Ramadhan Berlalu…

Ramadhan berlalu…. Idul Fitri pun datang….

Allohu akbar… Allohu akbar… Allohu akbar…

La illa ha illah hullohu akbar..

Allohu akbar wa lillah ilham……

Gema takbir selalu membuat air mata menitik tanpa bisa ditahan….

Satu Ramadhan lagi telah berlalu…

Dulu saat masih belia… Yang heboh itu, yang penting itu Lebaran… Ramadhan rasanya hanya suatu jalan panjang dan berat sebelum lebaran.., sebelum bersenang-senang..

Bersenang-senang…?  Ya iya laaahhhh….. Gimana enggak…? Coba liat memories ku ini…

Beberapa hari sebelum lebaran “Sondha kecil” akan dengan senang hati duduk di teras rumah atau di bangku dari semen di bawah pohon jambu bol di samping rumah…  Ngapain…? Nunggu parcell2 berdatangan… Saat itu setiap lebaran rumah kebanjiran parcell yang isinya berbagai makanan kaleng yang mengundang air liur untuk menitik (zaman itu belum musim tuhhh parcell berisi barang) … : coklat dan permen dari berbagai merk dengan kemasan yang luar biasa, biscuit dan minuman… Bahkan ada pula yang melengkapinya dengan minuman keras yang berkemasan cantik, seperti cinzano,johny walker,  brendy dan sebagainya… (Klo sekarang aku mikirnya “heran kok bisa2nya tuuhh orang ngasi minuman keras untuk merayakan hari yang fitri…? Apa yang nagsi dan nyusun parcell2 itu gak tau kalo minuman2 itu hhaaarrrrrraaaaammmmm…..!!!!”)..  Bahkan aku dan bang Aris, tetangga yang udah kayak keluarga sendiri dan selalu di rumah, balapan siapa di antara kami yang menerima parcell kiriman lebih banyak…

Hari-hari menjelang lebaran adalah hari2 yang meriah karena semua orang di rumah sibuk berberes, merapikan rumah… Hari-hari bulak balik ke paar bersama almarhum ibu, belanja buat lebaran.. Dari belanja kue2an minuman kaleng, sampai belanja baju dan kelengkapannya, bahan terkadang sampai belanja beberapa perabot rumah tangga…

Beranjak besar… teteuuuuppp fokusnya masih ke hari raya…  Sehari sebelum Hari Raya adalahhari yang melelahkan…, karena sudah terlibat dengan urusan dapur… Membantu memotong2 bahan masakan, sampai ikut mengaduk masakan yang gak bisa berhenti diaduk karena umumnya pakai santan, yang kalau ditinggal dan tidak diaduk akan pecah santan alias keluar minyaknya, sehingga gak enak lagi…  Belum lagi kakak ku yang pintar masak acap kali menerima pesanan pudding yang bisa sampai 40 loyang buat hari pertama lebaran… Kebayang gak siyy menjelang tengah malam bikin pudding sekitar 4 atau 5 macam lengkap dengan vla nya dengan total 40-an loyang…  Akibatnya…? Bangun pagi menjelang di hari raya selalu telat… Lalu setelah sholat Ied, setelah menikmati hidangan lebaran, langsung nyari posisi ueeennaaakkk buat tidur…. Paling baru bangun bila dikasi tau ada kerabat atau kenalan yang datang berkunjung…  Setelah menyalam dan menghidangkan minuman dan makanan, lanjuuuuttttttttttttttttttttt tidur lagi…  Begitu lah lebaran bertahun2…

Tapi sekarang, ketika usia sudah jauh dari remaja, bulan Ramadhan jauh lebih berharga dan bermakna dari hari raya…  Yang akbar itu justru hari2 berpuasanya…Yang penting itu hatinya… Subhanallah….  Hari raya tidak lagi memerlukan persiapan yang heboh… Asal ada baju yang rapi buat sholat, ada mukena dan sajadah yang bersih dan rapi untuk sholat itu sudah cukup..    Rasanya senang sekali tidak ikut berdesak2an  di pasar dan mall2 menjelang lebaran.. , karena salah seorang temanku sempat “semput” saat belanja bareng2 menjelang Lebaran dengan teman2 yang lain di sebuah mall…  Jangan sampai lah yaaa….

Semoga kita masih diperkenankan bertemu dengan Ramadhan di tahun depan…

Taqaballah minal wa minkum.. Minal wa minkum taqabal ya kariim..

Mohon maaf lahir dan bathin ya teman2…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s