Jalan-jalan ke Chiang Mai

Tulisan ini merupakan catatan PERJALANAN KU yang dilakukan sekitar 1,5 tahun yang lalu.. Tepatnya tanggal 18 Juni 2013..  Udah lama yaa…  Out of date atuhhh…  :D  Mudah-mudahan enggak yaa…  Karena siapa tahu bisa jadi info buat teman-teman yang juga akan travelling ke Chiang Mai.. 😀

Chiang Mai itu dimana?

Chiang Mai itu nama sebuah kota di bagian utara Thailand..  Kota ini merupakan kota nomor 2 terbesar di Thailand, dan kota terbesar di Thailand Utara..

Mengutip dari Wikipedia

Chiang Mai didirikan oleh Raja Mengrai pada tahun 1296, menggantikan Chiang Rai sebagai ibu kota Kerajaan Lannathai. Chiang Mai sendiri berarti kota baru, Raja Mengrai melengkapi ibu kota baru ini dengan tembok kota serta parit yang berbentuk bujur sangkar mengelilingi kota untuk melindunginya dari serangan luar, terutama Kerajaan Burma.

Seiring dengan melemahnya Kerajaan Lannathai, Chiang Mai beberapa waktu berhasil ditaklukkan dan dikuasai oleh Kerajaan Burma ataupun Kerajaan Ayutthaya. Pada tahun 1767, perang antara Burma dan Ayutthaya mencapai puncaknya dan mengakibatkan penduduk Chiang Mai mengungsi meninggalkan kota tersebut. Pada kurun tahun 17761791, Chiang Mai ditinggalkan hampir seluruh penduduknya. Lampang menjadi ibu kota sementara dari apa yang menjadi sisa Kerajaan Lannathai masa itu.

Chiang Mai secara resmi menjadi bagian dari Siam setelah direbut Raja Taksin dari Siam yang mengusir kekuatan Burma dari kota tersebut. Chiang Mai tumbuh dan berkembang menjadi pusat kebudayaan, ekonomi dan perdagangan serta mendapatkan posisi fungsionalnya sebagai ibu kota tak resmi di utara Thailand dan menjadi kota terpenting di Thailand setelah Bangkok.

Ngapain ke Chiang Mai…?

Ya jalan-jalan lah… hahahaha…  Jadi, ceritanya aku jalan-jalan ke Bangkok berdua dengan kak Vivi, teman yang ku kenal saat masih bertugas di Pemko Pekanbaru.  saat merencanakan perjalanan, kak Vivi bilang agar kami tak hanya ke Bangkok, tapi juga ke Chiang Mai, karena di sana ada Worolak, sahabatnya saat ngambil pasca sarjana di New Zeland.

Untuk sampai ke Chiang Mai, kami terbang dengan Air Asia dari Bandara Don Muang selama lebih kurang 2 jam.  Sampai di  Chiang Mai siang hari, alhamdulillah Worolak dan keluarganya sudah menunggu kami…

Kemana aja selama di Chiang Mai… ? Kami pergi ke banyak tempat… Seru banget… Worolak dan keluarga benar-benar mengurus kami… Padahal Worolak dan keluarga tinggal di Kota Lamphun, sekitar 1 jam dari Chiang Mai.  Jadi kami jalan-jalan gak hanya di Chiang Mai, tapi menginap dan jalan-jalan di Lamphun..  Thank you so much Worolak and Family..

Dari bandara Chiang Mai, kami dibawa ke suatu bagian di Chiang Mai yang merupakan daerah Muslim,  di Charoenprathet Lane 1, masuknya dari Charoenprathet Road yang berada di tepi Sungai Ping, sungai yang membelah kota Chiang Mai..  Gak jauh dari Thapae Road dan Nawarat Bridge.  Di jalan itu ada Masjid Hilal, dan ada beberapa restoran Muslim.

Masjid Hilal berada di lantai 2, lantai satunya berfungsi sebagai aula..  Di dinding panggung aula tersebut dipasang gambar ka’bah.  Masjidnya, alhamdulillah lapang dan bersih.. Juga toilet dan tempat wudhlunya.  Di kompleks masjid tersebut juga terdapat tempat pendidikan agama, seperti madrasah kalau di tempat kita..  Senang sekali rasanya menemukan masjid di negeri dimana muslim adalah minoritas.. Apa lagi sebelumnya beberpa hari di Bangkok, aku tak menemukan masjid..  Sepertinya Islam di sini masuk sebagai perpanjangan dari jalur sutra (Silk Road).

Muslim District a

Siang itu kami makan di resto yang bernama  Moslem Retaurant.  Yang dihidangkan di situ berbagai macam noodles dan menu arabian, seperti nasi briyani..  Aku memilih kwetiaw kuah seafood..  Nikmat banget rasanya.. Karena makan tanpa rasa ragu…

Setelah makan siang di daerah Muslim, kami pulang dulu ke rumah Worolak di Lamphun, karena Thumb, putra satu-satunya Worolak sekolah, dan harus dijemput.. Dan untuk 2 hari berikutnya, agar bisa sama-sama jalan dengan kami, Thumb, diminta izin untuk tidak masuk sekolah… Hehehehe…

Setelah menjemput Thumb dari sekolahnya, kami sore itu kembali ke Chiang Mai…  Ngapain mundar mandir dalam satu hari…? Jadi ceritanya Worolak dan suaminya sudah menyusun ittenary buat kami selama ke Chiang Mai.. Luar biasa ya, baiknya Worolak dan keluarga.. Kami sore itu kembali ke Chiang Mai untuk melihat Chiang Mai Night Safari

Chiang Mai Night Safari beralamatkan di 33 หมู่ 12 หนองควาย หางดง (hehehehe…, gimana bacanya yaa…?), gak jauh dari Royal Park Ratchaphruek..  Tempat ini merupakan nocturnal zoo  dan nature theme park ketiga di dunia,  dibangun oleh Pemerintah Thailand dalam rangka promosi pariwisata Thailand… Apa maksudnya nocturnal zoo? Nocturnal zoo, artinya kebun binatang yang berisikan makhluk-makhluk dengan aktivitas di malam hari..  Jadi di kebun binatang ini kita bisa melihat aktivitas binatang di malam hari.. Seru yaaaa……

CM Night Safari1 aBerapa harga tiket masuknya…? Untuk orang dewasa THB 300, untuk anak-anak THB 150.  Klo di kurskan hari ini, dengan kurs  TBH 1 setara dengan IDR 450, harga tiket masuk itu kira-kira IDR 135K untuk orang dewasa dan IDR 67,5K untuk anak-anak.

Saat kami sampai di sana, hari masih sore, menjelang magrib.. Kami bisa melihat-lihat dulu di halaman luar CM Night Safari, di sekitar parkiran.. Ada apa aja? Ada gajah, yang ditempatkan di tanah yang luas, berpagar kawat tinggi..  Juga ada rusa, kelinci dan jerapah.. Oh ya, di dekat parkiran ada serombongan ibu-ibu yang ditugaskan menjual sayur-sayuran untuk diberikan pada kelinci, rusa dan jerapah…

Sebelum masuk ke CM Night Safari, kami dibawa Worolak dan keluarga makan di tempat ini.. Makanan dihidangkan dalam bentuk buffet.  Worolak dengan sabar menjelaskan pada saya, apa bahan makanan yang dihidangkan.. Mana yang bisa yang saya makan, mana yang tidak..  Di restaurant itu juga Worolak mencarikan ruang buat saya agar bisa menjalankan sholat magrib, sekaligus isya.

Gerbang CM Night Safari dihiasi patung gajah putih yang besar, lambang Kerajaan Thailand..  Pintu masuk berada di dalam gedung yang berisikan toko-toko souvenir.  Di sana juga ada orang-orang yang memakai pakaian seperti binatang.. Dan ada juga orang-orang dengan pakaian carnival.. Mereka melakukan tarian semacam tarian selamat datang. Mereka cantik-cantik.. Tapi jangan salah…, they are not women…

Keluar dari gerbang masuk, kami menemukan kolam yang besar.., yang pada waktu-waktu tertentu menampilkan Dancing Fountain.., permainan air diiringi musik serta permainan lampu yang ciamik…

CM Night Safari2 aTapi Worolak, mengajak kami segera mengantri mobil yang akan membawa kami bersafari.. Karena biasanya antriannya lumayan..  Acara nonton Dancing Fountain bisa dilakukan usai safari..

Untuk bersafari, kita disediakan mobil terbuka, dengan 3 jalur tempat duduk.. Tiap-tiap mobil terdapat 2 petugas, supir dan guide, yang menjelaskan apa yang dilihat..  Apa memangnya yang dilihat…?

Zoo di CM Night Safari ini memang dibuat seperti alam bebas… Hampir tidak ada lampu… Para peserta safari dilarang memotret menggunakan flash.., karena bisa mengejutkan para binatang, dan memancing perilaku tak wajar dari mereka. Karena aku hanya membawa si Nikon merah (camera pocket), dengan zoom yang terbatas maka tidak ada satu pun foto binatang-binatang buas yang layak ditampilkan di blog ini…  Maaf yaa…

Jalur untuk lalu lintas mobil yang dinaiki pengunjung dengan hewan-hewan yang buas dibatasi dengan kolam yang besar dan pagar kawat rapat dan tinggi, yang dialiri listrik..  Antar zona dibatasi dengan gerbang-gerbang listrik.  Sedangkan hewan-hewan jinak di lepas, sehingga bisa menghampiri mobil yang ditumpangi pengunjung dan diberi makan oleh pengunjung..  Jangan kaget kalau tiba-tiba ada kepala jerapah muncul di samping kita… Hehehhe.. Tapi beneran seru dan deg-degan..  Karena beneran rasanya seperti di alam liar… Gelap, dan mobilnya terbuka, tanpa dinding..  Hanya ada suara jangkrik dan hewan liar… 😀

Selesai berkeliling, mobil dihentikan di tempat yang banyak rusa-rusa jinak..  Menggemaskan…  Puas bermain-main dengan rusa, kami kembali ke pelataran yang ada kolam air mancur besar.. Kami duduk di bangku-bangku yang disediakn di tepi kolam, menikmati Dancing Fountain..  Rasanya santai sekali… Malam, langit cerah, udara bersih segar… Sementara mata dimanjakan dengan permainan air, cahaya yang diiringi musik..  Tak sadar, waktu sudah jam 10 malam waktu Chiang Mai.. Kami harus segera pulang…,, ke Lamphun..  Sekitar 1 jam perjalanan.. ***

10 thoughts on “Jalan-jalan ke Chiang Mai

    1. Worolak itu sahabatnya sahabatku kak Vivi. Mereka teman saat kuliah di NZ.
      Worolak dan suaminya baik banget.. mereka peduli ttg apa yg bisa dan tidak bisa diriku konsumsi..

    1. Teeima kasih juga ayas kunjungannya Mechta… ini baru catatan hari pertama. Saya sempat 3 hari di Chiang Mai. Hari keempat pylang ke pku via KL jadi msh ada 2 bagian lg dr jalan2 ke Chiang Mai. Semoga bisa segera dipublikasi..😀

        1. Iya juga ya kak Noni.. Tapi mungkin untukplan 3 atau 4 bulan ke depan, mungkin masih bisa kali yaa.. Cutinya jgn dekat hari libur nasional, supaya gak banyak bersaing dengan teman-teman lain.. Apa lg teman-teman yang punya anak usia sekolah.. Bagaimana pun situasinya, mari tetap jalan-jalan..😀

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s