Wakil Rakyat….

Postingan ini, membuat Tati teringat akan pembicaraan beberapa waktu yang lalu dengan seorang senior, yang udah senior banget di dunia kerja baju coklat…

Ceritanya kita lagi ngobrol2 santai… Di tengah percakapan tentang pekerjaan, tiba2 beliau beralih topik tentang kemenangan kader suatu partai dalam pemilihan kepala daerah di suatu provinsi baru-baru ini. Partai itu adalah partai yang umumnya kader2nya adalah orang muda dengan latar belakang intelektual yang agamis.. Ya, kita sebut ajalah namanya partai A. Sebenarnya Tati maupun si senior bukan partisan partai tersebut. Apalagi Tati…, sejauh ini lebih memilih sebagai pekerja professional, belum terpikir untuk terlibat di organisasi politik manapun…

Senior : ‘Ndha.., terus terang saya salut sama kader2 dari partai A..

Tati : Kenapa gitu, pak…?

Senior : Saya melihat tingkah laku mereka, sopan betul, ‘Ndha. Kalau saya ketemu mereka, baik di rapat2 di DPRD tutur kata mereka itu ramah, santun… Luar biasa. Sementara kader2 dari partai B, yang saya aja pernah jadi pengurusnya.., masya Alloh.. Kerjanya bulak balik nelpon… Minta ini minta itu.. Punya duit dari mana saya? Emangnya saya ngerampok di kantor? Sesama kita tau lah berapa betul penghasilan kita sebagai pegawai negeri…

Tati : Ohh, gitu ya Pak?

Senior : Awak (Bahasa Melayu = kamu), macam tak tau aja..!! Sementara kader2 partai A yang duduk di DPRD, mereka itu mobil dinasnya ditinggal di kantor. Mereka tuh dari rumah ke kantor pake mobil pribadi. Nanti sampai di kantor, kalau ada acara kedinasan, baru pake mobil dinas. Luar biasa tak ‘Ndha di zaman begini…? Macam Sahabat2 Nabi.. Kalau ada masalah di masyarakat, mereka cepat turun ‘Ndha. Macam banjir kemaren, mereka stand by di situ.., nginap di posko2 banjir tuh ‘Ndha. Tak di tempat kita aja. Di daerah lain pun begitu saya dengar.

Ada salah satu diantara mereka itu anak teman saya, ‘Ndha. Meski dia udah jadi anggota Dewan, dia kalo ketemu saya di rapat2 kerja tetap aja menyapa saya dengan panggilan Oom yang santun benar. Salut saya ‘Ndha. Mungkin sekarang jumlah mereka masih sedikit di dewan. tapi kalo mereka kayak gitu dan tetap begitu, yakin saya semakin lama akan semakin banyak yang memilih mereka. Partai yang kader2nya suka minta2 uang ke eksekutif, yang gak perduli dengan masyarakat pasti akan ditinggalkan orang pada akhirnya. Yakin saya.

Tati : Mudah2an akan lebih banyak lagi anggota dewan yang santun dan berpikir tentang rakyat, ya Pak. Rakyat udah capek juga rasanya melihat dewan yang aneh2 kelakuannya.

Senior : Iya lah, ‘Ndha. Itu pun membuat kita yang di pemerintahan lebih tenang kerjanya. Tak dikejar2 macam rampok aja…

Percakapakan lalu berpindah topik…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s