Posted in My Heart, Penyanyi Kamar Mandi

Single Happy..

Malam iniaku dapat kiriman ISTIMEWA dari seorang sahabat di dunia maya..   Seseorang yang luar biasa karena maniz hatinya dan cool pikiran2nya…

Apa kirimannya…  Hmmmmm… sebuah video clip yang keren abizzz…  Yang “Me” banget…, dan isinya mengingatkan ku pada tulisanku yang ini, yang aku buat hampir 2 tahun yang lalu…

Thank you ya, mbak Fitra…  Aku benar2 senang nerimanya…  Being Single is Not Bad at All, right…?

SINGLE HAPPY by : Oppie Andaresta

Mereka bilang aku pemilih dan kesepian
Terlalu keras menjalani hidup
Beribu nasehat dan petuah yang diberikan
Berharap hidupku bahagia

[!]
Aku baik-baik saja
Menikmati hidup yang aku punya
Hidupku sangat sempurna
I’m single and very happy

[!!]
Mengejar mimpi-mimpi indah
Bebas lakukan yang aku suka
Berteman dengan siapa saja
I’m single and very happy

Mereka bilang sudah saatnya karena usia
Untuk mencari sang kekasih hati
Tapi ku yakin akan datang pasangan jiwaku
Pada waktu dan cara yang indah

Back to [!][!!]

I’m single and very happy

Waktu terus berjalan
Tak bisa ku hentikan
Ku inginkan yang terbaik untukku

Posted in My Mind

Pilih Siapa, Yang Mana….?

berkibarlah-bendera-ku

Beberapa hari yang lalu seorang teman bilang:  Sebel ya ‘Ndha ngeliat Preman Simpang..

Aku yang gak ngerti maksudnya menatap dengan raut wajah heran.., lalu berkata : Preman Simpang mana? Siapa?

Temanku : Itu lho ‘Ndha, para caleg yang wajahnya dipampangin di simpang2 jalan..  Pusing ngeliatnya..

Aku :  Oohhhhh…. Kalo aku siyy bilangnya Para Penunggu Pohon...  Kenapa emang?

Teman : Pusing lah ‘Ndha ngeliatnya…  Kok yang dipublikasiin wajahnya siyyy…? Kok bukan program yang akan mereka perjuangkan kalo jadi anggota legislatif.. Kan gak jaman milih wakil rakyat berdasarkan wajahnya..  Emang kalo wajahnya lebih ganteng, lebih cantik atau lebih berwibawa akan jadi jaminan dia akan beneran memperjuangkan aspirasi rakyat saat jadi legislatif..? Jaka sembung bawa golok, dooonnnkk…..!!!

Tadi pagi seorang kenalan nulis di status fesbuknya “Pusing ngeliat para caleg masih di pohon…!!”

Lalu komen yang menyertainya…  :

1.  di tebang aja pohonnya..trus kasi menyan ama bacain mantra…pasti ga gentayangan lagi..

2.  tapi yg gentayangan ini keren2.. baik hati, tidak sombong, cinta negara, rela berkorban utk kepentingan umum, berbudi luhur etc… etc… ????????????

3.  hmmmm… preman simpang & penghuni pohon itu masih akan berkeliaran sampai april.. jadi harap bawa aja stock obat pusing..

4.  Apa iya negara ini bisa sejahtera dengan kehadiran preman simpang dan penghuni pohon itu?

5. Ya pasti engggaaaaakkkkk buanget… Makanya,  rakyat seharusnya memilih orang2 yang punya track record bagus dalam pengabdian pada masyarakat, punya visi dan berani menyatakan komitmen2nya dalam kontrak politik, bukan janji2 kosong yang basi banget.. Bukan orang2 yang gak punya job dan menganggap menjadi anggota legislatif sebagai kesempatan kerja dengan upah tinggi…

Kalo ada kontrak politik, rakyat akan punya dasar untuk melakukan class action kalo suatu saat anggota legislatif itu terbukti tidak melaksanakan komitmennya..  Ngabur aaaacccchhhh…. Takut ditimpukin sepatu sama para preman simpang dan penghuni puun….

6.  Let’s Golput aja kita..

7.   Golput bukan solusi… Mestinya kita membangun jaringan dengan orang2 yang punya komitmen membangun negeri ini.. Tapi mereka pada dimana yaaa….? Kok rasanya manusia yang punya rasa cinta sesungguhnya pada negeri menjadi sesuatu yang langka di negeri berpenduduk 200 juta lebih…

8.  Mereka sdh pada tdk ada di muka bumi ini. Udah pindah ke alam lain. Para Kapitalis udah mentransfer pola pikir pemimpin negeri ini.  Contohnya ga jauh2, kita2 yang dilingkungan Pemda aja, bisa dilihat orientasinya kan?

Hmmmm komen2 itu selesai sampai di situ…

Lalu, tadi siang aku ngobrol dengan seorang teman lama yang ternyata juga caleg… Sebagai teman, aku menyarankan padanya agar dia menyebarkan komitmen politik yang dituangkan dalam kontrak politik..  Aku mencoba meyakinkan bahwa itu justru akan meningkatkan jumlah pemilihnya..  Karena pemilih akan punya pegangan dalam memilih, gak seperti beli kucing dalam karung..

Tapi menurut temanku itu, membuat komitmen politik yang dipublikasi  gak sesuai dengan aturan partainya..  Katanya mereka gak perlu bikin seperti itu karena saat mereka jadi caleg nanti mereka kan akan diambil sumpah, seperti juga Pegawai Negeri Sipil..

Tapi temanku itu tau gak yaaa..  Kalo saat PNS diambil sumpah, ada beberapa versi, ada yang cuma menggerak2kan mulut tapi gak mengucapkan apa2, ada yang cuma diam – mingkem abis.., ada yang mengucapkan tanpa berpikir akan makna sumpah tersebut.   Cuma sedikit yang mengucapkan sumpah itu dengan sungguh2 dan sepenuh hati..  Hasilnya..  Gak mau jawab ahhh.. Kan. gak boleh jelek2in korps sendiri…

Temanku itu juga pernah bilang, kalo komitmennya itu ke Alloh, jadi gak perlu lah dia menyatakan komitmen2nya pada calon pemilihnya…  Hmmmmm…. gimana ya…?  Betul kita dalam menjalani hidup bertanggung jawab kepada Pemilik Kehidupan, tapi kita kan juga harus bertanggung jawab kepada sesama manusia, kepada orang2 yang memberikan amanatnya pada kita..

So… menurut teman2, apakah kita harus golput…? Kalo menurut aku siyy eggak sama sekali… Memilih itu kan hak kita, masa hak mau dibuang.. Sayang atuh..

Kalo kita gak golput, caleg yang seperti apa yang harus kita pilih…?

Kalo menurut aku siyy, caleg yang harusnya kita pilih adalah caleg yang  PUNYA VISI dan MISI, yang bisa menjabarkan VISI MISI-nya kedalam langkah2 yang realistis untuk dicapai dalam 5 tahun..  Caleg YANG BERANI menuangkan VISI MISI dan LANGKAH2 yang akan dijalankan dalam suatu dokumen KONTRAK POLITIK yang memenuhi aspek2 hukum, sehingga bisa dijadikan dasar untuk meminta pertanggungjawaban si calegdi akhir masa jabatannya, bila dia terpilih.  Selain itu kita juga harus milih caleg yang punya track record bagus dalam berkarya untuk masyarakat, caleg yang punya usaha untuk meghidupi keluarganya, bukan menganggap menjadi legislatif sebagai peluang kerja bergaji tinggi..

Gimana menurut teman2…?