Makan Bareng…

Postingan ini ditulis dari hasil dengar curhatan sohib-sohib… Curcol tentang perasaan yang “sakitnya tuuhh di sini” sambil nunjuk dada….   :D  Perasaan yang pernah juga aku rasakan, dulu…  Mungkin teman-teman juga pernah merasakan…  Perasaan apa siyyy…? Perasaan gak nyaman… Hahahaha…

Makan barengOrang-orang yang bekerja, seperti diriku, dan mungkin juga teman-teman, makan siang kan biasanya dilakukan  di luar rumah.. Bisa di kantin kantor…, di resto atau food court…  Ada juga siyy yang bawa lunch box…  Makannya biisa sendiri atau bareng-bareng dengan teman temin…

Buat sebagian orang, makan sendiri, terkadang bisa menimbulkan rasa gak nyaman, apa lagi kalo di resto atau food court..  Apa lagi di negeri kita, duduk makan sendiri di tempat umum, acap kali terasa seperti makhluk yang tak mampu bersosialisasi, sehingga tak punya teman, bahkan untuk makan… hiks...   Dan makan bareng-bareng, sambil ngobrol juga memang rasanya lebih menyenangkan…, karena sudah takdirnya manusia itu makhluk sosial, butuh bergaul, butuh orang lain di sekitarnya…

Karena kedua alasan itu, kita selalu berusaha mencari teman saat makan di luar rumah…  Tapi ternyata makan bareng orang lain, yang bukan keluarga itu juga tidak mudah… :D  Kenapa…? Karena manusia lain, meski itu teman, adalah makhluk lain yang punya hati dan pikiran yang berbeda… Belum tentu sama pikiran dan perasaannya soal hak dan kewajiban…😀

Maksudnya….?

Maksudnya ketika kita makan bersama di resto atau food court, pasti lah akan ada biaya yang harus keluar untuk membayar makanan yang dimakan..  **nenek-nenek juga tau… hehehehe*  Naaahhh, kalo makan bareng, sering pula, siapa yang harus membayar?

Kita, yang katanya orang timur, penuh tenggang rasa, sering kali belum bisa bersikap seperti orang Belanda yang hanya membayar apa yang mereka makan..  Kita merasa gak enak kalau bersikap begitu.. Sekan tak ada basa basi…  :D  Tapi kan kita juga gak bisa sering-sering mengeluarkan uang hasil kerja keras kita untuk membayari makan orang lain, yang juga punya uang…

Kalau makannya di food court yang self service, ambil makanan, lalu langsung ke kasir…, itu akan lebih mudah… Setiap orang tinggal bayar, apa yang dia ambil…  Tapi kalau makanannya diorder, dihidangkan, lalu tagihannya mucul dalam satu tagihan…., ini yang jadi masalah…

Sebenarnya, hal ini gak perlu jadi masalah.., kalau yang makan bareng itu sama-sama memakai perasaan dan pikiran… Bisa dengan membayar apa yang dimakan dan minum, bisa dengan membagi sama besar seluruh tagihan, bisa juga dengan gantian membayar..  Tapi kita kerap berurusan dengan orang-orang yang memakai perasaan dan pikiran hanya untuk hal-hal yang terkait dengan dirinya, hal-hal yang menguntungkan dirinya, saja…😀

Aku dulu pernah merasakan, ada teman yang selalu makan bareng, tapi hampir gak mau mengeluarkan uang untuk apa yang dia makan..  Bahkan pernah satu kali saat makan bareng, dia mengeluarkan uang yang bahkan tak cukup untuk membayar apa yang dia makan dan minum.. Jadi secara halus dia suruh aku nombokin apa yang dia makan..  Kalo bang Haji Rhoma Irama bilang, terlalu……  :D  Kalau temanku itu gak punya duit, aku dengan sangat senang hati, nombokin.. Tapi saat itu, teman ku itu jauh, jauh, jauh lebih berpunya dari diriku, yang saat itu adalah PNS yang baru pulang tugas belajar… Nyaris bangkrut, booo…. Hehehe… Capek berurusan dengan teman yang begitu, aku memutuskan untuk kabur dari pergaulan yang satu itu…  Memang gak bagus jadinya… Tapi dari pada bikin hati gak nyaman terus menerus.. Kabur adalah pilihan terbaik…😀

Naahhh, curhatan teman-teman baik ku kali ini juga begitu.. Kami biasa main dan makan bareng, biasa berbagi rezeki.., meski hanya sepotong kue, atau sebungkus keripik..  **Aiihhh jadi ingat ada yang dengan wajah sumringah mengantarkan 2 buah lepat pisang ke ruang kerjaku minggu lalu… Terima kasih kak In.. Aku sayang sama kakak.. Sungguh…* Kami malah biasa rebutan bayar, kalo pergi makan bareng.  Bukannya apa-apa, karena kami bisa saling merasakan bahwa uang yang kami miliki itu diperoleh dengan bekerja, dengan keras bahkan..  Kalau kita sebagai pribadi, masing-masing mendapatkan uang dengan bekerja keras, bukankah teman yang lain juga mendapatkannya dengan bekerja keras.. Bagaimana bisa kita menikmati hasil kerja keras teman kita tanpa memberi secara seimbang…?

Teman-teman ku itu, yang akhir-akhir ini sering makan bareng dengan orang lain cerita… “Sondha gak tau aja… Sekarang ada tricknya menghindari bayar makan…  Ada 2 cara, terbaru ‘Ndha.. Yang pertama, pura-pura ngobrak ngabrik tas…, tapi gak selesai-selesai… Entah apa yang diobarak-abrik… Yang kedua, nelpon berlama-lama.. Padahal entah iya nelpon entah tidak…  Sampai kita niyy gerah, akhirnya ambil inisiatif untuk membayar.. padahal hari-hari sebelumnya kita juga yang bayar.. Keterlaluan nggak tuuhhhh…?”  Hmmmmm….  Teman ku itu melanjutkan, “Ada lagi yang bisa dengan tambeng dan tebal muka, tetap cuek dan pura-pura tak dengar, meski sudah dibilang bahwa kali ini giliran dia yang bayar…”  **gubbbbrrrrraaaaakkkkkssssss*

Hmmmmm….. Mungkin memang sudah waktunya untuk lebih selektif dalam memilih teman makan bareng…  Sudah saatnya gak perduli meski orang mencap kita dengan stempel yang aneh-aneh.. Yang penting hati kita nyaman..   Kalau orang yang suka gak fair dalam urusan bayar membayar itu ngajak makan, bilang aja lagi diet.. Hahahahaha...

Atau kalau memang harus makan bareng juga dengan mereka, karena kan gak mungkin juga selamanya bisa menghindar, begitu tagihan makanan datang, kita keluarkan saja uang sedikit diatas jumlah harga makanan dan minuman yang kita nikmati saja…  Sisanya, suruh yang lain bayar, sesuai dengan yang dia makan….  Peduli amat mereka bilang apa..  Karena hati kecil masing-masing sebenarnya tahu kok, yang benar itu seperti apa..  ***

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s