Tajam kaaannnn…..?

Kemaren sore, as usual, aku ngobrol sama David adikku.. Ternyata dia lagi geleuuhhh sama anak laki2nya yang paling besar, bang Aldy. Geleuuhhh kenapa..?

Ceritanya Aldy sehari sebelumnya manjat jendela di asramanya, trus jatuh dan lengannya kena kaca, sehingga robek. Mengalami luka seperti itu, Aldy bukannya langsung nelpon ke rumah, dan minta Papinya untuk bawa dia ke rumah sakit, tapi malah diam dulu sehari. Setelah dibawa ke dokter, ternyata harus dijahit, dan karena telat dan ada luka yng mulai mengering, bekas luka itu akan membentuk bekas yang seharusnya bisa diminimalisir kalau pengobatan dilakukan lebih cepat. Naahh David itu geleuuhhh, kok Aldy gak langsung ngasi tau… Padahal dia tau Papinya pasti akan langsung mengurus dia, begitu dia kasi tau.. Papi juga geleuhh karena kok Aldy yang merasa udah mulai mandiri dengan memilih sekolah boarding school masih bertindak konyol dengan manjat jendela.

Kalo aku ngeliat itu kenakalan anak2.. Aldy yang meski udah berusia 12 tahun dan udah tinggal di asrama hampir satu tahun kan belum dewasa sepenuhnya.. Orang yang umurnya udah dewasa aja kadang melakukan kesalahan yang juga konyol, bahkan bisa sangat konyol.. Trus soal telat ngomong ke Papinya, yaaa namanya anak2, kan acap kali lebih senang menyembunyikan msalah, dengan harapan akan berlalu dengan sendirinya…

Kejadian ini mengingatkan aku pada kejadian di masa kecil… Kejadian yang lucu dan konyoooolllll…….. Hehehehe…

Sebagai anak yang agak2 cerdas (wweeeekkkkk………, kok mendadak mau muntah rasanya yaa… hahahaha…), aku adalah anak yang punya rasa ingin tau yang kuat, suka nyoba2… Karena masih ingusan, otaknya belum berkembang, jadi belum mikir soal resiko..

Kejadian ini terjadi saat aku berusia sekitar 8 tahunan… Salah satu hobbyku saat pulang sekolah, kalau gak ada kegiatan, adalah bermain.. Terkadang main sendiri di rumah, terkadang sama anak2 tetangga.. Salah satu permainan yang mengasyiikan, adalah main boneka yang dibuat dari kertas yang dilipat2 dan disusun seperti bentuk cross alias salib. Asyiknya apa…? Asyiknya, bikin baju2 boneka dari kertas yang digunting2…

Sebenarnya permainan ini tidak disenangi oleh ibuku.. Beliau gak suka kalo aku bermain dengan benda2 tajam, termasuk gunting. Begitu juga kali ini, begtu melihat aku bermain dengan gunting, ibuku langsung bilang : “Naaannngg, jangan main gunting….!!!” Tapi dasar anak bandel, ya teteuuupppp aja main gunting.

Setelah sekian lama bikin2 baju.., rasa bosan pun muncull… Kalo udah gitu, rasa iseng dan ingin tahu pun berkembang… Kali itu rasa ingin tahu nya tentang seberapa tajam gunting yang ada ditangan.. Maka mulailah membongkar2 rumah, mencari2 kertas yang lebih tebal, seperti karton.. lalu mencoba menggunting… Ternyata bisa.. Tajam ya, guntingnya…

Selanjutnya,aku mulai mengumpulkan beberapa jenis daun.. Pengen nyoba apa guntungnya cukup tajam buat menggunting daun.. Buat menghindari pelototan ibu, lokasi bermain pindah ke teras keluarga Pasaribu yang berada di depan rumah. Setelah dicoba memotong daun…, ternyata guntingnya tajam…!!!

Lalu… pengen nyoba, apa cukup tajam buat menggunting kain… Karena kain yang ada di sekitarku hanya baju yang ku pakai, maka aku coba menggunting pinggiran baju ku.. Padahal kalo gak salah ingat, bajunya masih baru dan cantik… Hehehe.. Ternyata kainnya tergunting.. Tajam ya, guntingnya… Hehehehe…

Terusssss, apalagi yang dicoba… Gilaku kumatttt…Aku mencoba gunting tersebut di tanganku, di sela antara jari jempol dan telunjuk telapak tangan kiriku… Ternyata…, guntingnya tajam… Tanganku berdaraaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh…. Hehehehe…

Tahu, ini terjadi karena salah diri sendiri, aku gak nangis meski rasa sakit menyerang.. Aku juga gak berani pulang, karena tau setelah dikasi obat, ibu pasti mengomeli aku.. Hahahaha… Aku lalu masuk ke rumah keluarga Pasaribu dan minta obat merah ke Tante Pasaribu. Tante Pasaribu yang tau aku mau menghindar dari tanggung jawab, mengatakan : “Kok minta obat merah ke sini, ayo pulang sana, minta sama ibu kamu”. Hikssssssss………

Akhirnya, aku terpaksa pulang.. Menemui ibu dan minta diobat.. Ibu seperti biasa, dengan penuh sayang memberikan obat daannnn bous berupa cubitan di lengan, sambil berkata : “Tajam kan ‘nang guntingnya….? Apalagi yang mau digunting?” Hahahaha…

I love U, bu.. I miss U so much… Semoga Alloh SWT memberikan tempat yang lapang, sejuk dan penuh cahaya Ilahi..

4 thoughts on “Tajam kaaannnn…..?

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s