Heidi and My Childhood Dreams..

Beberapa hari yang lalu, saat ngantri beli chinesse food buat buka puasa, Tati dan Kak Lintje masuk ke toko kaset di sebelahnya yang juga menjual CD, VCD dan DVD..  Di rak yang memajang DVD-DVD yang dijual, Tati melihat DVD film Heidi. Aha……!!!!! Tati sebenarnya udah lama berharap bisa menemukan DVD atau VCD film ini.  Tati sempat nonton film ini saat ditayangkan di RCTI sekitar akhir tahun 1995.  Tapi ya cuma sekali itu…  RCTI atau pun stasiun TV lainnya gak pernah mutar lagi film ini..

Apa siyy ceritanya Heidi, kok Tati segitu terkesannya dan pengen nonton lagi…?

Tati mengenal Heidi saat Tati masih bocah banget..  Saat hidup Tati begitu indah karena dipenuhi dengan buku-buku cerita yang sangat banyak…  Karena ibu kalau keluar kota selalu mengoleh-olehi Tati dengan seabrek-abrek buku cerita..   Akibatnya Tati jadi  cinta buku sampai hari ini..

Saat itu Heidi hadir dalam bentuk buku cerita bergambar yang berwarna indah…  Yang mampu membuat imajinasi Tati melayang jauh bersama jalan cerita….

Heidi adalah seorang anak yatim piatu yang dibesarkan oleh adik ibunya setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan lalu lintas.  Karena ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di Frankfurt, adik ibu Heidi mengantarkan Heidi untuk tinggal bersama kakeknya, ayah dari ayahnya, yang tinggal di sebuah desa di pegunungan di Swiss. Kakek Heidy yang menjauhkan diri dari masyarakat setelah kehilangan istri dan anaknya, tinggal di daerah yang sangat tinggi dan hidup dengan menjual keju yang dibuatnya sendiri dari susu kambing peliharaannya.  Naahhh seorang anak lelaki seumuran Heidi yang membantu kakek mengembalakan kambing-kambing si kakek bernama Peter.

Awalnya sulit buat Kakek menerima kehadiran Heidi, namun Heidi yang manis, baik hati dan tabah membuat kakek dan orang-orang yang tinggal di sekitar rumah mereka menyayanginya.

Kehidupan berbahagia mereka dirusak oleh tante Heidi yang mengambil Heidi kembali dan membawanya ke Frankfurt untuk menemani Clara, seorang anak tunggal orang kaya.  Anak tersebut sudah tidak punya ibu, ayahnya selalu bepergian untuk melakukan bisnisnya, dia juga tidak bisa berjalan dan tidak punya teman, sehingga kesepian.  Heidi yang tabah berusaha menjadi teman yang baik bagi Clara, yang sangat menyukainya.  Heidi bersabar dengan harapan dia suatu saat bisa kembali ke desanya dengan membawakan roti yang lebih lembut bagi nenek Peter yang sudah tua dan buta..

Tapi akhirnya rasa rindu Heidi akan kakeknya membuat dia jatuh sakit sehingga keluarga Clara mengirimkannya kembali ke desa asalnya.  Bahkan keluarga Clara berkunjung ke sana dan mengizinkan Clara untuk menikmati musim panas di sana.  Musim panas yang baik bagi kesehatan Clara.

Di buku cerita, gambar tentang desa dan rumah kakek Heidi serta rumah-rumah di desanya begitu indah.. Begitu indahnya sehingga di masa kanak-kanak Tati selalu berangan-angan suatu saat bisa berkunjung ke Swiss..  Tati juga bermimpi suatu saat untuk punya rumah dari kayu di pegunungan…

Tati berharap di suatu episode di hari tua Tati bisa tinggal di Sipirok yang sejuk, di sebuah rumah kayu yang dikelilingi taman penuh bunga-bunga…  Hmmmmm….. Mudah2an suatu saat bisa kesampaian ya…