Gempa………………!!!!

Rabu sore, 12 September 2007 sekitar jam 18.10 waktu Pekanbaru.. Tati lagi duduk di bed, ngutak ngatik laptop sembari nonton Soleha… Tiba2 rasanya tempat tidur bergetar… Tati mikirnya, jangan2 ada yang salah dengan tubuh Tati… Tapi, getarannya makin kuat… Tati lalu diam sejenak… dan getaran itu terasa makin kuat… Iya…, ini pasti gempa….!!! Tati langsung lari keluar rumah… Di luar terlihat Mama Chyntya, Chyntya dan Dasdo yang pake handuk juga lari keluar rumah.. Lalu tetangga2 lain juga berhamburan dari rumah… Kita tetap berada di luar rumah sampai waktu sholat Maghrib tiba..

Ternyata pusat gempa berada di kedalaman 10 km Samudera Indonesia di barat wilayah Bengkulu dengan kekuatan gempa lebih dari 7 skala Richter, dan diprediksi dapat menyebabkan tsunami.

Kalo gak salah baca di majalah Tempo beberapa waktu yang lalu, katanya kita memang sedang berada di suatu periode yang merupakan bagian dari siklus gempa yang ratusan tahun. Kayaknya memang sudah waktunya Pemerintah membuat Peta Mitigasi dan Alert Warning System yang akurat, serta mensosialisasikannya kepada masyarakat, sehingga korban jiwa dan harta bisa diminimalisir…

Di Pekanbaru, gempa kali ini kalo gak salah sudah kejadian yang keempat di tahun ini…. Karena kita adalah daerah dengan landform dataran alluvial, gempa yang dirasakan di sini biasanya efek getaran di daerah lain… Tapi masyarakat di sini sebenarnya punya kecemasan tersendiri akan sumber bencana… Yaitu, amblasnya tanah di daerah sini karena adanya eksploitasi minyak bumi selama puluhan tahun. Kecemasan ini muncul karena memang kita gak ngerti teknologi yang digunakan dalam proses ekploitasi. Mudah2an eksploitasi tersebut tidak membentu rongga kosong di bawah bumi Lancang Kuning ini..

Kejadian gempa yang benar2 mengejutkan di Pekanbaru terjadi di sekitar bulan Februari 2007. Kejadiannya siang.. , saat masyarakat sedang melakukan berbagai aktifitas. Tati lagi di kantor di lantai 2, dan sedang mengikuti rapat pembahasan usulan anggaran tahun depan… Tiba2 lantai bergetar… Peserta rapat yang puluhan orang segera menghambur.. juga peserta rapat dari ruangan lain… Tangga2 mendadak penuh dengan orang2 yang panik.. Takut keinjak sama orang2 yang berebut turun…, instink Tati menyuruh Tati mengambil posisi berdiri di antara 2 kolom bangunan… Entah benar entah tidak posisi yang Tati ambil itu… Ternyata itu efek gempa yang terjadi di daerah Sumatera Barat… Sepanjang hari ini terjadi beberapa gempa susulan…

Yang mengharukan, setelah gempa yang pertama dan sinyal telpon sudah kembali stabil, Tati menelpon Papa yang telah berada di airport Polonia dengan Tante Po untuk berangkat ke Penang mau operasi prostate. Selama ngobrol sama Papa, Tati gak cerita apa2 soal gempa (gak mau bkin cemas Papa, lagi!). Ternyata Papa setelah berada di Penang ngeliat berita tersebut di televisi Malaysia, juga baca berita di koran2 sana. Papa jadi cemas. Beliau mencoba menghubungi Tati, tapi gak bisa nyambung karena nomor GSM Tati sedang bermasalah dan nomor CDMA gak bisa dihubungi. Siapa aja yang nelpon Papa (Bang Rio, Papi David, dan Mama Nhoya), disuruh menghubungi Tati. Waktu Tati akhirnya nelpon Papa, Papa tuh nangis karena merasa lega karena Tati baik2 saja. Papa tuh sudah cemas sekali, karena gak berkomunikasi dengan Tati berhari2… Maaf ya Pa, udah membuat Papa cemas..***

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s