dunia yang tidak hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga berpikir tentang manusia-manusia di belahan dunia lain yang telah menjadi korban perang. Saule mengadopsi 3 orang anak Chechnya yang juga korban perang, dan karena tidak diizinkan mengadopsi anak dengan status lajang, Saule menikahi Kareem, yang juga berkebangsaan Chechnya. Dalam jalinan persahabatannya dengan Saule, Seyla bisa melihat sebuah cinta yang luar biasa yang menjadi dasar perkawinan Saule dan Kareem. Saule juga mengingatkan Seyla untuk kembali mempelajari Al Quraan sebagai tuntunan hidup.

Buku ini memberikan gambaran yang cukup detil tentang kota Makkah Al Mukarommah dan kota Madinah. Pemaparannya cukup indah hingga bisa menggugah hati pembacanya untuk menguatkan niat berkunjung ke sana. Buku ini juga membawa kita ke tataran berpikir tentang umat Islam sebagai suatu komunitas internasional melalui de Gromiest, suatu organisasi komunitas Islam yang anggotanya berasal dari berbagai negara.

Buku ini memang belum membuat hati seterpana ketika membaca Ayat Ayat Cinta. Tapi buku ini layak dibaca. Sangat layak dibaca untuk mengobarkan rasa rindu akan Makkah dan Madinah, untuk membangun solidaritas bagi bangsa-bangsa lain yang sedang menjadi korban kekerasan yang dilakukan bangsa lain.

 

One thought on “Lafaz Cinta…

  1. Aku sebenernya sama sekali tidak terpana dengan alur cerita ayat-ayat cinta….kecuali untuk soal setting kota kairo yang digambarkan sangat persuasif untuk dikunjungi…..tapi kaya nya buku ini lebih menarik deh……hahahah….Kak kaya nya review mu tentang buku ini sudah menggugah seleraku…..pasti aku beli deh kalo gitu minggu depan. Thanks ya!

    Ohya, udah baca the Runner Kite sama Splendid thousand suns. – khaled hosaeni…..wah bagus dweh!🙂


    Sondha :
    Ok. Nanti ta cari bukunya… Tapi saya sedang berjuang untuk menyelesaikan Salwa, My Paliestine. Udah dimulai beberapa bulan yang lalu, belum juga kelar

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s