Museum Charlie Checkpoint

Museum Charlie Checkpoint  adalah sebuah museum yang berlokasi  di Friedrichstraße 43-45, D-10969 Berlin-Kreuzber, Jerman…   Jerman…? Iya, Alhamdulillah diriku menginjakkan kaki di tempat itu pada bulan Agustus 2014..

Checkpoint Charlie 2aYa…, dalam hidup kadang ada banyak kejutan yang hadir tanpa direncanakan..  Aku tak pernah merencanakan untuk menginjakkan kaki di Jerman pada tahun 2014..  Aku hanya merencanakan untuk pergi ke Tanah Suci.. Tapi Allah menentukan lain… Di tahun 2014, aku alhamdulillah bisa pergi ke Tanah Suci daannn, aku juga sampai ke Jerman.  Alhamdulillah..

Museum Charlie Checkpoint  berada di pusat kota tua Berlin..  Daerah yang merupakan  perbatasan Berlin Barat dan Berlin Timur… Dulunya  di lokasi ini terdapat pintu keluar-masuk Berlin Barat – Berlin Timur, tempat pemeriksaan di perbatasan,  yang dinamakan Charlie Point.     Sekarang hanya nampak sisa-sisa tembok di beberapa lokasi..   Sisa-sisa tembok itu pun banyak yang diambil  dan dijadikan souveniers, dengan label “Berlin Wall”.    Tempat yang dulu merupakan lokasi pemeriksaan, sekarang  menjadi tempat berfoto bagi turis yang datang.., tentu dilengkapi dengan petugas yang berpakaian ala tentara Amerika Serikat..  Untuk berfoto ddi tempat itu, lengkap dengan didampingi sepasang “tentara”,  kalau gak salah ingat, dipungut bayaran  Euro $ 3.. Sekitar IDR 50 K..  Ya, samalah dengan biaya 2 kali berfoto dengan si Bapak Kuping Panjang…😀

Checkpoint Charlie 1aMuseum Charlie Checkpoint  didirikan pada tahun 1962 oleh Dr. Rainer Hildebrandt, pejuang hak azazi manusia..  Bermula hanya dari 2,5 ruang untuk display tentang Tembok Berlin yang saat itu baru dibangun (Tahun 1953), museum ini berkembang, tidak lagi hanya menunjukkan tentang perjuangan orang-orang yang berusaha menyebrangi Tembok Berlin, tapi juga tentang Perjuangan Hak Azazi di muka bumi ini…

Entah mengapa, masuk ke museum ini ada suasana tegang…, kaku…  Ada sederet peraturan di pintu masuk…  Ada kamera  pengawas dimana-mana..  Entah kenapa, aku tidak aware kalau di museum ini tidak boleh memotret…  Dendanya (kalau gak salah ingat, lagi) Euro $ 300, setara dengan 5 Jeti..   Jadi lah aku motret-motret… Pas dikasi tahu salah seorang teman serombongan, huuuuuhhhh rasanya stress…. Gimana enggak stress, bisa lenyap uang jajan untuk selama perjalanan..  Dan begitu menghirup udara di luar gedung museum, rasanya lega…. Hahahaha…

Checkpoint Charlie aMuseum ini punya story line yang bagus, menurut aku…  Informasi dan koleksi yang di-display cukup runut… , meski dalam ruang-ruang yang sempit dan bertingkat-tingkat…  Di situ dipamerkan berbagai wahana yang digunakan orang-orang yang berusaha melarikan diri dari Jerman Timur ke Jerman Barat..  Ada yang sembunyi di dalam kap mobil VW, ada yang diluncurkan dengan menggunakan tali… Yang jelas dari apa yang dipamerkan itu kita bisa merasakan betapa kuatnya keinginan orang-orang itu keluar dari wilayah Jerman Timur, wilayah Komunis… Ada apa? Tentu karena merasa tertekan,  tidak aman, tidak nyaman..  Mungkin rasa tertekan ini begitu kuat, sehingga melihat barang-barang yang menjadi saksi bisu perjuangan mereka pun menimbulkan rasa tertekan…

Di bahagian yang baru dari museum ini dipamerkan tentang berbagai perjuangan untuk menegakkan Hak Azazi manusia.. Ada patung Mahatma Gandi (bahagian dada ke atas), ada foto-foto dan cerita tentang berbagai pejuang Hak Azazi Manusia dari berbagai belahan dunia, termasuk Aung San Suu Kyi.. Ada juga paparan tentang berbagai agama dan kepercayaan, dalam upaya agar manusia bisa saling menghormati dan menghargai..  Intinya museum ini berpesan agar Manusia di dunia ini hidup saling menghargai antar agama-agama yang ada,  berusaha mewujudkan Perdamaian Abadi dan hidup dengan Etika Global (Global Ethic).

Bila teman-teman punya kesempatan ke Berlin.., berkunjunglah ke tempat ini..  Agar  bisa mendapat gambaran betapa mengerikan hidup dalam negara yang diktator…  Betapa indah kebebasan, saling menghargai…  Semoga kita bisa belajar untuk melakukan sesuatu demi kebaikan umat manusia, bukan untuk kepentingan pribadi, golongan.. Apakah itu kelompok berdasarkan ras, etnis, mau pun agama..  Semoga yaa…  ***

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s