Visiting Our Beloved Uncle..

Kemaren, begitu ngobrol by phone dengan David adikku sesaat aku menginjakkan kaki di Bandara Soeta, David bilang “Kak, sempatin ke Tanah Kusir yaa… Kunjungin Pak Tuo…”

Our beloved uncle…

So, this morning, dengan diantar oleh sahabatku Veny, yang selalu menawarkan kamar tamu di rumahnya buat tempat aku menginap kalau ke Jakarta, aku pergi ke Tanah Kusir… Menziarahi makam abang Papa ku, Janthi Anwar Siregar..

Beliau adalah anak ke 3 dari 4  Siregar bersaudara, anak kedua dari 3 anak laki-laki Pieter Siregar gelar Sutan Barumun Muda, yang berasal dari Sibadoar – Sipirok, seorang guru SMP yang pernah mengabdi di Pematang Siantar, Sibolangit dan terakhir  di SMP Sipirok.. Ibu beliau adalah Menmen Harahap, putri Mangaraja Elias Harahap, seorang pemborong di zamannya, yang berasal dari Hanopan – Sipirok.

Setelah bersekolah di Sipirok, beliau melanjutkan kuliah di UGM.  Awalnya mengambil Jurusan Arsitektur, lalu pindah ke Fakultas Ekonomi dan menyelesaikannya di situ..

Perjalanan karir beliau, tidak banyak detil yang aku tahu… Yang aku ingat dari cerita2 orang tua, beliau tahun 1960-an sempat bekerja di PN Irian Bakti di Irian Jaya.  Lalu mengabdikan diri menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia di Angkatan Darat.  Hanya ada di serpihan ingatan saat aku masih kecil bahwa beliau datang ke Pekanbaru di tahun 1970-an ikut dengan tim pak Soedomo yang memberantas para renternir yang menggerogoti para pensiunan yang mengambil uang pensiun mereka di KPN di Pekanbaru zaman itu…

Lalu setelah aku beranjak dewasa, aku ingat bagaimana beliau menyuruh 4 saudara laki-lakiku, 2 saudara kandung dan 2 saudara sepupu yang merupakan putra kandung beliau untuk hadir pada hari wisudaku di Bogor, dengan harapan kelulusanku akan memotivasi 3 abang dan 1 adik laki2ku itu untuk segera menyelesaikan studi mereka..  Kebayang gak siyyy betapa ramainya anggota keluarga yang menghadiri wisudaku…?

Lalu percakapan2 setelah makan malam sampai larut di meja makan di rumah beliau, ketika kami berkunjung ke sana..  Percakapan2 yang menanamkan rasa cinta pada keluarga, fighting spirit yang kuat untuk maju…  Rasanya akan selalu jadi kenangan yang manis..

Di akhir tahun 1993 beliau sakit dan sempat dirawat di RS. Tebet Jakarta,  Lalu di awal tahun 1994, beliau kembali dirawat..  Pada saat aku membezuk beliau di RS Tebet, beberapa hari sebelum beliau dibawa ke Singapur untuk berobat, dan kemudia berpulang di sana, beliau berkata padaku “Hidup saya gak akan lama lagi, Sondha.. Kamu si kakak buat  adik-adikku.., harus bisa menjaga adik2mu…” Iya saat itu aku adalah anak perempuan tertua dengan 1 abang & 2 adik perempuan yang kuliah di Jakarta, serta 1 adik laki-laki yang kuliah di Bandung.

Lalu, setelah sakit beberapa bulan.., beliau pergi di usia 60 tahun 2 bulan… 06 Januari 1934 – 06 Maret 1994..  May you rest in peace.., We love you… ***

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s