Untung Gak Miara Kucing…

Minggu2 ini waktuku tersita dengan suatu urusan tahunan yang menjadi bagian dari tugasku… Urusan ini menyita waktu, bahkan hari dan malam di akhir pekan…  Tapi ini bukan kali pertama dalam hidupku…  Bahkan rasanya sudah sejak awal aku bekerja di instansi pemerintah tahun 1997 aku jarang sekali pulang tepat waktu.. Bukannya lebih cepat dari yang seharusnya tapi lebih lambat….  Saat jam kerja PNS masih senin -kamis 07.30 sd 15.00,  jum’at 07.30sd 11.30 dan sabtu 07.30 sd 13.00, aku acapkali pulang kantor jam 17.00.. bahkan entah berapa puluh malam aku dan teman2 yang masuk di “kelompok penyapu pekerjaan”  pulang kantor lewat tengah malam…  Jadi aku dan beberapa temanku adalah pihak2 yang paling merasa bahagia ketika diberlakukan jam kerja Senin – Rabu  07.30 sd 16.00  dan Kamis & Jum’at 07.30 sd 16.30, serta libur di hari Sabtu bagi PNS.., karena biasanya kita juga pulang jam segitu dan jadi dapat bonus libur hari Sabtu… Horrreeee…..!!!!

Lalu setelah pindah ke kantor yang sekarang…  Hmmmm….  Beberapa bulan pertama siyy enak bisa pulang tepat waktu.. Kalo pulangnya telat paling2 karena bantu2 kerjaan teman… Tapi setelah tahun kedua…., jangan ditanya.. Urusannya bukan cuma kerja sampai malam, tapi juga tugas keluar kota… Hehehehe…

Tapi aku menikmatinya… Tugas keluar kota memberi kesempatan melihat dunia, bertemu dengan orang2 baru.., bahkan bertemu dan berkumpul dengan sahabat2 lama…..  Yaa senang laahhh….!!!!

Ada cerita tugas keluar kota yang heboh bangetsss… Suatu hari aku dapat telpon dari bossku, saat itu beliau sedang di Jakarta untuk suatu urusan..

Begitu telponnya aku terima, beliau bilang… “Sondha, kamu saya tunggu besok pagi jam 8 di Departemen Keuangan yaaa…  Si Anu (temanku yang pergi sama beliau sejak 2 hari sebelumnya) harus pulang besok karena malamnya ada tahlilan 7 hari ayahnya berpulang ke Rahmatullah.”

Aku lalu melihat jam.. Subhanallah jam 4 sore lewat…

Lalu aku bilang ke atasanku itu, “Pak ini udah jam 4 sore.. Kalau saya harus menemui Bapak besok  jam 8 pagi di Depkeu artinya saya harus berangkat hari ini,  donk…?” (Karena penerbangan paling pagi dari Pekanbaru ke Jakarta jam 07 pagi.  Jam setengah sembilan baru landing di Sukarno Hatta.. Jam berapa mau sampai di daerah Lapangan Banteng?)

Atasanku : “Ya iya ‘Ndha… Kamu coba cari tiket yaa….. Saya tunggu yaa….”

Aku pun dengan terhege-hege menelpon travel biro langganan… Udah tutup…!! Lalu salah seorang adik2 di kantor menelpon travel kenalannya… Ada tiket untuk penerbangan terakhir… Garuda jam 17.40 dari Pekanbaru.. Harganya Rp.1.500.000,-….  Padahal normalnya aku naik Lion atau Mandala gak sampai 700ribu…  tapi apa daya, gak punya pilihan…, terpaksa di-ok-kan sajah….

Mengingat sudah jam 16 lewat… padahal pesawat bakal take off jam 17.40, aku buru2 pulang dengan minta salah seorang adik yang membantu di kantor untuk ikut.. Supaya dia bisa mengantar aku ke bandara dan lalu membawa mobilku pulang ke rumahnya selama aku pergi…

Jangan tanya apa yang terjadi… Hehehehe… Pokoknya begitu nyampe rumah langsung ambil koper, masukin baju2 serta perlengkapan secukupnya… Lalu mandi, pakaian daaaannnnnn pergi deeehhhhh…..!!! Tanpa persiapan yang memadai… Apalagi beres2 rumah sebelum berangkat…

Untungnya… (hmmmm…. untung yang sangat tidak untung sebenarnya…), di rumah gak ada orang lain…, gak juga kucing atau piaraan lainnya…  Coba kalau ada, siapa yang mau ngurusin mereka kalau aku pulangnya malam melulu plus keluar kota dan sesekali pake acara berangkat mendadak…  Untung gak miara kucing yaaa….

Sebenarnya aku ingin juga siyy punya piaraan…  Ingin miara ikan mas koki yang kalau dipandang saat hati resah bisa menyejukkan…  Bahkan Mamaku dan beberapa teman bilang kenapa aku gak adopt baby aja, supaya hidupku lebih berwarna…  Tapi ya itu…, gimana mau ngurusin bayi, kalo pola hidupnya masih begini… Mau merubah pola hidup, berarti mesti mencoba alternatif pekerjaan yang bisa memberi kepuasan hati dan juga  menghasilkan “cring-cring“…  Atau bisa juga tetap di pekerjaan yang sekarang dengan mendelegasikan pekerjaan kepada rekan kerja…, tapi harus ada “pihak lain”  yang mensupport secara finansial… Hahahaha…  Ya iyaa…, karena kalau berani mengurangi pekerjaan, kemungkinan menghasilkan juga bisa berkurang…   Ya kan…?

Tapi untuk sementara mungkin dijalani saja dulu… Mudah2an ada rezeki di masa yang akan datang, sehingga aku bisa meng’hire orang untuk mengurus keperluanku sehari2, bisa mengurus baby kalau aku memutuskan untuk mengadopsi.. Dan juga bisa mengurus kucing serta ikan kalau aku ingin memelihara mereka… Semoga…

Yang jelas untuk saat ini…, untung aku gak miara kucing….!!! Hehehehehe…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s