Buka Puasa Bersama…

Sabtu tanggal 6 September, Tati dan tetangga satu lorong di Perumahan Pandau mengadakan acara buka puasa bersama, sekaligus arisan ibu2 bulan Oktober.

Sebenarnya acara makan2 bersama sudah dinginkan oleh para bapak2 sejak beberapa bulan yang lalu… Secara para bapak2 merasa jealous ngeliat para ibu yang tiap awal bulan kumpul2 dan makan2 pada acara arisan. Mana kalo ibu2 arisan, anak2 biasanya ikutan kumpul dan makan, tapi bapak2nya silahkan jaga rumah aja.., atau kumpul2 sesama para bapak di tembok salah satu rumah tapi gak pake makan2…
Kecian dech…..

2 minggu yang lalu, setelah mengunjungi pasangan muda yang baru menikah di lorong, para ibu2 yang meneruskan dengan bincang2 tiba2 punya ide buat mengadakan acara buka bersama yang diadakan pada saat acara arisan bulanan. Kita malam itu juga merundingkan menu yang akan dibuat serta pendanaannya. Setelah melalui proses pematangan…, kita pun melaksanakannya…

Persiapan dimulai sejak pagi.. Dimulai dengan Papa & Mama Naya belanja daging dan tulang untuk dibuat sup.. Lalu jam 07an, Tati beserta Mama Naya dan Mama Chyntya pergi belanja ke Pasar RS yang berjarak sekitar 3 km dari rumah. Selesai belanja, Tati dan Mama Chyntya berangkat ke kota. Kita mau belanja bahan minuman buat buka puasa.. Pulang dari kota, Tati gak tahan lagi, rasanya ngantuuuuuukkkk banget. Sebenarnya sejak nyetir ke kota juga udah mulai ngantuk, cuma ditahan2.. Untung ibu2 lain pengertian dan merelakan Tati buat tidur dulu. Gak sopannya, sangkin ngantuk, jan waker yang disetel untuk membangunkan 30 menit kemudian gak kedengeran. Tati baru bangun setelah tidur 2 jam… Hehehe, dasar kebo..!! Setelah dzuhur, Tati langsung lari ke rumah Mama Naya, rumah yang akan dijadikan lokasi makan2 sekaligus tempat masak, bergabung dengan ibu2 lain. Setelah semua masakan beres, para ibu2 pulang buat bersih2…

Menjelang jam 18an… para bapak, ibu dan anak2 mulai berkumpul di rumah keluarga pak Mail alias Papa Naya.. Begitu adzan magrib terdengar, semua langsung menyerbu makanan dan minuman yang telah terhidang… Ternyata, makanannya pada enak2 banget… Sup tulang dan dagingnya langsung jadi menu favorite, apalagi malam itu cuaca emang dingin banget, setelah hujan lebat dan angin kencang melanda Pekanbaru sore harinya… Para bapak2 dengan malu2 kembali mendekati panci sup sambil cengar cengir dan ngomong “Aduh, kami lagi enggak enak badan, jadi perlu nambah makanan yang hangat lagi niihhh”. Hihihi… Anak2…? Podo…!! Semua pada bulak2 balik ke meja makan tempat semua makanan dihidangkan… Sup tulang, ayam goreng bumbu, ikan asin campur terong digoreng dengan cabe ijo, kelepon, tahu isi, es honey melon.., semua diserbu…. Seru sekaleee… Alhamdulillah, nikmat banget.

Jam 20an, para Bapak2 bubar… ada yang ke mesjid buat tarwehan, ada yang melanjutkan kerjaannya… Ibu2…, ngobrol samapai jam 23an… Ngobrol apa aja sih ? Macam2. Ngerencanain arisan baru (bulan depan adalah arisan terakhir di putaran ini), berbagi info tentang situasi di lingkungan, dll. Tau gak sihhh…, ngobrolnya tuh sambil pada tidur2an di ruang keluarga di rumah Naya.. Bahkan, para anak2 ada yang sampai tidur dan pulangnya digendong… Hehehe..

Mudah2an keakraban semakin kuat di lingkungan kami… Mudah2an kami bisa saling menjaga dan saling peduli. Bukankan tetangga adalah keluarga terdekat kita..? Semoga lingkungan rumah kami menjadi lingkungan yang dirahmati Allah. Amin.***

Ini beberapa pics lagi..

Itu Baik..

Suatu sore Tati nelpon Papi David untuk curhat…, karena siangnya Tati diberitahu oleh seseorang yang penting, bahwa dia mendengar issue adanya dugaan dari orang2 tertentu bahwa Tati diduga telah melakukan “sesuatu yang tidak berkenan”.

Wuuuuppppsss…, Tati kaget…!!! Tapi mau gimana, pihak yang tidak berkenan tidak minta klarifikasi dari Tati. Kan aneh jadinya kalo Tati ujug2 datang dan menjelaskan sesuatu yang tidak pernah dipertanyakan secara langsung. Bisa2 kesannya malah Tati melakukan pembenaran diri..

Sebagai manusia, rasanya wajar bila sesaat ada rasa kecewa dalam diri Tati. Rasanya Tati sudah bertahun2 berusaha melakukan apa yang terbaik yang bisa Tati lakukan, meski kadang kala rasanya berat, terhege2 dan babak belur dalam menjalankannya. Tati juga sadar kadang kala Tati tidak cukup sabar menghadapi tekanan2 dalam menjalaninya.., sehingga sempat tercetus keluhan2. Apalagi sering kali muncul pihak2 tertentu yang berusaha membelokkan konsep2 y ang telah Tati rencanakan, dan seringkali Tati gak mampu menghadapi kekuatan orang2 yang membelokkan tersebut karena orang2 tersebut punya power yang lebih kuat dan Tati malas berantem .. Akibatnya konsep2 yang Tati susun jadi tidak dapat direalisasikan 100%.. Tapi Tati rasaya udah berupaya memberikan yang terbaik dari diri ini, karena rasanya Tati gak pernah mau melakukan segala sesuatu setengah2. Prinsip Tati, kalau udah memutuskan untuk melakukan sesuatu Tati harus all out, kalau tidak jangan dilakukan sama sekali… (Kayaknya orang2 yang pernah dekat atau bekerja sama dengan Tati tau persis sikap Tati yang satu ini)

Tapi prinsipnya sih, Tati pasrah terhadap Allah, Pemilik dan Pengendali semesta alam, Tati pasrah terhadap segala tuduhan itu. Tati yakin, semua ini ada hikmahnya..

Waktu Tati curhat by phone ke Papi David yang hari itu lagi di Samarinda,
Papi nanya : Kakak, udah pernah dengar cerita ITU BAIK?”
Tati : Belum, cerita apa itu?

Papi David lalu bercerita:

Zaman dulu ada seorang raja yang arif dan bijaksana. Dia sangat dicintai rakyatnya karena keluhuran budi pekertinya. Raja tsb punya abdi kepercayaan yang setia dan sangat bijaksana, yang selalu mengatakan “ITU BAIK, PADUKA RAJA” saat diminta pendapat tentang berbagai hal . Dan memang segala sesuatu yang terjadi dan dia komentari baik, menjadi hal2 yang baik bagi si Raja”.

Suatu hari, si Raja mengajak abdi kepercayaannya itu menemani Raja mencoba senjata baru, hadiah dari Raja tetangga. Entah bagaimana, senjata itu mengenai ibu jari tangan kiri si Raja. Akibatnya si Raja harus kehilangan 1 ruas jarinya. Raja lalu berkata pada si abdi kepercayaannya, “Lihat tangan kiriku ini. Bagaimana menurutmu?”. Si abdi kepercayaan menjawab, “PADUKA RAJA, ITU BAIK.”. Sang Raja langsung ngamuk, dan memerintahkan abdi kepercayaanya yang setia dan telah bertahun2 mengabdi itu dimasukkan ke penjara. Itu berlangsung bertahun2., karena Raja tidak berkenan memaafkan si abdi setia, yanng menurutnya mensyukuri kecacatannya.

Suatu hari, sang Raja pergi berburu ke hutan rimba. Malang tak dapat ditolak, sang Raja ditangkap oleh suku primitive kanibal yang menghuni hutan tersebut. Warga suku primitive memutuskan akan menikmati tubuh si raja dalam bentuk sup. Pada saat si raja akan dicemplungkan dalam panci raksasa yang telah berisi air mendidih, juru masak suku primitive memeriksa tubuh si Raja, karena menurut aturan suku primitive tersebut, manusia yang akan dimakan harus dalam keadaan sempurna, tidak boleh cacat sedikitpun. Si juru masak menemukan ibu jari tangan kiri si raja yang buntung. Juru masak tersebut melaporkan hal tersebut pada kepala suku. Proses memasak si raja langsung dihentikan, si Raja lalu dilepaskan dan diantarkan sampai ke tepi hutan. Beliau pun kembali ke istananya.

Begitu sampai di istana, raja langsung memerintahkan prajurit untuk melepaskan abdi kepercayaan yang telah dipenjarakan bertahun2, dan membawanya menghadap raja.
Saat mereka bertemu, si raja lalu menceritakan apa yang telah terjadi pada dirinya. Raja lalu meminta maaf atas tindakannya memenjarakan si abdi kepercayaan. Si abdi kepercayaan lalu berkata “ITU BAIK, PADUKA RAJA”. Si raja bengong, terheran2 karena tidak mengerti pikiran si abdi yang setia. Lha iya, masak dia udah dipenjara bertahun2, masih bisa bilang “ITU BAIK”? Ppikiran yang aneh kan? Lalu beliau minta penjelasan. Si abdi lalu bilang, “Kalau Paduka Raja tidak marah dan tidak memenjarakan saya, pasti Paduka Raja akan mengajak saya ikut berburu ke hutan. Dan itu artinya, saya yang akan dimasak oleh suku primitive yang kanibal itu”. Sang Raja, hanya bisa tersenyum mendengarkan jawaban bijaksana si abdi yang setia.

Apa hikmah cerita ini ?
Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, bahkan hal2 yang sangat buruk dan pahit sekali pun, insya Allah punya sisi positif. Pasti ada sisi baik buat diri kita. Jadi, kita serahkan saja segalanya pada Sang Pemilik Kehidupan, karena hanya Dialah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik buat hamba-Nya, karena kita tidak punya pengetahuan tentang masa depan… hanya Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. So…, apapun yang didugakan ke Tati… Insya Allah “ITU BAIK”. Amin. Jadi Tati harus menghapus airmata, dan menggantinya dengan senyum… Senyum yang simetris 2 cm ke kiri dan 2 cm ke kanan..***

To :
Andri, my junior in office
Makasih atas comment-nya di friendster…Mudahan Tati bisa tetap seperti yang kamu kenal, ya…?