“Teman” Wajib Kala Bepergian

1st-GA-Jalan-Jalan-KeNaiTadi malam, Mechta, teman seangkatan di Kampus Rakyat, dan sesama blogger, mencolekku.  Dia menulis Dua Penghuni Wajib Tasnya, dan menanyakan apa yang “wajib” aku bawa bila bepergian?  Pertanyaan itu adalah pertanyaan Chi, yang mengadakan Give Away dengan Judul  Benda Yang Wajib Dibawa Saat jalan-jalan.

Pertanyaan Mechta sempat membuat aku mengubek-ubek tasku, saat sampai di rumah tadi malam… :D  Tapi kemudian aku berpikir kalau jawaban atas pertanyaan ini tentu bukan semata isi tas…  Tapi benda-benda apa yang memang selalu bersamaku, menjadi Teman Wajibku saat aku pergi jalan-jalan. Dan jalan-jalan itu definisinya bisa jalan-jalan di sekitar kota atau bepergian jauh… 😀

Bila bepergian keluar kota, selain membawa koper, aku selalu membawa ransel dan sebuah sling bag (tas bertali panjang yang bisa disilangkan di badan).  Ransel berisikan laptop, kamera dan perangkat pendukungnya, termasuk external harddisk, sedangkan sling bag biasanya diisi dengan dompet uang, dompet kartu dan dokumen pribadi, serta beberapa perlengkapan perempuan lainnya.

Kenapa selalu membawa laptop dan kamera? Sebagian besar perjalananku keluar kota terkait dengan pekerjaan, jadi peralatan kerja harus dibawa.  Kalau pun perjalanan itu karena alasan pribadi, laptop tetap dibawa, karena laptop memudahkan diriku berkomunikasi dengan teman-teman satu tim, terutama menyangkut data yang mereka olah dan harus diriku periksa.  Kenapa membawa kamera? Tentu karena senang memotret, dan mengumpulkan bahan buat tulisan.  Bahkan kalau aku ke suatu tempat, dan menemukan deskripsi tentang sebuah obyek yang menarik perhatianku, selain memotret si obyek, aku juga memotret deskripsi tersebut.

Lalu apa perlengkapan perempuan di dalam sling bag itu ?

Barang-barang yang wajib dibawa..  *Ini bukan iklan*
Barang-barang yang wajib dibawa.. *Ini bukan iklan*

1.  Panty liners.. Upppssss….   Ya.. Karena ingin bisa tetap nyaman dan bersih, sehingga tak ragu dengan kebersihan pakaian, meski dalam perjalanan, panty liners menjadi kebutuhan pokok buat diriku.  Wajib ada.  Tidak hanya saat melakukan perjalanan,  setiap hari panty liners ada di dalam tasku.. Ketika menjelang dan selama “tamu” datang, maka panty liners tidak sendiri di dalam tas, ada temannya yang berkuran lebih besar dan tebal, menemani..

2.  Pouch yang berisi peralatan manggung… Hehehehe… Teman-teman yang biasa begaul dengan diriku, mungkin  heran mengetahui keberadaan benda yang satu ini selalu bersamaku. :D  Meski aku cenderung santai soal penampilan, tapi perlengkapan perempuan, berupa foundation, bedak, lipstick dengan warna natural, pinsil alis dan lip balm, selalu ada di tas. Biasanya benda-benda ini hanya digunakan setelah mandi dan mau keluar rumah, serta touch up setelah sholat, atau saat harus memberi kesan rapi, padahal sudah lecek karena habis wara wiri.😀

3.  Di dalam pouch peralatan manggung selalu terselip Disposable Paper Toilet Seat Cover.  Benda yang satu ini memang jarang sekali tersedia di toilet umum, yang menyediakan toilet duduk.  Aku kalau bisa memilih, lebih senang menggunakan toilet jongkok di toilet umum, untuk meminimalisir kontak tubuhku dengan fasilitas umum, yang aku tidak tahu siapa yang memakai sebelum diriku dan bagaimana kondisi kesehatannya.

4.  Tissue basah.. Tissue basah selalu aku perlukan untuk membersihkan lensa kacamata, tangan dan kaki bila kotor dan belum ada air yang bisa digunakan untuk membersihkan..  Kalau perjalanan keluar negeri, tissue basah sangat penting, karena tidak banyak toilet di sana yang menyediakan air untuk membilas.

Itulah “teman-teman wajibku kala bepergian…  Apa “teman” wajib teman-teman saat bepergian?

1st GA – Benda yang Wajib Dibawa Saat Jalan-Jalan

14 thoughts on ““Teman” Wajib Kala Bepergian

  1. Saya penah beli paper toilet seat, tapi selalu aja lupa dibawa kalau bepergian. Padahal memang penting banget. Saya juga lebih suka toilet jongkok, mengingat masih banyak yang gak paham gimana menggunakan toilet duduk. Seringkali dudukannya kotor banget

    1. Iya mba Myra, terkadang kita ketemu bekas tapak sepatu di toilet duduk.. Bingung juga, apa gak takut jatuh..😀
      Lagi pula kita gak tau apa yg menggunakan sebelum kita benar2 peduli dgn kesehatan, kulit terutama…😀

      Selama perjalanan saya, toilet umum yg menyediakan toilet cover seat yg pernah saya temukan hanya di Pizza Hut di Legian. Mgkn krn perusahaan itu aware klo customer nya dr berbagai negara dan bisa mengidap beraneka penyakit..

      btw, salam kenal ya mba.. terima kasih sudah beekunjung…

    1. selain rasanya lebih fresh.. juga gak bikin ragu2 saat mau sholat mba Uniek..
      Maklumlah, sebagai perempuan yang bekerja, sholat dzuhur dan ashar, jarang dilakukan di rumah.. jadi sulit lah untuk ganti2 pakaian sebelum shilat..

      terima kasih sudah berkunjung mba.. salam kenal..

    1. Hehehehe…
      Saya biasanya memanfaatkan perjalanan tugas untuk travelling, mba Evi.. Lumayan udah gak ngeluarin duit buat transportasi. Paling hanya mengeluarkan uang untuk extent hotel…😀 Konsekuensinya, ya harus mau untuk bisa diakses dalam urusan kerjaan..
      Dan biasanya, klo sudah di tempat tujuan, mau muter2, si lapi saya titip di good deposit di hotel..
      Soal umur…, saya rasa saya jauh lebih tua… Saya sudah hampir setengah abad.. Cuma sering lupa umur dan merasa tetap semuda zaman kuliah..😀

      Terima kasih sudah berkunjung yaa…
      Yang penting tetap semangat..

    1. Terima kasih Mechta… Buat informai2nya… Dorongan2nya agar diriku ikut lomba2 menulis.. Satu dua colekan buat teman yang selalu mendorong untuk kebaikan? Belum ada apa2nya.. Semoga Allah membalas dengan berjuta2 lipat kebaikan, ya bu… hug

    1. Hehehehe…
      Saya biasanya memanfaatkan perjalanan tugas untuk melihat-lihat..
      Jadi kalau misalnya sada rapat hari kami – jum’at, di kota yg belum pernah saya kunjungi, saya akan memperpanjang waktu kunjungan sampai hari minggu, supaya saya bisa jalan-jalan.
      Supaya teman-teman bisa tetap kerja meski saya secara fisik tak ada di kantor, saya berusaha untuk tetap berkomunikasi dan membaca kerjaan2 yang mereka kirim ke email saya.

      Terima kasih atas kunjungannya, Pak Edi.
      Salam kenal, dan salam juga buat keluarga.

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s