Kembali ke Pogung, Kembali ke Jl. Kaliurang…

Kembali ke Yogya berdua dengan seorang senior (laki2), membuat Tati memutuskan untuk nginap di rumah ibu Suhaimi, mantan ibu kost waktu kuliah di Yogya. Rumah ibu berada di daerah Pogung, sekitar 500 meter dari jl. Kaliurang. Kenapa nginap di rumah Ibu? Kan ada jatah akomodasi dari kantor? Tati Rasanya lebih nyaman aja.. Karena sampe umur segini, Tati merasa gak nyaman kalo mesti nginap sendiri di hotel. Pernah siyy beberapa kali harus nginap sendiri di hotel di luar kota, honestly rasanya gak enak banget.. Ada rasa was-was menyelinap di hati…

Sebaliknya ibu Suhaimi juga senang banget Tati datang dan nginap, karena rumah jadi rame. Ibu jadi ada kawannya.. Hehehe. Ibu malah minta anterin Tati ke rumah anaknya di Semarang, so Tati nge-delay pulang sehari, dari kamis sore ke jum’at sore.

Rumah ibu Suhaimi, gak terlalu banyak berubah. Ada siyy beberapa bagian yang direhab. Paviliun yang dulunya kamar Tati yang tadinya berlay-oot kayak huruf U, sekarang jadi persegi panjang. Rumah induk juga ada yang dirubah.

Tati gak nginap di eks kamar Tati, tapi di kamar di rumah induk. Honestly beberapa hari di rumah Ibu rasanya senang banget.. Ada teman ngobrol.. Karena kalo malam, Tati sengaja ngutak ngatik lap top di ruang keluarga sambil duduk-duduk dan ngobrol dengan ibu. Terus, menjelang jam makan Tati lebih senang bawa lauk pulang, lalu makan sembari ngobrol dengan ibu. It has made me feel like I’m at home, setelah bertahun2 tinggal sendirian di Pekanbaru..

Daerah Pogung dan jalan Kaliurang banyak berubah.. Jadi makin rame dan meriah dengan warna2 toko, billboard dan entah apa lagi.. Kesannya kota banget, kesan Yogya yang punya sisi tradisionil nyaris tak tersisa.. Beda dengan situasi 7 tahun yang lalu saat Tati meninggalkan daerah ini. Tapi saat menyusuri Jl. Kaliurang ke arah selatan, rasanya Tati bisa melihat kembali hari2 10 tahun yang lalu, hari-hari dimana Tati jalan kaki pagi2 menyusuri trotoar sisi barat jalan itu dari tempat kost di Pojokan Pandega Siwi menuju kampus Geografi. Rasanya Tati masih bisa melihat si nona cuek berjalan dengan kemeja gedombrong atau jaket, jeans bluwek, sepatu keds, backpack, ramput diplintir dan dijepit di belakang pake jepit rambut kamar mandi. Hehehe. Rasanya Tati masih bisa merasakan angin pagi menyentuh wajah.. Rasanya Tati masih bisa merasakan keriangan hati saat melangkahkan kaki…

Hmmm rasanya rentang waktu belum terlalu jauh… Rasanya seperti baru beberapa bulan yang lalu… Rasanya Tati masiyy sosok yang sama dengan si nona cuek yang suka jalan sambil melonjak-lonjak.. Dasar gak tau diri, selalu merasa masiyy muda…!! Padahal beberapa spruten udah mulai muncul di wajah.. Beberapa kerutan juga semakin nyata di jidat.. Hehehe..

Tapi.. Yogya buat Tati sudah tidak sama lagi.. Sudah gak ada Mami Uli, yang duluan tinggal di Yogya tapi juga lebih duluan keluar. Sudah gak ada lagi dia, iya dia, sosok yang pernah begitu perhatian, begitu perduli dan sering memberi kejutan. Sudah gak ada lagi Wiwik, Ical, Anna dan teman2 lain.. Di kota ini sudah gak ada lagi mereka yang pernah mengisi hari2 Tati, mengisi hati Tati. Yogya bukan lagi “Yogya Tati” yang dulu lagi… Yes, that’s life… Segalanya akan berubah.. Semua selalu berganti… Semua…, tanpa terkecuali.. So, kita seharusnya mensyukuri, menikmati dan mencintai apa yang ada di kehidupan kita hari ini…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s