Keluarga Batu …..

Sabtu kali ini Tati benar2 seharian di rumah.. Gak kemana2.. Bahkan gak keluar dari rumah sama sekali.. Pengennya istirahat karena lengan dan punggung masih terasa sakit akibat menahan tubuh saat tergelincir di tangga kantor yang curam hari kamis yang lalu.. Iya, gak tau bagaimana di tangga kantor ada ceceran minuman. Pas Tati turun ke lantai 1 (ruang kerja Tati di lantai 3), Tati tergelincir… Rasa takut kepala dan bokong terbanting sehingga berakibat fatal mebuat Tati berusaha bertahan dengan menggenggam erat pinggiran tangga erat2.. Tati sempat tergelincir melewati beberapa anak tangga. Tapi Alhamdulillah, tidak terjadi sesuatu yang lebih buruk.., hanya tangan dan punggung yang terasa nyeri karena tertarik pada saat berusaha bertahan agar tidak meluncur…

Karena badan rasanya masih nyeri, Tati memutuskan enggak keluar rumah… Sarapan? Masih ada beberapa potong roti.. Makan siang? Mengandalkan delivery service lah… apalagi! Terus ngapain di rumah…? Nonton VCD.. Kebetulan ada yang udah dibeli lama, bahkan sebelum bulan ramadhan, tapi belum sempat ditonton.. Judulnya THE FAMILY STONE… alias KELUARGA BATU..

Film ini bercerita tentang perkenalan dan adaptasi sebuah keluarga, the Stone, dengan calon menantu mereka… , Merredith (Sarah Jessica Parker). The Stone Family adalah keluarga yang luar biasa dengan anggota keluarga yang luar biasa : Ayah dan Ibu (Diane Keaton) yang begitu mencintai anak2nya, whoever they are.., Everett (Dermot Mulroney) si sukses yang selalu ingin sempurna, Sussanah si baik hati, Patrick yang gay & tuna grahita serta hidup bersama Phill pasangannya yang Afro-America, Ben yang santai dan baik hati, serta Ammy si bungsu. They’re close to each other, saling melindungi dan menginginkan yang terbaik buat anggota keluarganya… Sementara Merredith orang yang jaim abis2an dan kaku banget… (luar biasa deh kakunya…, dan Parker melakoninya dengan baik banget sampai Tati jadi pengen nge’gaplok si Merredith!!! Hehehe).

Ammy yang sebelumnya pernah bertemu dengan Merredith saat makan malam bersama dengan Everett menceritakan apa pendapatnya tentang Merredith pada anggota keluarga yang lain. So kedatangan Everett dengan Meredith untuk merayakan christmast bersama keluarga Stone ditunggu dengan bisik2 penuh rasa ingin tahu di keluarga Stone. Sementara, Merredith yang sebenarnya baik hati cuma gak pede meski she’s a very successful executive, karena pengen diterima oleh keluarga Stone malah semakin kaku dan serba gak menentu aja jadinya…

Film ini juga menggambarkan tentang pengenalan diri dan pemahaman tentang cinta.. (Because sometimes we think we love somebody, padahal…?). Ini benar2 film yang seru dan sangat layak buat ditonton. Selain karena emang ceritanya asyik dan penuh makna, juga bisa jadi pelajaran buat kita.. Karena kita orang Indonesia, yang ikatan keluarga dan rasa memiliki antar anggota keluarga juga kuat, sering kali sulit menerima seseorang yang kelihatannya berbeda untuk menjadi bahagian keluarga kita…

Mudah2an film ini bisa memberikan kita rasa untuk lebih mengerti orang lain, meski kelihatannya mereka berbeda dengan kita. Bukankah perbedaan justru bisa memperkaya kita..? Bukankan lukisan yang monotone, memberikan kesan nyaman pada awalnya namun sering kali menimbulkan rasa bosan pada saat berikutnya..?***

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s