Prime…

Film ini bercerita tentang Raffi (Uma Thurman), yang baru divorce dan selalu berkonsultasi dengan seorang therapist (Meryl Streep) untuk mengatasi masalah psikologisnya. Di depan sebuah bioskop, Raffi, yang akan nonton dengan teman2 dekatnya berkenalan dengan Dave (Bryan Greenberg). Mereka saling tertarik at d 1st sight, dan Dave kemudian menelpon Raffi untuk mengajak makan malam.. Selanjutnya, Raffi dan Dave terlibat hubungan special yang unik karena Raffi berusia 37 tahun dan Dave baru berusia 23 tahun. Di tengah rasa cinta yang membara, mereka menemukan berbagai masalah karena perbedaan umur. Dave yang belia masih dalam proses pencarian jati diri, terutama mengenai pekerjaan : Dave yang senang melukis pengen bekerja sebagai pelukis, tidak mendapat dukungan keluarganya karena buat mereka menjadi pelukis bukanlah caree yang ok. Masalah mereka bertambah rumit karena keluarga Raffi yang Jewish sangan berpegang pada nilai2 Jewish, dan ingin anaknya membina hubungan dengan perempuan Jewish juga. Dan… puncak masalah mereka adalah… si terapist yang selama ini selalu mendukung Raffi untuk memulai hidup baru dan menikmati hubungan barunya dengan seseorang yang lebih muda, ternyata adalah ibu Dave, yang tidak menginginkan anak lelakinya menikah dengan perempuan yang jauh lebih tua dan bukan Jewish pula..

Hubungan yang sangat baik antara Raffi dan terapistnya menjadi berantakan, saat si terapist berterus terang bahwa Dave adalah putranya, dan dia tidak bisa melanjutkan proses konseling pada Raffi, karena sebenarnya selama ini dia memberikan konseling yang gak sesuai dengan hati nuraninya sebagai seorang ibu.

Namun cinta Dave pada Raffi membuat Dave berupaya agar keluarganya bisa menerima Raffi.. Di satu sisi, persahabatan yang pernah terbina antara Raffi dan ibu Dave menimbulkan rasa rindu yang membuat mereka tidak bisa membenci satu sama lain di tengah situasi yang kacau.. Akhirnya.. keluarga Dave bisa menerima Raffi dengan segala keadaannya : bukan Jewish dan jauh lebih tua dari anak mereka. Tapi justru Raffi yang mengambil keputusan yang luar biasa… Meminta Dave memutuskan hubungan mereka karena Dave perlu menikmati kehidupannya yang masih belia, dan tidak mengambil tanggung jawab sebagai seorang kepala rumah tangga sebelum dia benar2 dewasa dan mature..

Film yang dikemas dalam comedy tapi memberikan beberapa pikiran tentang “what the love is”, Love yang tidak buta, penuh pertimbangan dan bijak demi yang terbaik bagi orang yang dicinta…!!

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s