Bandel……

Tugasku di kantor adalah membantu menyusun rencana kerja, termasuk budgeting…

Pada sekitar bulan oktober saat menyusunkan budget tahun 2011, oleh instansi perencana dikasi pagu yang hampir setengah dari tahun sebelumnya.. Pagu itu termasuk komponen gaji.. Akibatnya anggaran untuk kegiatan harus turun sampai 25% dari tahun sebelumnya..

Berharap bisa mendapatkan tambahan anggaran dari komponen gaji, aku lalu meminta pegawai yang bertugas mengelola gaji untuk merevisi anggaran gaji supaya usulannya mendekati angka real, tidak berlebih2.. Tapi pegawai tersebut sedang cuti melahirkan.., jadi tidak masuk kantor.. Saat aku tanya siapa pegawai lain yang bisa membantu menghitungkan kembali, dia bilang tidak ada.  Saat aku tanya lagi apakah dia bersedia untuk menghitungkan kembali, dia bilang dia tidak bisa karena harus istirahat.  Jadi komponen gaji tidak bisa ku utak-atik… Maka aku harus pasrah dengan anggaran kegiatan yang terjun bebas sampai sekitar25% dibanding tahun 2010…

Lalu di akhir tahun 2010, ternyata realisasi gaji hanya mencapai 11,2 Milyar.. Ada dana 3.3 Milyar yang tidak terpakai, karena si petugas membuat perhitungan kebutuhan sekitar 14,5.. Subhanallah.. Perhitungan yang meleset jauh banget….  Perhitungan yang sama dia gunakan untuk tahun 2012 ini… Bayangkan sebenarnya ada dana lebih yang bisa digunakan untuk kegiatan..Nyebelin gak siyyy…? Urrrggggghhhhh…..

Beberapa hari yang lalu, aku memanggil pegawai tersebut.. Meminta dia membuat hitungan yang lebih rasional agar dilakukan perubahan…

Saat aku tanya kenapa dia bikin perhitunga yang terlalu jauh, dia bilang supaya ketersediaan dana aman, gak bakal kekurangan.. Alasan lebay….

Lalu aku jelaskan betapa sayangnya segitu banyak uang menganggur…, dia jawab dengan entengnya, “Kan uangnya gak diambil.. Jadi gak ada masalah..”

Sumpeeee,  hati dan otakku panas mendengar jawabannya.. Karena itu berarti dia tidak mengerti konsep penganggaran yang lebih makro.. Dia hanya tahu dunianya dia..

Lalu aku jelaskan, bahwa dana yang dibiarkan menganggur itu, kalau dipostkan secara tepat akan bermanfaat bagi kegiatan pembangunan.., akan menggerakkan ekonomi… Aku jelaskan, kalau ada 20 orang aja pengelola gaji kayak dia di lingkungan pemerintah kami, akan ada dana nganggur sekitar 40 M dan itu bisa bangun jembatan, bisa membangun jalan beberapa kilometer…

Dia bilang, “Aku kan gak tau, kak.  Aku gak ngerti kalau sampai ke situ dampaknya.”

Aku dengan nada tegas karena jengkel bilang, “Makanya kamu, kalau gak ngerti kerangka pikir yang besarnya, itu ditanya.  Jangan bilang gak bisa, gak bisa. Lagian apa susahnya ikut saja apa yang saya suruh.  Gak akan saya menyuruh kamu untuk sesuatu yang sia-sia.”

Pegawai tersebut terdiam, meninggalkan ruang kerjaku dengan wajah rada jengkel untuk melakukan rasionalisasi hitungannya…

Tadi malam, saat menjelang tidur kejadian itu berputar ulang di kepalaku..  Persis seperti nonton film…  Tiba-tiba terlintas dalam pikiranku, “BUKANKAN SIKAP PENGELOLA GAJI ITU SERING  KITA LAKUKAN SAAT KITA MENGHADAPI PERINTAH ALLOH…?”

KITA SEBENARNYA TIDAK MENGETAHUI SKENARIO ALLOH SECARA KESELURUHAN TERHADAP HIDUP KITA… TAPI KITA ACAPKALI NGEYEL, DAN GAK MAU MENGIKUTI PERINTAHNYA… KITA MEMBANDEL… !!! Astagfirullah al adzim…

Semoga hati kita melembut, melembut untuk mengikuti perintahnya,  menerima takdir2nya dalam kehidupan kita, yang seringkali terasa berat dan menyakitkan, karena sesuangguhnya kita belum tahu rencana utuh yang Alloh telah tetapkan…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s