Pikiran Lelaki…

Ini cerita tentang sebuah percakapan yang terjadi antara Tati dengan Bang Ipul, salah seorang senior di kantor, saat kita jalan2 malam di Yogya beberapa waktu yang lalu, dan melintasi sebuah TV yang sedang nayangin video clip Rossa “Ayat Ayat Cinta”..

Tati : Saya gak ngerti dengan pikiran laki2, bang…?

Bang Ipul : Kenapa, ‘Ndha?

Tati : Coba abang liat video itu…

Bang Ipul mengamati TV sejenak, lalu berkata : Iya. Kenapa “Ndha?

Tati : Perempuan secantik itu, seindah itu… Udah ngasi anak, lagi… Kok masih bisa suaminya pergi dengan perempuan lain..? Apa siyy pikiran suaminya itu? Apa siyy yang dia cari..? Kurang apa lagi istrinya itu..? Gak ngerti saya dengan pikiran laki2..

Bang Ipul : Rossa itu cantik, tapi dia “cantik” karena sentuhan make up yang luar biasa.. Kalau dia gak pake make-up, mungkin dia gak secantik yang orang2 lihat di panggung, di televisi… Naah.., bisa jadi image tentang Rossa yang ada di pikiran suaminya adalah Rossa yang ada di panggung. Dia gak bisa menerima Rossa tanpa make up, Rossa yang berantakan, Rossa yang pake daster… Apalagi setelah punya anak, biasanya kan perempuan lebih berantakan lagi…

Tati : Busset daah…! Egois banget laki2 kalo pikirannya kayak gitu, Bang ? Bukannya sesuatu yang natural itu jauh lebih indah…? Bukannya perempuan sudah berkorban sangat besar untuk suaminya sehingga mereka bisa mempunyai anak..? Masa itu gak dihargai…? Lagian, emangnya lakinya di rumah gak berantakan juga? Apa lakinya kalo bangun tidur gak berantakan juga? Jangan2 kalo tidur ilernya kemana2 lagi….

Bang Ipul : ‘Ndha, kita bicara bukan dalam konteks berpikir kita yang hidup biasa2 aja.. Ini bisa jadi cara pandang orang2 di dunia seni yang tergila-gila dengan keindahan.. Bisa jadi suaminya Rossa belum bisa menerima Rossa yang sedikit aja kurang dari yang dia lihat di panggung2.

Menurut Abang, itu merupakan salah satu penyebab banyaknya artis bercerai. Mereka memandang pasangan mereka sebagai sosok yang mereka lihat di panggung2, di depan publik.. Mereka terpesona pada sosok pasangan mereka yang “hasil rekayasa industri hiburan”, bukan pribadi aslinya. Mereka gak siap untuk menerima sisi manusiawi pasangannya : yang berantakan di rumah, yang rambutnya awut2an bangun tidur, yang pake daster, yang gak senyum manis 24 jam, yang kadang juteg…

Tati : Ampun, Bang…!! Pusing deeh mikirinnya… Gak ikutan, aahh…!!

Bang Ipul : Hehehe… Gak usah dipikirin ‘Ndha. Masih banyak kok laki2 yang baik di luar sana…

Tati : Mudah2an ya.. Hehehe..

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s