Me N Train….

Train alias kereta api… Ya…, musim mudik dan beritanya di televisi membawa diri pada kenangan saat menjadi salah satu pengguna kereta api…

Sebagai anak yang besar di Pulau Sumatera, kereta api buat aku di masa kecil nyaris tak pernah hadir kecuali gambarnya di buku-buku yang aku baca..😀, atau yang tampak di stasiun kereta api di Medan..  Sampai suatu hari saat aku berusia sekitar 10 tahun dan berlibur ke Medan, almarhum ibu yang membesarkan ku membawa ku berpetualang… : merasakan naik kereta api.. Hahahaha…

Ya, almarhum ibu ditemani Nantulang Minah, salah satu saudara yang  tinggal di rumah nenek di Medan, membawa ku ke stasiun kereta api Medan.  Lalu ibu membeli tiket kereta api Medan – Tebing Tinggi buat kami bertiga…

Seingatku butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai di Tebing Tinggi.. Aku begitu menikmati perjalanan itu.. Hembusan angin dari jendela kereta, pedagang asongan yang lalu lalang, bahkan bau yang tak keru-keruan.. Hahaha.. Maklum lah tahun-tahun segitu (sekitar tahun 1978) kereta yang ada hanya kereta ekonomi, dengan kursi anyaman rotan berangka kayu.. 😀.  Tapi aku sungguh sangat menikmati petualangan itu..  Lapar dan haus.. Tidak masalah..  Ibu sudah membawakan termos air ku dan beberapa cemilan..

Begitu sampai di Tebing Tinggi, ibu langsung membeli tiket kereta api untuk kembali ke Medan.  Sementara menunggu kereta datang dan berangkat, kami makan siang di salah satu tempat makan di stasiun..

Sungguh kenangan yang tak terlupakan dari masa kecil….  Terima kasih ya, bu.. Sungguh cara memperkenalkan moda transportasi yang luar biasa…  You are really a incredible Mom for me..   I love you, and still love you.., meski ibu sudah pergi lebih dari 24 tahun..

Ketika sekolah dan menetap di Bogor, aku lebih sering lagi melihat kereta api yang nyata.. Tapi seingat ku gak pernah naik kereta api.. Karena kalau ke Jakarta aku lebih banyak ke daerah Jakarta Selatan, yang lebih mudah dicapai dengan bus melalui tol Jagorawi…

Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang kerap aku nikmati, setelah aku bekerja dan menetap di Jakarta..   Untuk pergi ke Bandung mengunjungi David, adik ku, yang saat itu kuliah di sana rasanya lebih enak naik kereta Parahyangan..  Selain lebih cepat dan lebih santai dari pada naik bus, juga bisa melihat pemandangan jurang yang luar biasa serta nasi goreng yang dijual resto KA yang rasanya memang enak…

Kereta menjadi moda transportasi jarak jauh utama buat aku setelah aku sekolah dan menetap di Yogyakarta selama beberapa tahun..

Bila ada waktu luang aku biasanya pergi ke Bandung untuk mengunjungi adik-adik ku yang menetap di Bandung..  Aku biasanya berangkat naik kereta jurusan Surabaya – Bandung yang melintasi Yogyakarta, seperti Taksaka atau Argo Wilis.  Biasanya berangkat jam 23-an, dan sampai di Bandung sekitar jam 06.30.  Namun sering kali terlambat dari jadwal seharusnya.  Kembali ke Yogya,aku juga menggunakan kereta api.  Biasanya berangkat selepas magrib, dan sampai di Yogya  sekitar jam 02 pagi..  Terkadang, bila kembali dari Pekanbaru tidak singgah dulu di Bandung, aku juga naik kereta api dari Gambir ke Yogya..

Dari perjalanan dengan kereta api yang entah berapa puluh kali.., ada beberapa kejadian yang sangat berkesan…  Apa…  Let me tell you, my dear friend…

Dalam suatu perjalanan dari Yogya ke Bandung dengan kereta eksekutif, untuk berjaga-jaga, aku tidak meletakkan uang ku di dalam dompet.., tapi di balik-balik kertas buku Agenda ku..   Aku dapat tempat duduk paling depan (di depannya tidak ada kursi lain) dan dekat jendela..  Di sebelah ku duduk lelaki muda membawa ransel..  Untuk membuat diri merasa santai dan nyaman, aku memasang walkman dan meletakkan 2 buah kaset di meja kecil yang menempel di dinding kereta.., sementara tas ku yang terbuat dari kain aku letakkan di antara kaki ku dengan dinding kereta.

Tak lama, kondektur datang memeriksa tiket, aku lalu mengeluarkan buku agendaku dari tas.. Karena ternyata aku lupa mengeluarkan tiket kereta dari agenda tersebut..😦.  Setelah kondektur berlalu, dan merasa tidak ada lagi yang akan membutuhkan perhatianku, aku pun memutuskan untuk tidur, tanpa pernah berbicara satu patah kata pun pada penumpang yang duduk di sebelahku..

Selama perjalanan itu aku benar-benar tertidur lelap… Hanya satu kali aku terbangun dan menemukan kaset-kaset ku terjatuh dari meja..  Aku merasa heran, karena sebelumnya aku tidak merasakan satu sentakan kereta pun yang memungkinkan kaset-kaset itu jatuh..  Aku lalu melihat tas ku, masih terletak rapi di tempatnya.. Ku lihat penumpang di sebelahku, matanya tertutup rapat, sepertinya juga teridur lelap…  Aku sempat melirik ke penumpang di belakang ku lewat celah yang ada di antara kursi ku dan dinding, tapi yang nampak hanya seorang bapak yang juga terlelap..  Aku lalu mengabaikan rasa heranku dan melanjutkan tidur..

Alhamdulillah hari itu perjalanan kereta lancar bahkan sangat lancar, sehingga sampai di Stasiun Bandung saat hari masih gelap..

Karena tidak sempat membelikan oleh-oleh buat Aldy ponakanku, aku lalu pergi ke counter Dunkin’ Donuts yang ada di stasiun, dan memesan 1/2 lusin donuts.  Aku lalu mengeluarkan agenda ku untuk mengambil uang untuk membayar donut… Tapi… innalillahi.., tidak ada selembar pun lagi uang di sela-sela agenda ku..  Aku lalu mengubek-ubek tas ku, mana tau uang nya jatuh dari agenda.. Tapi tidak ada… Yang tersisa di sela-sela agenda hanya karcis kereta..  Sangat tidak logis.., kalau memang jatuh, mestinya kan jatuh semua tanpa terkecuali..  Lagian kapan jatuhnya..? Saat aku mengembalikan agenda itu ke dalam tas setelah memberikan tiket kereta untuk dibolongin oleh pak kondektur, uang itu semua masih ada..  Lalu agendanya aku letakkan dengan baik di dalam tas…

Dalam keadaan aku kebingungan dan panik, mantan penumpang yang tadinya duduk di sebelahku juga menghampiri counter Dunkin Donut dan memesan segelas minuman hangat dan beberapa potong donut, sambil matanya sesekali melirik aku.. Aku tak punya alasan untuk bertanya pada nya, meski hanya dia dan kondektur lah yang pernah melihat dimana aku menyimpan uangku.. Bisa jadi gerakan dia mengambil agenda dari tas ku dan melatakkannya kembali lah yang menyebabkan kaset-kaset ku terjat.. Entah laahhh….  Aku hanya bisa menduga-duga…

Untung tak lama kemudian, David adikku  yang menjemput  menghampiri aku ke counter Dunkin’ Donuts setelah ku kabari apa yang terjadi by handphone.., sehingga aku bisa membayar donut-donut yang telah ku pesan..   Alhamdulillah..

Jadi bila  teman-teman akan memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi, apalagi bila perginya sendiri…, berhati-hati lah… Jangan terlalu lelah saat berangkat, karena akan membuat kalian akan sangat terlelap sehingga kehilangan kewaspadaan…  Dan aku pikir ini pun berlaku jika teman-teman akan menggunakan moda trasnportasi umum yang lain, bahkan pesawat terbang….

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s