Cepetan Cari Suami…!!!

Aku kehilangan passport beberapa bulan yang lalu… , aku lalu mencoba mengurus kembali… Karena rasanya akan merepotkan kalau mendadak mau pergi ternyata passport gak ada…

Karena ini penggantian passport yang masih berlaku hilang, prosesnya jadi lebih panjang… Harus bikin berita acara pemeriksaan alias BAP dulu… Aku diajak ke sebuah ruang di lantai 2 kantor tersebut… Lalu di suruh menunggu petugas yang akan mewawancaraiku… Aku duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan tersebut… Menit demi menit, tak ada juga petugas yang muncul… Setelah 20 menit menunggu, aku memutuskan untuk turun ke lantai 1, dan menghampiri petugas yang tadi mengantarkan aku ke lantai 2. Petugas tsb menyuruh aku kembali menunggu di lantai 2, dengan janji petugas yang akan mewawancaraiku akan segera datang… Aku lalu kembali menunggu di lantai 2…

Beberapa menit kemudian datang seorang petugas instansi tersebut. Wajahnya juteqqqqqqqqq bangetsss…. Aseeemmm…!! Kalau tukang asinan Gedung Dalam di Bogor kekurangan cuka, dia tinggal colek muka itu petugas.. Hehehe…

Petugas itu lalu menanyaiku beberapa pertanyaan.., mulai dari pertanyaan standard seperti nama, tempat tanggal lahir, pekerjaan, nama ayah, nama ibu. Lalu pertanyaan yang memintaku menceritakan kronologis kejadian kehilagan passport tsb beberapa bulan yg lalu… Lalu dia minta aku untuk kembali lagi besok, jam 10-an, mengambil surat pengantar untuk permohonan izin penerbitan passport pengganti dari Kantor Wilayah instansi tersebut.

Saat aku tanya apa lagi proses2 yg harus aku jalani, dan butuh berapa lama untuk mereka menerbitkan passportku, dia bilang : “Belum tentu passport kamu diizinkan untuk diterbitkan, karena kamu lalai.”

Aku lalu bilang : “Maaf bapak, siapa yg mau kena musibah? Kalau boleh milih, gak ada yang mau. Dan apa dasarnya bapak mengatakan saya lalai?”

Si muka juteq bilang : “Ya kenapa juga passport ditarok di dalam tas..?”

Aku : “Bapak liat gak siyy surat keterangan kehilangan yang dari kantor polisi? Di situ kan juga tertulis kalau saya juga kehilangan tiket pesawat. Itu artinya saya mau berangkat, jadi semuanya sudah disiapkan di dalam tas.”

Si muka juteq lalu diam, dan mengkosentrasikan dirinya untuk mengisi2 blangko yang ada di hadapannya..

Aku lalu bilang : “Boleh saya minta nomor telpon bapak? Jadi besok sebelum datang saya bisa telpon dulu, memastikan apa suratnya sudah selesai apa belum.”

Si muka juteq : “Besok ibu datang aja, cari aja saya di kantor ini.”

Aku : “Maaf bapak, kantor ini cukup besar. Bapak sibuk dengan kerjaan bapak, saya juga sibuk dengan kerjaan saya. Akan lebih baik bila saya menelpon dulu sebelum datang untuk memastikan suratnya sudah selesai dan bapak ada di kantor.”

Beliau akhirnya menyerah dan menyebutkan nomor telponnya… 0812 sekian sekian…

Lalu keesokan harinya, jam 10an aku menelpon nomor si muka juteq.. Dia bilang suratnya udah selesai… Sampai di ruangan si muka juteq, aku disodori lembar2 Berita Acara Pemeriksaan (BAP), kalau aku sudah setuju dengan isi surat tersebut aku harus menandatangani surat tersebut plus memaraf setiap lembarnya.  Tapi sebelum aku tandatangani, aku harus fotocopy dulu rangkap 3…

Saat aku baca surat tersebut…. ternyata si bapak itu telah mengganti margaku dari Siregar jadi Harahap… Aku memberitahukan ke si bapak tersebut dan minta dia menggantinya…

Aku bilang dengan nada santai  : “Bapak, kenapa nama saya bapak tukar…?”

Si Muka Juteq : “Maksudnya…?”

Aku : “Marga saya Siregar, pak. Yang Harahap itu ibu saya..”

Si muka juteq : “Oh salah ya bu… Sini saya perbaiki…”

Beliau akhirnya mengedit ulang dan setelahnya baru aku tanda tangani…

Setelah aku tandatangani, si bapak muka juteq menyusun berkas dan memasukkannya ke amplop..

Sambil bekerja dia tiba-tiba bilang : “Ibu setelah ini segeralah cari suami….” *Gubbbrrrraaaakkkksssssssssssssssss………!!! Kaget aku dengarnya…. Rasanya gak percaya si bapak bermuka juteq bin sangar bisa ngomong begitu…*

Aku : “Maksudnya, pak?”

Si muka juteq tanpa wajah juteqnya dan sambil tersenyum : “Iya, usia ibu sudah 43, berpendidikan, punya karir.  Kalau ibu mengharapkan laki-laki yang selevel dengan ibu, ya gak ketemu2 lah bu.. Ibu harus bisa menerima orang yang levelnya gak sama dengan ibu, dan ibu juga harus menurunkan kapasitas ibu.. Baru bisa ketemu.. Kalau ibu nyari yang selevel dengan ibu, ya udah pada jadi suami orang semua, bu…”  *Jeder, jeder, jeddddeeeerrrrrrrrrrrr…. Kok kepala ku mendadak pusing 7 keliling yaa…???  Lagian ST alias Sok Tau bangets siyy ini orang tentang kriteria calon suami yang aku mau… Lha dia kan gak kenal aku, mana lah dia tau pikiranku, keinginan ku.. Hmmmmm…, penghakiman yang tidak fair… Hehehehe…*

Lanjut si muka juteq : “kalo ibu gak nikah2, sampai kapan ibu mau jadi anak yang tergantung sama orang tua terus menerus..? Kapan ibu mau mandiri?”

Aku sambil balas tersenyum santai : “Bapak salah… Biar saya belum menikah, saya alhamdulillah sudah mandiri.. Saya bukan anak yang merepotkan orang tua saya, dan semoga selalu begitu. “

Aku melanjutkan sembari menunjuk surat yang telah selesai dirapikannya :  “Sudah suratnya, pak?”

Si muka juteq : “Ini bu. Silahkan dibawa ke Kanwil, setelah ada jawaban dari mereka, bawa kembali ke saya ya.”

Aku lalu mengambil surat itu lalu membawanya ke kanwil.. Beberapa jam kemudian orang kanwil menelpon, meminta aku mengambil surat yang sudah selesai dan untuk dibawa kembali ke kantor asal tempat aku mengurus.

Aku lalu menelpon si bapak bermuka juteq, menyakan apa dia ada di kantor dan apa aku bisa melanjutkan pengurusannya siang itu juga.  Beliau dengan ramah menyuruh datang dan menunggu ku di ruang kerjanya.

Akhirnya semua bahan pengajuan passport lengkap sudah.  Saat aku akan meninggalkan ruang kerjanya, si bapak bermuka juteq bilang : “Jangan lupa ya bu, segera cari suami…!!!” *jedeeer.. jedeeeer… jedeeeeer…*

Aku membalas ucapannya dengan senyum seraya bilang : “Makasiyy atas nasehatnya, pak… Emang di sini ada stock ya…? “

Si muka juteq sambil tersenyum-senyum gak puguh : “Di sini udah gak ada, bu… Sudah pada bangkotan… “ Hahahaha…

Aku pun meninggalkan ruangannya sembari tertawa dan bilang : “Thank you….!!!!”

Sebenarnya kalo mengikut konsep “privacy”, menanyakan, apalagi membahas, umur, status perkawinan, kepercayaan dan beberapa hal yang menjadi wilayah pribadi seseorang adalah hal yang tabu..  Ce urang Sunda mah pamali.., alias gak sopan..  Tapi kita yang harus mampu menghadapi manusia2 yang terkadang lupa batasan antara public topic dan  private topic, kalau perlu meresponnya dengan santai  dengan sense of humor.. Menurut aku, justru akan membuat kita kesannya berkelas.. Bukan begitu teman2…??

Tapi mungkin juga teman2 kita yang bekerja di bidaang services, terutama yang berurusan dengan masyarakat juga harus belajar tentang tata krama alias manner… karena gak semua orang bisa cukup dewasa menghadapi pertanyaan-pertanyaan tak terduga…  Salah2 bisa digaplok…!!!  Pakai sandal pula….. !!!  Mau…? Hahahaha…***

One thought on “Cepetan Cari Suami…!!!

  1. wah..pengalaman kumplit yg menguji kesabaran nih…udah mesti sabar menjalani prosedur berbelit eh masih ditambah menghadapi pelayan masy yg kurang etika begitu…. Salut deh, masih bisa berpanjang usus & santai menghadapi pertanyaan konyol itu…. Semoga tetep sabar ya Sondha….

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s