Untuk Kamu…

Untuk kamu…, iyaaaaaa…, tulisan ini untuk kamu.. Tak perlu ku tuliskan namamu, karena begitu kamu membaca tulisan ini, kamu pasti mengerti kalau tulisan ini untuk kamu… Apalagi ternyata sekarang kamu sudah mulai sering berkunjung ke blogku…

Aku menuliskannya untuk membayar hutangku ke kamu.. Hutang penjelasan akan keputusanku di masa lalu…  Supaya tidak lagi ada salah pengertian..

Sungguh aku merasa sangat terkejut atas permintaanmu beberapa tahun yang lalu..  Permintaan agar aku menjadi pendamping hidupmu.., untuk menjadi ibu pengganti bagi anak2mu..

Sungguh aku merasa tersanjung atas kalimatmu yang mengatakan bahwa kamu tidak lagi percaya kepada perempuan kecuali aku, perempuan yang sudah kau kenal sejak belia…

Aku tahu reaksiku menimbulkan rasa tidak nyaman bagimu..  Namun aku pun begitu merasa tidak nyaman dengan permintaanmu dan sikapmu yang mendesak..   Apalagi saat kau menyatakan bahwa kau berpikir aku akan bersedia meninggalkan keyakinanku untuk mengikuti mu…  Sungguh aku merasa betapa dangkalnya aku di matamu… Betapa tidak tahunya kamu akan pribadiku, akan pilihan-pilihan hidupku…  Betapa kau tidak mengenal aku meski kita sudah kenal sejak masih sangat belia…

Selain itu aku pun tidak ingin ditarik masuk ke lingkaran yang penuh benang kusut yang telah kulihat dan kudengar bertahun-tahun… Aku tidak ingin ditarik masuk ke dunia yang begitu dangkal.. Aku ingin dunia yang bisa memberikan aku kesempatan menjadi pribadi yang lebih berkembang…, dunia yang memberikan tempat bagi aku menjadi  hamba Nya yang lebih baik, lebih taqwa…

Maafkan aku karena telah mengabaikan mu saat kau berkunjung ke kota ku… Meninggalkan mu begitu saja di ruang tamu, sementara aku lebih memilih untuk pergi menemui seseorang untuk kepentingan pekerjaanku…  Aku bersikap seperti itu agar kau melihat bahwa aku tidak memberikan satu celah pun bagi harapanmu… Agar kau mengerti bahwa keputusan ku adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar2…

Sungguh aku begtu terkejut  ketika  di suatu malam di tahun lalu menerima pesan darimu bahwa engkau akan menikah dengan seorang perempuan yang keyakinannya sama  denganku.. Dan engkau mengatakan bahwa engkau pun sudah mengganti keyakinanmu sehingga sama dengan keyakinannya, keyakinanku..  Sungguh aku merasa senang, sekaligus lega karena engkau telah menemukan pelabuhan baru bagi jiwamu yang pernah tercabik-cabik oleh penghianatan…  Semoga dia bisa menjadi “rumah” bagi jiwa mu, bagi jiwa anak2mu…

Pernikahanmu membuatku merasa lebih ringan untuk menjalin hubungan kekerabatan yang memang telah mengikat kita sejak awal kehidupan…  Dan sungguh aku merasa begitu senang ketika kita bertemu saat aku bertugas ke kotamu beberapa waktu yang lalu…  Aku senang kita bisa berbicara dan berdiskusi dengan baik, sebagaimana kita seharusnya sebagai kerabat…  Aku pun senang ketika aku bisa melihat sisi postif diri mu… Jujur ku akui, aku melihat bahwa pribadimu lebih baik dari pribadi seseorang yang pernah melintas dalam hidupku 2 tahun terakhir ini.. Bahkan kamu jauh lebih baik, jauh lebih bertanggung jawab dan peduli… Namuuunnnnn, tetap aku menginginkanmu sebagai seorang kerabat.., bukan pasangan hidupku..  Tetap lah menjadi kerabatku… Kerabat yang peduli dan menjaga dengan baik hubungan kekerabatan kita…

Jaga diri dan keluargamu baik-baik yaa…Berikan yang terbaik buat mereka..   Jangan lupa untuk tetap berkomunikasi dengan keluargaku yang nota bene juga keluargamu, ya.. Karena pada dasarnya kita memang keluarga… Take care…

One thought on “Untuk Kamu…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s