Gula Bargot…

Pohon bargot di pinggir Kampung Sibadoar…

Gula bargot…? Gula apa itu….?  Teman-teman mungkin biasanya mendengar nama gula pasir, gula batu atau gula aren…  Ya, gula bargot itu sama dengan gula aren..  Bargot itu bahasa  Batak Angkola untuk menyebut aren alias enau (Latin : Arenga pinnata).

Gula bargot ini merupakan salah satu komoditas produksi masyarakat di daerah Sipirok, selain padi, karena tanaman bargot alias aren alias enau banyak terdapat di daerah ini..  Dan untuk menjadi catatan, pohon-pohon bagot di daerah ini tumbuh secara alami, bukan hasil budidaya..

Minggu lalu saat pulang kampung aku mendapat kesempatan melihat bagaimana salah satu penduduk kampung asal keluargaku, Sibadoar, membuat gula bargot…  Sangat sederhana…, Namun jangan tanya rasa gula yang dihasilkan… Maknyussss banget… Soalnya gak dicampur bahan lain, murni dari aren…  Pengawet…? Apalagi…. Jauuuhhh….

Ini beberapa foto tentang  gula bargot yang berhasil aku kumpulkan…. Silahkan dinikmati…

Anak Pengumpul Air Bargot... Sejak kecil sudah ikut ayahnya mengumpulkan air bargpt...

Bahan baku gula bargot adalah air bargot alias air yang disadap dari tandan jantan pohon nira.  Selama disadap, air biasanya ditampung dalam tabung-tabung bambu…  Biasanya penyadap nira membawa beberapa tabung sekaligus untuk dipasang di pohon-pohon nira..  Untuk memudahkan, aku lihat salah seorang penyadap di Sibadoar membawa tabung-tabungnya dengan dorongan…

Kata Papa ku, dalam tata krama zaman dulu di daeah Sipirok, bila penyadap nira telah mendapatkan hasil sadapan, lalu bertemu dengan kerabatnya dalam perjalanan pulang, si penyadap menawarkan secangkir kecil air nira, sebagai simbol berbagi rezeki.  Sebagai mana pohon nira membagikan rezeki pada si penyadap..   Tapi mungkin sekarang tidak lagi lazim dilakukan…  Hmmmm, padahal pegen juga merasakan air nira segar…

Air nira hasil sadapan lalu dimasak dengan tungku berbahan bakar kayu sampai mengental.. Kebetulan yang aku temukan di Sibadoar, tungku pemasak nira diletakkan di depan rumah, di tepi jalan.., hanya dilindungi degan pagar-pagar kayu dan atap seng seadanya…  Agar air nira yang dimasak bersih dan tak ada kotoran, air nira disaring saat akan dituangkan ke kuali…  Manisnya air nira terlihat dari banyaknya lebah-lebah yang tertinggal di saringan… Hmmmmmm…   Btw, selain diolah jadi nira, ada juga penduduk kampung yang mengolah air nira menjadi tuak, sejenis minuman yang mengandung alkohol sebagai hasil fermentasi…

Air bargot dituangkan ke wadah memasak air bargot...
Wajan untuk memasak air nira sampai mengental, dan saringannya...
Air bargot yang sudah matang dan mengental, siap untuk dicetak....
Gula bargot dicetak dengan menggunakan daun bargot yang dbentuk lingkaran lalu diletakkan di permukaan yang rata...
Gula Bargot dari bargot yang masih muda... Warna gula lebih pucat, rasanya tak semanis gula yang dibuat dari bargot tua...
Gula bargot dari bargot yang sudah tua, warnanya coklat tuam rasanya uenak banget.....

One thought on “Gula Bargot…

  1. gula bargot yang belum mengental itu enak banget lho…
    pernah kami naik ke Kilang (nggak jauh dari Sosopan) yang agak di bukit, udah ngos2an … pas ketemu saudara yang lagi buat gula di sana
    nyicipin gulanya ini langsung hilang deh rasa cape…. enaaak banget
    sangat terkesan dengan pengalaman itu

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s