Life Begin at Fourty…?

Fourty years old…?
Yup…., I am today…

Empat puluh bukan usia yang sedikit… Empat puluh boleh dikatakan suatu fase dimana “siang hari telah lewat dari satu periode kehidupan anak manusia”…

Pagi ini Tati lalui dengan air mata…
Air mata memohon pada Allah agar diberi umur yang barokah, entah berapapun itu, entah panjang entah pendek…
Memohon pada Allah agar memberi Tati hati yang mencintai Allah dan Rasulnya dengan sunguh2, di setiap detik, di setiap helaan nafas…
Memohon pada Allah agar menjaga Tati tidak tersesat, setelah Dia menunjukkan jalan yang diridhoi-Nya..
Memohon pada Allah agar Tati dapat menjadi hamba-Nya yang benar2 hidup di jalan yang dikehendaki-Nya..
Memohon pada Allah agar bila waktunya tiba, Tati menghadap Dia dengan sukacita tanpa rasa sakit dan siksa, melainkan dalam keadaan khusnul khotimah..
Memohon pada Allah agar menjaga keluarga Tati selalu dalam lindungan-Nya..
Memohon pada Allah agar memberi pasangan hidup yang bisa menjadikan rumah tangga sebagai lembaga pendidikan bagi Tati untuk semakin mencintai Allah..
Memohon pada Allah agar berkenan melimpahi rahmat bagi orang tua, abang, kakak, adik, ponakan2 dan para sahabat yang telah begitu mencintai Tati di sepanjang usia ini…
Memohon pada Allah untuk memberkahi orang2 yang telah menorehkan rasa pedih dalam hidup Tati..
Semoga Allah berkenan mengabulkan permohonan Tati..

Airmata saat berbicara pada Papa..
Mengucapkan rasa terima kasih karena beliau telah berkenan memberi Tati kesempatan untuk hidup.. Bisa mencapai usia 40 tahun, bisa menikmati warna2 kehidupan.., yang cerah ceria, yang suram, yang semuanya merupakan proses untuk menjadikan Tati jadi manusia yang utuh.
Dan Papa bilang, Papa bersyukur telah diberi kesempatan melihat anak2 Papa tumbuh dan berkembang menjadi orang2 yang punya pemikiran yang mapan… (Makasih, ya Pa…!!!)

Sayangnya, Tati pagi ini belum sempat bicara dengan Mama, karena Tante Po masih tidur, sehingga hp-nya gak diangkat2. Mama karena masih proses penyembuhan, sulit meraih fix phone di rumah.

Ingat kata2 “Life Begin at fourty”, mungkin ada benarnya..
Menjelang ulang tahun ke-40, dalam games “Menyikat Sepatu” saat ESQ, Tati kebetulan mendapatkan kata “BELAJAR“.
Tati meyakini “kebetulan” adalah suatu metode dari Sang Pemilik Kehidupan untuk mendorong kita masuk ke suatu jalur yang telah ditetapkan-Nya. Sehingga Tati yakin bahwa “BELAJAR” merupakan perintah Allah kepada Tati..
Bila selama ini Tati belajar untuk memperoleh ilmu dunia, belajar untuk menunjang karir, belajar untuk memiliki keterampilan agar dapat menghasilkan sesuatu untuk hidup. Tati memahami perintah “BELAJAR” kali ini adalah perintah untuk belajar mengenal Allah dan Rasul-Nya, belajar mengenai perintah2-Nya, belajar menjadi hamba-Nya yang sholeh dan taat, selain tetap belajar ilmu2 dunia sebagaimana sebelumnya.

Semoga Allah memberkahi langkah Tati.. Semoga Allah berkenan mengabulkan permohonan Tati. Semoga Allah ridho terhadap hidup Tati. Amin Ya Rabbal alamin.

2 thoughts on “Life Begin at Fourty…?

  1. Susan… Ya ingat lah.. Kita kan pasukan penggembira Sosek Angkatan 23.. Hehehe.. Kok bisa mampir ke “rumahku”? Seneng bisa connect dengan teman lama… Jadi pengen posting tentang Sosek dan PKP niyyy…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s