Ketika 6 Anak Burung Telah Terbang…..


Hari Kamis 21 Juni 2007 Mami Uli, Tante Po, Samuel dan Esther pamit ke Enek buat berangkat ke Penang untuk control mata Esther dan ngurus kerjaan Mami Uli & Tante Po. Perginya cuma bentar kok, cuma 3 hari…

Mungkin karena mengingat rencana, bahwa Enek seharusnya juga ikut pergi, Enek jadi nangis… Segala rasa duka, gelisah, ketakutan dan rasa tidak berdaya karena tidak dapat menggerakkan tangan dan kaki, tumpah…. Enek nangis sejadi2nya… bahkan sampai manggil2 Maminya alias Opungnya Wowo yang udah passed away more than ¼ abad…

Papa, Wowo, Mami Uli, Tante Po bahkan Uwel dan Esther gak bisa nahan air mata… Sedih banget liat Enek nangis… Karena kami hampir gak pernah melihat Mama mengeluarkan air mata… Mama selalu menyembunyikan kesedihannya dalam diam, bahkan terkadang keluar dalam bentuk amarah…

Kami bisa merasakan kepedihan Mama…, kecemasan Mama…
Mama biasa bergerak bebas, mengurus semua kerjaan rumah tangga tanpa bantuan PRT…, Mama biasanya sore2 jalan ke mall buat olahraga.. karena kalau jalan2 di jalan umum takut disrempet atau dikejar anjing, juga takut kotor…

Lalu stroke menyerang, tangan kanan yang biasa bergerak lincah buat “kutak katik”, gak bisa dikendalikan… Juga kaki kanan yang biasanya gak bisa diam kini tergeletak…

Saat2 depresi datang, Mama sempat bilang… “Mama punya 6 anak, tapi semuanya terbang.. Gak ada yang bisa di rumah aja buat ngurus Mama”. Sekilas ada rasa sesal karena seumur2 anak2nya dididik dan didorong untuk berkepak, lalu terbang tinggi di angkasa kehidupan…

Tati lalu bilang… “Ma, Mama yang mendorong kami untuk mengembangkan potensi diri agar punya sayap untuk terbang menjelajahi kehidupan.. Apa Mama mau jadi ibu burung yang sampai tua harus mencarikan makanan buat anak2 burung yang tidak mampu mengepakkan sayapnya ? Apa tidak seharusnya kita mensyukuri apa yang ada pada keluarga kita ? Soal yang mengurus Mama, percayalah pasti ada jalan.. pasti kita akan menemukan jalan untuk mengurus Mama, untuk membuat Mama merasa nyaman…”

Setelah diam sejenak.., Mama menjawab “Iya ya.. Mama udah bisa bikin kalian mampu terbang…, gak nyusahin dan bisa mandiri…” Iya Ma.., That’s the most precious things that You’ve done for us…, Taught us how 2 fly in the Life Sky and support all the way….***

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s