Bangkok Trip… (1)

Bangkok Trip…?

Yuuupppp… Ini sebuah perjalanan yang sudah direncanakan sejak lama… Sejak bulan Februari 2013..

Ceritanya tahun ini Herbalife Extravaganza, training tahunan Herbalife untuk kawasan Asia Pacific diadakan di Bangkok, Thailand tanggal 15 – 16 Juni 2013.  Kalo tahun lalu kan di Singapore..   Aku memutuskan untuk ikut training tersebut, dan membeli tiket training early bird.., biar rada murah…  Aku ngajak temanku kaka Vivi untuk jalan bareng..  Dan kak Vivi yang kepala Rumah Sakit di sebuah kabupaten di Riau, mau karena beliau mau melihat tentang technologi yang digunakan di sebuah rumah sakit di Bangkok, yang mungkin bisa dia adopsi untuk rumah sakit yang dia kelola…

Curry Noodles
Curry Noodles by Old Town @ KLIA

Kami berangkat tanggal 13 Juni 2013 jam 15.30 WIB dengan pesawat Air Asia, yang harganya relatif  lebih murah, dan penerbangannya juga gak muter-muter..   Jalur kami Pekanbaru – Kuala Lumpur – Bangkok..  Pekanbaru – Kuala Lumpur ditempuh dalam 1 jam.  Kuala Lumpur – Bangkok ditempuh 2 jam 5 menit..  Jadi Pekanbaru – Bangkok kalau ada direct butuh waktu sekitar 3 jam..  Gak lama lah yaa…  Lebih lama Jakarta -Papua kali yaaa,,,??  Di Kuala Lumpur kami transit sekitar 4 jam..  Jadi bisa lah “pusing-pusing”  (Melayu Malaysia =muter-muter) di Kuala Lumpur Int’l Airport (KLIA)..  Menikmati curry noodle di Old Town White Coffee, dan segelas juice seledri + aple + nenas, juga menyusuri rak-rak coklat dan parfum di Duty Free..

Oh yaaaaa… Satu catatan… Dalam  penerbangan dgn Air Asia sebagaimana penerbangan low cost lainnya, tidak memasukkan makanan dalam biaya penerbangan,  jadi kita harus bawa “bontot” kata orang Medan alias bekal buat makan dan minum selama dalam penerbangan.. Tapi jangan coba-coba bawa minuman dari luar yaa.. Karena petugas pemeriksa barang-barang di pintu masuk waiting room pasti akan menyuruh kita membuang atau menghabiskan air bawaan kita di pintu masuk.., tidak boleh bawa air minum ke dalam area ruang tunggu…   Terus buat bekal selama penerbangan…? Ya beli lah di counter2 pejual makanan dan minuman yang ada di waiting room.. Jangan tanya harganya… Pastilah beberapa kali lipat dari harga di luar…😀

Kami berangkat dari KLIA jam 22.20 waktu KL yang lebih cepat 1 jam dari WIB dan waktu Bangkok..  Dan sampai di Bandara Don Muang Bangkok jam 23.25 waktu setempat.. Dari Don Muang kami naik taxi ke PJ Watergate Hotel, hotel bintang 3 yang sudah dipesankan seorang teman.. Taxi cost TBH 240. Kira-kira IDR 72.000,-, sedangkan rate hotel di saat itu US $ 45,-

Kami sampai di hotel udah lewat tengah malam.  Apa lagi yang mau dilakukan setelah perjalanan yang cukup melelahkan…? Nyium bantal donkk….😀

Temple of the Dawn
Watt Arun, Temple of the Dawn..

Tanggal 14 Juni pagi, setelah sarapan kami memutuskan untuk mulai menikmati Kota Bangkok.. Kemana..? Bagian tua Kota Bangkok.. Ke salah satu candi Budha yang mulai dibangun di awal abad ke 17, di sisi barat sungai Chao Phraya yang membelah Kota Bangkok.., WAT ARUN alias Temple of the Dawn alias Candi Fajar Hari..  Nama candi ini diambil dari nama Dewa Fajar India, Aruna.

Dari PJ Watergate Hotel ke Watt Arun kami naik taxi, kalau gak salah ingat ongkosnya sekitar TBH 170, atau sekitar Rp.51.000,- Turunnya di pintu belakang Wat Arun.. Pintu depan candi ini menghadap sungai Chao Phraya..

Wat Arun, lengkapnya Wat Arun Ratchawararam Ratchawaramahawihan..  (sumpe gw kagak bisa ngucapinnya dengan bener…  kebalik2 niyy lidah… hehehehe), terdiri dari 5 menara, yang merepresentasikan Gunung Meru, pusat spiritual penganut Budha dan Hindu.  Bangunan utama candi ini, tinggi menjulang seringgi 270 kaki atau sekitar 84 meter.  Lalu, di keempat sudutnya terdapat 4 menara yang lain.  Di bagian tengah sisi-sisinya terdapar semacam bangunan persegi, yang sepertinya digunakan untuk meletakkan sesaji buat sembahyang..

Untuk masuk ke kompleks candi ini, kita harus beli tiket masuk yang harganya TBH 50, atau sekitar Rp.15.000,-.

Beli tiket dulu yaaa...
Beli tiket dulu yaaa…
Wat Arun
Tiket Masuk Wat Arun

Dinding bangunan candi kerajaan yang didedikasikan untuk penguasa dari generasi kedua  Dinasti Chakri ini, dihiasi mosaik poselen yang disusun indah…. Kerjaan yang luar biasa… Kebayang gak siyyy gimana cara mereka  masang mosaiknya di bagian-bagian yang sulit dijangkau..  ??? Di abad 17 kan belum  ada crane…

mosaik di dinding2 candi
mosaik di dinding2 candi

Dari 5 bangunan yang bisa dinaiki hanya bangunan utama..   Pada bangunan utama ini ada 3 lantai yang bisa dinaiki.., dengan tangga-tangga besi yang sangat curam, hampir 90 derajat,  di keempat sisi.  Dari lantai  ketiga yang bisa dinaiki dan dikeililingi, kita bisa melihat pemandangan Chao Phraya, dan kawasan di seberang sungai, dimana terdapat pasar dan  Wat Pho, candi tertua di Bangkok…

Chao Phraya....  and Watt Pho as background...
Chao Phraya…. and Watt Pho as background…

Tapi…., naik ke lantai 3 ini ada storynya sendiri…  Apaan…? Naik ke lantai 3 nya siyy gak berasa…  Pas turun,  kaki gemetar… Gamang… Apa lagi buat aku yang agak phobi terhadap ketinggian…  Aku pakai acara bulak balik ke dekat tangga beberapa kali..  Baru akhirnya berani turun..  Itu pun setelah didahului seorang ibu2..  Hikksss…

DSCN0611
Ketakutan turun tangga yang curam….

Turun dari lantai 3 Wat Arun,  aku dan kak Vivi sempat melihat pasar kecil tempat menjual oleh-oleh di sisi luar pagar Wat Arun..  Ada berbagai macam oleh-oleh khas Thailand yang relatif murah meriah…  Tapi karena baru awal perjalanan, aku gak belanja2.. Cuma liat-liat aja…

Pasar oleh2, di sekitar Wat Arun
Pasar oleh2, di sekitar Wat Arun

Puas muter-muter di kompleks Wat Arun, kami berjalan ke arah pinggir sungai.. hmmm, ada yang jual air kelapa muda lengkap dengan batoknya…  Secara kita kepanasan, kita beli 1kelapa buat berdua..  Harganya…? TBH 100 alias Rp.30.000,-  Ma’al yaaa….  Tapi rasa airnya emang enak…, segar… 😀 Gak nyesel….😀

Kami lalu menyusuri tepi sungai ke arah perahu rakyat untuk menyebarangi sungai Chao Phraya..  Di tepian ini banyak merpati….  Jinak-jinak pula…  Oh ya, biaya nyebrang per orang, TBH 3 alias Rp.900,-.  Harga yang lumayan murah untuk nyebarang sungai dengan waktu tempuh sekitar 5 menit…  Sebenarmya di tepian ini juga ada yang menawarkan untuk menyusuri Chao Phraya dengan biaya sekitar TBH 200.  Tapi kami gak ambil tawaran itu, karena perut sudah bersenandung lagu kelaparan..  jadi kami langsung nyebrang ke sisi timur Chao Phraya..

DSCN0654
Perahu Penyebarangan di Chao Phraya

Perahu penyebrangan merapat di sisi timur sungai di pinggiran pasar tradisional…  Apa aja yang dijual…? Ikan yang dikeringkan, alias ikan asin.. , berbagai rempah…, bunga untuk sembahyang, cendera mata khas Thailand.., dan makanan… Hmmmm… untuk urusan yang satu ini di Bangkok memang gak mudah buat traveller yang muslim..

Perjalanan selanjutnya… Sebentar ya teman2.. Break makan siang dulu.. :D***

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s