Posted in My Family

Kriya Ajere…

Tanggal 03 September 2011 yang lalu, Nana, adik iparku, mengajak aku membawa Aldy (14th), Abner (8 th), Ajere (3th) dan Ananda (10 th) buat makan malam di Sun Plaza, sekalian Nana mau belanja buat sarapan anak-anak esok hari…  Adik bungsuku Noy menyusul ke sana.  Kami lalu memutuskan untuk makan di Thai Express.., karena kayaknya cukup sesuai dengan selera anak-anak..

Ajere Siregar

Ajere yang sudah duluan makan, hanya duduk menemani abang-abang dan kakaknya makan.. Sementara menunggu, Ajere meminta minuman favorite nya.. : air putih dingin lengkap dengan kepingan es…  😀 Saat abang-abang dan kakaknya sibuk ngobrol menunggu pesanan datang, Ajere juga ikutan memamerkan kecerewetannya.. Lalu saat abang-abang dan kakak menyantap pesanan masing-masing, Ajere sibuk sendiri…  Ngapain dia…???

Ternyata Ajere benar-benar sibuk sendiri… 😀   Dia bermain dengan  tissue yang disediakan pelayan resto bagi setiap pesanan makanan..  Jere membasahi tissue-tissue dengan embun yang muncul di sisi luar gelasnya yang berisi air dingin dan es..  Terkadang dia membasahi tissue-tissuenya dengan air yg muncul di bagian bawah gelasnya..  Lalu menempelkan tissue-tissue basah itu di dinding luar gelas…  Kami membiarkan Ajere sibuk sendiri, tidak menggangu apalagi melarang…  Setelah selang waktu beberapa lama,  Noy bertanya…

Noy : Bikin apa, Jer?

Ajere sambil menunjuk tissue-tissue yang menempel di dindingluar gelas : Ini aku……!!!

Kami lalu memperhatikan wujud tissue-tissue yang telah ditempel-tempelkannya di dinding gelas..  Ooooouuuuuu….., ternyata memang wujudnya seperti seorang anak  yang sedang memeluk gelas tersebut…. Keren…

Ajere sambil menunjuk bagian yang wujudnya seperti kepala : Ini rambutnya……

Hahahahaha…..

Honestly aku tertakjub-takjub… Anak usia 3 tahun 4 bulan, sudah mampu mengekspresikan imaji nya ke dalam wujud yang juga bisa ditangkap oleh indra orang dewasa… Dia mampu berkriya.. She’s really smart kid…

Melihat Ajere seperti ini mengingatkan aku pada Training ESQ Parenting yang aku ikuti pada bulan May 2011 yang lalu…

Di training itu dikasi tahu kalau setiap anak manusia terlahir dengan sekian milyar sel-sel syaraf yang berpotensi menjadi kecerdasan.. Kecerdasan itu terbentuk saat sel-sel syaraf terhubung-hubungkan… Dan pada saat sel-sel syaraf terhubungkan, anak akan beraktivitas yang terkadang tidak kita pahami…, dan acap kali reaksi kita para orang tua adalah dengan kejengkelan, kemarahan.. Padahal reaksi kejengkelan dan kemarahan kita itu bisa membuat anak terkejut, dan menyebabkan proses penyabungan sel-sel syaraf itu terhenti, bahkan menciut…, sehingga kecerdasan tersebut batal terbentuk….  So, kita harus lebih peka, lebih sabar dan mengerti sehingga mampu memberi kesempatan bagi anak-anak untuk membangun kecerdasannya…   Mari teman-teman kita beri kesempatan bagi anak-anak kita untuk masa depan mereka yang lebih baik, lebih bahagia…. ****

Posted in Daily Life

Mencoba Pola Baru….

Aku mencoba pola baru…, pola makan dan juga kegiatan harianku… Pola lama bagaimana, pola baru gimana…? Kenapa harus dirubah….???

my lunch box..

Pola lama…, pola yang sudah aku jalankan sejak pertama kali kerja, tahun 1993-an..,enggak  pernah bawa bekal ke kantor… Makan semau dan seadanya  pas jam makan siang datang…  Klo lagi pengen dan punya energi, bisa pergi makan kemana-mana…  Tapi klo lagi gak pengen, atau gak sempat, ya pesan aja ke warung makan yang ada di sekitar kantor..

Naaahhh di Pekanbaru, warung makan sebagian besar dimiliki oleh saudara-saudara kita dari Sumatera Barat yang makannya acap kali bersantan dan banyak minyak…  Secara aku udah berusia 18 tahun dan nyaris 26 tahun pengalaman, hehehe, tubuh tidak lagi seperti dulu, yang bisa menerima apa aja..  Memakan santan yang terlau pekat aja bisa bikin tubuh gak nyaman… That’s why aku memutuskan untuk merubah pola…

Tapi menjalankan pola baru ini tidak semudah membalikkan telapak tangan..  Rasa malas, gak mau repot sering kali menggoda… 😀

my another lunch box

Untuk menguatkan hati, aku memesan lunch box pada seorang teman yang menjadi agen Tupperware di lingkungan kantor…  Tapi ternyata setelah aku memesan barang, temanku itu cuti, sehingga barang pesanan tertunda sampai pada ku… Jadi punya alasan dehh buat menunda perubahan pola… 😀

Lalu, hari Sabtu 24 September yang lalu.., saat jalan-jalan dengan Mama di Brastagi Pasar Buah di Medan, aku melihat berbagai jenis lunch box keluaran Lock & Lock..  Setelah berdiskusi dengan Mama akhirnya, aku pun menenteng pulang satu set lunch box yang manis…

Maka sejak Senin 26 September, aku memulai pola baru, yaitu setelah sholat subuh, aku masak sendiri makanan untuk makan siang ku.. Diolahnya tidak menggunakan santan dan sedikit minyak..  Lalu makanan itu dikemas dalam lunch box yang lucu, sehingga menjadi sesuatu yang menyenangkan…, dan ternyata memang menyenangkan.. Semoga akan selalu begini yaaa.., agar kesehatanku menjadi lebih baik, dan hidupku juga lebih sehat dan berwarna…  Hehehe…

sup sayur dan makaroni, ikan disambel, plus cah cai sim dan jagung muda...

Ini contoh jatah makan siang made by my self… ***

 

 

Posted in ESQ, My Heart, My Mind

Be grateful, please…

Beberapa waktu yang lalu, aku melihat di sebuah status seorang teman di FB tertulis “Janganlah kau bersedih, cause everything’s gonna be ok”.  Aku tahu itu adalah kutipan lirik dari lagu Bondan featuring Fade 2 Blade…

Status itu membawa pikiranku melayang… Melayang ke suatu waktu di rumah ku yang mungil…

Ketika itu di suatu pagi di akhir pekan  aku sedang duduk termangu-mangu di kamar tidur ku..  Aku sedang merasa betapa kehidupan ku jauh dari sempurna… : di usia ku yang lebih dari 4 dasa warsa, aku belum menikah, apalagi punya anak.., aku hidup sendirian, jauh dari keluarga yang menyayangi aku, aku bekerja di lingkungan yang relatif tidak bersahabat… Rasanya hidup begitu menyedihkan, begitu sepi, begitu hopeless…  Terlintas dalam pikiran ku siapa yang akan menemani aku saat tua nanti, siapa yang akan mengurus aku…  Terlintas lagi dalam pikiran ku sampai kapan aku harus menghadapi lingkungan yang tak cukup ramah…

Tiba-tiba terdengar sapaan Mak Uo (seorang ibu yang berusia 50 tahunan yang datang 3 kali seminggu untuk menyetrika di rumahku) yang sedang menyetrika di ruang di depan kamar ku… “Bu…, ibu mengapa…? Apa yang ibu pikirkan? Apa yang ibu sedihkan, sampai ibu termangu-mangu begitu…?”

Lalu Mak Uo melanjutkan, “Coba ibu lihat saya ini…  Saya seumur hidup kerja banting tulang…, mencuci, menyetrika dari rumah ke rumah untuk menyekolahkan anak, dengan harapan akan membuat keadaan keluarga akan lebih baik..  Tapi setelah anak lulus sekolah, dapat pekerjaan yang baik, tak lama dia sakit, lalu meninggal.  Mau bagaimana saya lagi.. Sudah saya usahakan semampu saya, tapi Allah berkehendak lain.  Apa lalu saya harus bersedih, apa saya lalu haris menjadi tidak taqwa…?  Coba ibu lihat diri ibu…  Ibu masih punya keluarga, ada orang tua yang sayang sama ibu, ada kakak dan adik yang peduli sama ibu, ibu punya rumah, ibu ada kendaraan yang memudahkan langkah ibu, ada pekerjaan yang baik, ada penghasilan yang membuat ibu masih bisa memilih mau makan apa hari ini.. Mengapa juga ibu harus bersedih? Soal jodoh, anak semua sudah ada garisnya.. Serahkan saja kepada Allah, bu..

Ucapan Mak Uo menarik ku dari pikiran yang nelongso… Astagfirullah…  Betapa pikiran negatif membawa aku menjauh dari kenyataan bahwa aku punya begitu banyak…, bahwa aku seharusnya bersyukur… bahwa apa yang belum ada tidak seharusnya membuat aku lupa akan apa yang telah ada, serta mensyukurinya…  I was forget to be grateful  …

Status seorang kenalan itu juga mengingatkan ku akan video clip ini.. Video yang dikirimkan Nana, adik ipar ku melalui bbm beberapa waktu yang lalu.. Clip yang akan menggugah kesadaran bagi orang-orang yang mau mendengarkan kata hatinya sehingga menimbulkan rasa syukur di dada….

Silahkan ditonton teman2… Semoga membawa kebaikan, terutama rasa syukur d hati kita, ya..***