Be grateful, please…

Beberapa waktu yang lalu, aku melihat di sebuah status seorang teman di FB tertulis “Janganlah kau bersedih, cause everything’s gonna be ok”.  Aku tahu itu adalah kutipan lirik dari lagu Bondan featuring Fade 2 Blade…

Status itu membawa pikiranku melayang… Melayang ke suatu waktu di rumah ku yang mungil…

Ketika itu di suatu pagi di akhir pekan  aku sedang duduk termangu-mangu di kamar tidur ku..  Aku sedang merasa betapa kehidupan ku jauh dari sempurna… : di usia ku yang lebih dari 4 dasa warsa, aku belum menikah, apalagi punya anak.., aku hidup sendirian, jauh dari keluarga yang menyayangi aku, aku bekerja di lingkungan yang relatif tidak bersahabat… Rasanya hidup begitu menyedihkan, begitu sepi, begitu hopeless…  Terlintas dalam pikiran ku siapa yang akan menemani aku saat tua nanti, siapa yang akan mengurus aku…  Terlintas lagi dalam pikiran ku sampai kapan aku harus menghadapi lingkungan yang tak cukup ramah…

Tiba-tiba terdengar sapaan Mak Uo (seorang ibu yang berusia 50 tahunan yang datang 3 kali seminggu untuk menyetrika di rumahku) yang sedang menyetrika di ruang di depan kamar ku… “Bu…, ibu mengapa…? Apa yang ibu pikirkan? Apa yang ibu sedihkan, sampai ibu termangu-mangu begitu…?”

Lalu Mak Uo melanjutkan, “Coba ibu lihat saya ini…  Saya seumur hidup kerja banting tulang…, mencuci, menyetrika dari rumah ke rumah untuk menyekolahkan anak, dengan harapan akan membuat keadaan keluarga akan lebih baik..  Tapi setelah anak lulus sekolah, dapat pekerjaan yang baik, tak lama dia sakit, lalu meninggal.  Mau bagaimana saya lagi.. Sudah saya usahakan semampu saya, tapi Allah berkehendak lain.  Apa lalu saya harus bersedih, apa saya lalu haris menjadi tidak taqwa…?  Coba ibu lihat diri ibu…  Ibu masih punya keluarga, ada orang tua yang sayang sama ibu, ada kakak dan adik yang peduli sama ibu, ibu punya rumah, ibu ada kendaraan yang memudahkan langkah ibu, ada pekerjaan yang baik, ada penghasilan yang membuat ibu masih bisa memilih mau makan apa hari ini.. Mengapa juga ibu harus bersedih? Soal jodoh, anak semua sudah ada garisnya.. Serahkan saja kepada Allah, bu..

Ucapan Mak Uo menarik ku dari pikiran yang nelongso… Astagfirullah…  Betapa pikiran negatif membawa aku menjauh dari kenyataan bahwa aku punya begitu banyak…, bahwa aku seharusnya bersyukur… bahwa apa yang belum ada tidak seharusnya membuat aku lupa akan apa yang telah ada, serta mensyukurinya…  I was forget to be grateful  …

Status seorang kenalan itu juga mengingatkan ku akan video clip ini.. Video yang dikirimkan Nana, adik ipar ku melalui bbm beberapa waktu yang lalu.. Clip yang akan menggugah kesadaran bagi orang-orang yang mau mendengarkan kata hatinya sehingga menimbulkan rasa syukur di dada….

Silahkan ditonton teman2… Semoga membawa kebaikan, terutama rasa syukur d hati kita, ya..***

Advertisements

3 Comments

  1. aku hanya bisa bilang, yang berkeluargapun punya masalahnya masing2

    aku kutip juga lirik lagunya Utha ya
    Tuhanpun tau hidup ini sangat berat, tapi takdirpun tak mungkin selalu sama
    ……
    esok kan masih ada

    1. @ Monda : tq banget yaa… kamu benar.. setiap orang punya pertarungannya sendiri..

  2. ” apa yg belum ada, tdk seharusnya membuat aku lupa akan apa yg telah ada, serta mensyukurinya….” like this banget !!

Comments are closed.