UAE Trip (Part 3)

Hari Rabu, 24 November 2010… Hari ini aku bangun lebih lambat… Tidurnya lelap bangetsss setelah sehari sebelumnya beraktivitas cukup heboh dengan desert safari…..  Tapi begitu sadar, aku langsung bergerak cepat… Iya, hari ini kan acara Trade, Tourism and Investment Promotion.. Acara mulai jam 09.00 waktu Dubai, dan sebelumnya harus sarapan dan bantu beres2, nyiapin goodie bags yang diisi dengan booklet dan brosur promosi buat tamu2.. Jadi harus bergegas dan bergegas…

Sekitar jam 13-an waktu Dubai, Alhamdulillah acara kelar, berlangsung lancar dan ditutup dengan lunch meeting dengan tamu-tamu yang datang di “Ember Restaurant”, salah satu restaurant di Address Hotel…  Btw, kok nama resto-nya aneh yaaa…? “Ember”… Hehehe.. Tapi, ada lagi yang lucu., lounge yang ada di hotel ini, lokasinya berdampingan dengan “Ember”, namanya “Karat”.. Klo digabung jadinya Ember Karat.., dibuang ke tong sampah aja kali… hehehehe…

Selesai lunch meeting, kami para wanita langsung bergegas.. Kemana…? Ke kamar dan ganti kostum.. Secara, setelah meeting ini adalah free program.., sampai saatnya dinner.. Kami memutuskan untuk gak pergi jauh2…, melainkan hanya ke tetangga sebelah lewat pintu belakang Adrdress Hotel tempat kami menginap.., yaitu Dubai Mall…. Iya, Address Hotel memang menyatu dengan Dubai Mall, mall terbesar di dunia saat ini..  Dari bagian belakang hotel, melalui lorong dimana terdapat Karat Lounge, Ember Restaurant dan Resto tempat sarapan, kita akan menemukan Bloomingdales yang merupakan bagian dari Dubai Mall..

Apa aja yang ada di Dubai Mall….? There are more than 1200 stores..  Rasanya waktu satu minggu pun gak akan cukup untuk melihat-lihat semua toko satu persatu… So, apa yang aku temukan di Mall itu…? Apa yang luar biasa….?

Sebenarnya ini bukan kali pertama aku memasuki Dubai Mall melalui pintu belakang Address Hotel ini.. Tanggal 22 malam, hari pertama sampai di Dubai, setelah acara makan malam yang ajaib di Rainbow Restaurant, aku dengan 3 orang teman perempuan pergi ke Mall ini.. Tapi karena sudah jam 21.30 waktu Dubai, most of stores were already closed..  Malam itu kami hanya melihat di sign2 yang ada di berbagai sudut mall bahwa di Mall ini ada aquarium, zoo, waterfall, fountain…  So target utama sore ini adalah menemukan aquarium.. Apalagi aku dengar di aquariumnya ada shark alias ikan hiu.. Can U imagine sharks in a mall…? Apa dia gak mengganas kalo setiap hari melihat manusia yang bisa dia konsume tapi untouchable… Hehehehe…

Karena jalan ramai2, mula2 kami berjalan keluar masuk toko..  Barangnya lucu2 siyy…, tapi koleksinya berbeda dengan barang2 di Singapore..  Harganya juga ma’al… Hehehehe…  Contohnya Charles & Keith..  It’s one of my favorite brand for shoes, beside Everbest, Vincci, Kickers and Crocs.. Aku suka selain karena modelnya simple, nyaman di kaki dan harganya juga affordable buat kantong ku..   Di outletnya di Dubai Mall, koleksi Charles & Keith sebagian besar model bertali2 dan dengan permata yang blink2… Gak seperti koleksi yang biasa kita temukan di Mall2 di Indonesia, Singapore & Kuala Lumpur..  Mungkin ini sesuai dengan selera para perempuan di Arab Emirate…  Soal harga… Harga Charles & Keith di Sing lebih murah dibanding di Dubai juga di Indonesia.  Jadi benar2 cuma liat2, memperluas wawasan… Hehehehe..

@ Aquarium Dubai Mall

Setelah bosan keluar masuk toko dan melihat jarum jam di pergelangan tangan hampir menunjukkan jam 16.30-an waktu Dubai, maka kami bergegas mencari sasaran utama kami, Dubai Mall Aquarium.. Kami akhirnya menemukannya… Aquarium dapat dilihat dari Lantai  Dasar, tapi untuk masuk ke lorong Aquarium seperti di Sea World Ancol,  harus dari lantai Basement.. Harga tiket masuknya Dhs 25,- atau sekitar Rp.65.000,-  Dengan tiket itu kita bisa menyusuri lorong sepanjang lebih kurang 50 meter yang berada di bagian bawah aquarium sehingga kita bisa melihat ikan hiu, ikan pari dan berbagai jenis ikan lainnya berenang2 di kiri kanan bahkan di atas kepala kita… Saat kita menyusuri aquarium kita juga melihat ada diver yang berkelana di dalam aquarium tersebut memberi makan ikan2..

Aku membayangkan betapa hebohnya Abner, anak David, adikku, kalau dia ke sini.., because he loves everything about shark.. Klo ditelpon ditanyain, pengen dikirimin buku apa, jawabnya selalu shark… Hehehehe…  Semoga kamu bisa ke sini segera ya, nak…!!!

Selesai melihat aquarium kami segera bergegas pulang ke hotel, karena pengen magriban dulu sebelum saatnya berkumpul untuk makan malam, yaitu jam 19.00 waktu Dubai.

Deira… Dubai

Malam ini kami makan malam sebuah resto yang terdapat di lantai 3 Hotel Reviera.  Hotel ini berada di Deira, sebuah daerah di timur creek alias sungai yang melintasi kota Dubai.  Deira merupakan pusat kota Dubai dulunya, sebelum daerah Bur Dubai, yang saat ini menjadi lokasi skyscrapers, berkembang…

Hotel Reviera menyediakan Indonesian Cuisine, yang beneran selera dan rasa Indonesia.  Chef nya adalah Mas Mumu, orang Cirebon yang telah bertahun-tahun bekerja di Dubai. Masakan Mas Mumu bener2 top markotop, bias melepaskan rasa rindu akan masakan Indonesia.  Selama makan, aku yang duduk menghadap sisi luar resto, mendapat pemandangan kapal yang hilir mudik lengkap dengan lampu-lampunya… Selesai makan malam, kami kembali ke hotel, dan kami memilih untuk kembali ke Dubai Mall.. Tapi lagi2 most of the stores were already closed….

Kamis 25 November… Jam 10-an pagi, setelah sarapan dan bisa besantai2 alias tidak terburu2.., kami kembali ke daerah Deira.. Kali ini tujuannya adalah ke Spice Souk alias Pasar Rempah.. Mau ngapain…? Mau belanja bumbu buat masak..? Hehehehe… Bukaaannn… Di spice Souk ini, selain menjual rempah2, juga menjual souvenir dengan harga yang affordable…

Spice Souk @ Deira Dubai..
Suasana @ Spice Souk..

Suasana di Spice Souk sangat unik menurut aku.. Feeling ku bilang pasar ini sudah ada sejak berabad2 lalu..  Karena Dubai sebenarnya sudah eksis sejak  abad 8.   Suasananya sangat Arabian, meski sepertinya yang dominan di sini orang-orang yang berkulit coklat, bukan yang berkulit terang seperti yang banyak berkeliaran di sekitar Address Hotel dan Dubai Mall..  Belanja di sini harus berani menawar habis2an… Don’t be afraid…!!! Satu hal yang jadi joke kami saat berkeliaran di Spice Souk adalah, adanya tawaran bagi para peserta pria maupun peserta wanita untuk membeli semacam jamu lokal yang fungsinya seperti Viagra.. Para peserta langsung hebohhhh….  Hahaha..  Di Spice Souk ini juga aku dan teman-teman menemukan “batu aquarium” yang dibungkus2 dalam plastic sekiloan… Setelah bertanya2, ternyata itu coklat… Haaa…? Aku lalu membelinya, lumayan kan buat ngerjain teman2… Hehehe….

Dari Spice Souk, kami digiring menyusuri jalan-jalan kecil…, menuju Gold Souk.. Gold Souk…? Iya, pasar emas.. Pasar yang berisikan toko-toko yang menjual emas dan emas… Di pangkal pasar ada toko yang mendisplay mannequin yang memakai baju emas.., dan ini dapat world book of record.  Di Gold Souk yang dijual memang emas dan emas, dengan berbagai jenis karat dan ragam hias…  Karena tidak berminat untuk membeli emas, aku dan Elly serta kak LIsda, justru masuk ke toko souvenir yang ada di salah satu pojok Gold Souk.  Toko souvenir ini menjual lebih beragam dan dengan kualitas yang lebih bagus dari yang dijual di Spice Souk,  Tapi harganya ya otomatis juga lebih tinggi…

Sebuah lorong di Gold Souk…
Salah satu toko emas di Gold Souk… Dipilih ibu2, dipilih…

Selesai dari Gold Souk kami digiring ke arah jalan raya,ke parkiran khusus untuk tourist bus.  Menjelang ke tempat parkir, kami menemukan toko yang menjual berbagai chocolate dan dates alias kurma..  Chocolate2 yang dibungkus kecil kayak permen ini dijual kiloan.. Chocolate yang kualitasnya bagus banget dijual Dhs 35,-/kg, yang sedikit di bawahnya Dhs 30,-/kg. Chocolate yang diisi dengan almond dan dates dijual Dhs 40,-/kg.. Tinggal dipilih, dipilih dan dipilih…. Selesai dari

Gold Souk kami dibawa ke Sari Nusa, Indonesia Cuisine Restaurant. Masakannya asli Indonesia, karena pemilik, juru masak bahkan pelayannya 100% Indonesia.. Sambal gorengnya pedeeeezzzzzzz bangetzzzz… Mengobati rasa rindu setelah beberapa hari gak makan sambel… Hahahaha…

winter @ Emirate Mall

Kelar maksi di Sari Nusa, kami dibawa ke Emirate Mall… Ada apa di sana…? Di sana ada lagunya Anggun C Sasmi : Snow on Sahara.. hehehehe… Enggak dink.., tapi ada snow on desert…  Maksudnya…? Maksudnya di Mall ini ada tempat orang bisa merasakan seperti lagi di Swiss buat main salju, termasuk buat berseluncur dan naik lift yang bentuknya seperti kursi… Wanna ski..? U don’t have 2 go 2 Swiss.. Just come 2 Dubai… Hehehehe..  Kami gak masuk ke area ski itu, karena hanya dikasi waktu 20 menit di Mall, sementara untuk masuk ke area itu kita harus bayar cukup mahal.. Sayang atuhhh duitnya.. Jadi kita lihat2 aja dari luar, itu juga terasa dinginnya…. Brrrrrr…………

Kelar ngeliat salju di Emirate Mall, kami pulang ke hotel.. Menunggu.. Menunggu apa? Menunggu apa…? Ada deehhh…  I will tell U in next part aja yaa…..***

3 thoughts on “UAE Trip (Part 3)

    1. @ Ifan Jayadi : saya sama sekali gak menyangka bisa ke UAE tahun 2010 yang lalu.. Gak ada sama sekali dalam semesta pemikiran saya.. Tapi itulah yg namanya rezeki.., kita tak pernah tahu dari mana dan bagaimana akan datang.. selagi kita bekerja dengan sungguh-sungguh.. Insya Allah, rezeki akan hadir…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s