My Tabulapot…..

Dua tahun yang lalu…. Ujug2 ada orang yang ngedatangin Tati di meja kerja di kantor… Dia nawarin bermacam2 jenis tanaman buah dalam pot (tabulapot), yang akan segera berbuah… Secara Tati emang seneng memelihara tanaman…, dan harga yang ditawarkan reasonable serta terjangkau…, maka Tati memutuskan membeli sebatang pohon jambu. Kenapa pohon jambu…? Karena dulu di rumah jalan Kundur di Kompleks Gubernur, tempat Tati dibesarkan, ada pohon jambu dengan jenis yang sama.. A nostalgic reason.. Hehehe.. Tati malah pengen beli jambu bol juga, tapi yang jual gak punya….

Now…., setelah dua tahun berselang… pohon jambu tersebut tingginya gak sampai 2 meter, paling hanya sekitar 1.5 meter… dan sudah mulai belajar berbuah.. Baru beberapa rangkai sih… tapi lucu, imut2, cantik, segar daaaaaaaaannnnnnnn, setelah diicip2 dengan ibu2 peserta arisan tetangga yang lagi kumpul2 di rumah, rasanya maniiiiizzzzz meski gak pake acara dicuci dulu…, asli dari pohon langsung masuk mulut…!!! Halaaaaaaahhhhhhh….

Karena beberapa tahun yang akan datang halaman rumah Tati akan rimbun dengan pohon matoa dan pohon tanjung yang Tati tanam waktu mula2 menempati rumah ini, kayaknya tabulapot adalah tanaman yang cocok buat rumah Tati yang imut2 dengan halaman yang juga mungil.. Karena tabulapot itu juga imut2, gak makan tempat, dan cepat berbuah pulaaaa…. Kebayang deh serunya bisa panen buah di halaman rumah sendiri…

Ini foto2 buah jambu generasi pertama dari tabulapot Tati… Yang ngelihat dilarang ngeceeeezzzzzzz……..



The Namesake…

Akhir pekan sebelum puasa, salah satu vcd yang Tati beli judulnya The Namesake. Film ini film tentang orang Amerika keturunan India (Benggali), yang mencari identitas diri. Tati jarang banget nonton film India, tapi film yang ini Tati pengen nonton karena menyangkut pencarian “akar” di tengah dunia yang berbeda…

Ngomong2 film India… Waktu kecil, karena (alm) Ibu dan (alm) Tante Mong, adik ibu, suka banget nonton film India, Tati, kalo gak salah ingat, sering dibawa ke bioskop Astanaria yang berlokasi di daerah Pajak (pasar) Pringgan Medan buat nonton film India. Bioskop ini kalo gak salah, udah ditelan zaman deh.. Tapi setelah bisa pergi nonton sendiri, Tati tuh rasanya ogah ngeluarin duit buat nonton film India. Geli aja rasanya ngeliat, orang ketemu tembok terus nyanyi…, ketemu sapi nyanyi… Pake adegan kejar2an di taman bunga… Haaallllaaaah…. Oging gue …!!!
selanjutnya….

Blog Papa….

Minggu sore, waktu ngobrol2 di rumah Sei Bingei No. 41, Papa cerita kalo Papa ada menulis beberapa buku tentang Sibadoar dan daerah2 sekitarnya berdasarkan hikayat dan cerita orang2 tua yang pernah Papa dengar. Tulisan Papa ini sebelumnya hanya dipublikasikan di kelompok tertentu, yaitu Punguan Anak/Boru/Bere-Pisang Raut Bonabulu Parhutaon Sibadoar di Medan.

Tati lalu menawarkan pada Papa untuk membuatkan beliau blog, dan mempostingkan tulisan2 Papa secara bertahap, dengan harapan dapat dibaca oleh generasi Angkola Sipirok, terutama yang berada di perantauan yang mungkin tidak mengenal hikayat tentang daerah asal mereka. Blog Papa, Tati beri nama BAGINDA HABIARAN, sesuai dengan gelar Papa yang diberikan di Sibadoar pada tahun 1978.

Kiranya blog ini bermanfaat bagi orang banyak, terutama generasi muda Angkola Sipirok, serta memberikan kebahagian bagi Papa sehingga beliau panjang umur dan dapat menjadi pengayom bagi kami anak2nya. Amin***

A Good Year

Setelah wara wiri dari pagi sampai siang…, leyeh2 di tempat tidur sambil nonton adalah kegiatan yang menyenangkan… Ditambah pula udara yang dingin dan lembab karena hujan yang turun terus menerus dari siang…, nikmat banget rasanya bisa bergelung dengan selimut sampai di leher… Plus pake training dan pullover.., jadi ingat baju2 kebangsaan jaman masih tinggal di Bogor..

Asyiknya nonton film apa ya…? Pilah pilih pilah pilih… Tati akhirnya mutusin buat nonton “A Good Year” yang baru aja dibeli siang ini di Disc Tara, Mall SKA.

Film ini dibintangi Russel Crow, yang berperan sebagai Maximmillian, orang Inggris yang kerja di London Stock Exchange, berjiwa spekulan dan luar biasa cerdas di bidangnya. Maximmilian dinyatakan sebagai ahli waris dari Henry, pamannya yang meninggal dan tidak mencantumkan satu nama pun sebagai ahli warisnya. Warisan itu berupa sebuah château dan kebun anggur di Perancis, tempat dimana Henry menetap bertahun2. Secara Max punya otak dan jiwa business, dia berencana untuk menjual seluruh peninggalan Henry… Tapi kemudian, rasa cinta Max pada Henry yang pernah memberikan satu musim panas yang istimewa buat Max, yang orangtuanya entah kemana, merubah Max, membangkitkan sisi jiwa yang bertahun2 terabaikan..

Detilnya dan akhirnya…? Mungkin lebih baik teman2 nonton sendiri aja ya… Karena pasti akan lebih asyik… Tati paling sebel kalo belum nonton suatu film tapi terus diceritain lengkap2.. karena akan kehilangan kesempatan untuk menemukan kejutan2 yang ada dalam sebuah film… Gak excited lagi…!!! Rugi donk udah keluar duit… Hehehehe…

Tapi, buat Tati “A Good Year” tidak memanjakan penontonnya dengan pemandangan perkebunan anggur Perancis yang indah… Kalah deh dengan yang diberikan film “Under the Tuscan Sun” yang dibintangi Diane Lane… Film yang satu ini, benar2 menyajikan gambar2 daerah Tuscan yang luar biasa indah dan colorfull…

“A Good Year” kalah juga dengan keindahan gambar di film A Walk in the Cloud yang dibintangi Keannu “Speed” Reaves, yang juga bersetting perkebunan anggur, tapi di Amerika… A Walk in the Cloud malah memberikan suatu adegan yang sexy dan indah banget.. Yaitu adegan para pemilik kebun anggur harus mengepak-ngepakkan “sayap” di antara pohon2 anggur untuk menyebarkan uap panas yang akan menghangatkan buah2 anggur yang siap dipetik, supaya gak frosted.. Bener2 adegan yang indah..***

Akeelah N d Bee

Tadi malam, setelah selesai beres buat pulang ke Medan ntar sore Tati sempat2nya tergoda dengan DVD yang dibeli weekend yang lalu tapi belum sempat ditonton. Judulnya Akeelah and the Bee..

Film ini bercerita tentang anak perempuan berusia 11 tahun,namanya AKEELAH ANDERSON yang suka sekali dengan spelling (mengeja), dan itu merupakan cara dia buat mengalihkan kesedihan atas kematian ayahnya pada saat dia berusia 6 tahun. Karena nilai ulangan mengeja (kalo dikita imlak kali ya?) bagus terus, dia ditawari untuk ikut spelling bee, mulai dari tingkat sekolah..

Apa itu Spelling Bee? Spelling Bee adalah kontes mengeja buat anak usia 12 -14an tahun di US. Bahkan kontes ini sampai bertaraf nasional.. Belajar mengeja bukan hanya menghafal kata2, tapi juga mempelajari dari mana asal kata2 tersebut, apa kata dasarnya dsb dsb..

Film ini kayaknya asyik buat ditonton bersama2 dengan keluarga, karena mengajarkan rasa cinta kasih, persahabatan dll, selain semangat untuk maju dan bertanding dengan sportif.. Tapi ada satu quotation yang Akeelah disuruh Coach-nya baca keras2 pada hari pertama dia belajar…

Our deepest fear is not what we were inadequate
Our deepest fear is that we are powerful beyond measure
We ask ourselves,
Who am I, to be brilliant, gorgeous, talented and fabulous?
Actually, who are you not to be?
We were born to make manifest,
The glory of God that is within us
And as we let our own light shine,
We unconsciously give other people permission to do the same..

Terkadang, kita terbenam dalam masalah2 kehidupan sehingga kita kadang lupa dengan our goal…***