Ke Singapur-nya Surabaya

Tanggal 5 Agustus 2009 yang lalu, aku terbang ke Surabaya.. Jam 14.20 dari Pekanbaru trus nyambung jam 17-an dari Jakarta.. I’ve never gone 2 Surabaya before.., entah kenapa. Kayaknya gak punya alasan aja buat ke sana.. Bertahun2yang lalu pengennya malah ke Malang, karena mendengar cerita Mba’ Gocci, teman satu kost saat di Pangrango 16 bertahun-tahun yang lalu, Mab’ Gocci adalah warga Malang dan bekerja sebagai dosen di Universitas Brawijaya..

Singapore of Surabaya

Trus… ngapain ke Surabaya…? Ke Surabaya itu karena tugas, menghadiri suatu acara… Alhamdulillah, karena di bandara dijemput oleh panitia, jadi gak harus repot dan bingung, atau merepotkan Uti, mamanya Maria, adik iparku, yang tinggal di kota ini..

Oleh panitia, para tamu diinapkan di sebuah hotel di kawasan yang oleh developernya dinyatakan sebagai The Singapore of Surabaya. Kenapa ya disebut begitu…? Selama di sana, aku gak menemukan Orchad Road, aku gak melihat Little India, Bugis Village, Geylang Serai dll.. Memang di situ ada duplikat patung kepala Singa Merlion di sebuah simpangan jalan.. Untuk teman2 ketahui, di sini banyak banget perempatan jalan yang dihiasi dengan patung2 yang cantik.. Aku juga melihat deretan rumah2 mewah… Selebihnya…? Gak ada yang melihatkan ciri Singapore… Trus lucunya.., jalan2 di sini namanya menggunakan bahasa Indonesia, tapi ujungnya dikasi tulisan RD alias Road.. Misalnya ada jalan yang namanya Telaga Sari RD. Seorang teman yang juga peserta, tapi dari dari Jakarta, bilang “RD itu bukan Road, tapi Rodo alias mirip” Hehehehe…

Patung Pelangi1

Tapi, suasana di ini emang nyaman buanget… karena dikelilingi ruang terbuka hijau… yang diantaranya adalah Golf Course… Cuma sempat ada sedikit kehebohan.. Ceritanya, hotel ini bentuknya bukan kamar2 dalam satu building bertingkat…, tapi berupa rumah2 kecil yang cantik, nyaman dan dalam cluster yang dijaga oleh petugas security… Jadi dari lobby tempat kita ketemu dengan panitia, kita harus jalan kaki sekitar 50 sampai 100 meter untuk sampai ke rumah tempat kita mengingap. Mungkin karena asumsinya setiap tamu yang dating bawa kenderaan sediri, jadi hotel tidak enyediakan petugas untuk membantu mengangkat barang2 tamu. Tidak ada juga trolley.., so kita harus bawa sendiri barang2 kita… Buat aku, si tomboy, alhamdulillah enggak ada masalah lah yaaa…Kebayang gak siyyy…, gimana ibu-ibu yang sudah lebih senior dan lelah seharian karena perjalanan harus nggeret2 koper…?

Lalu… ada lagi masalah.. Karena ini bentuknya rumah yang terdiri dari 3 kamar tidur, 1 living room yang dilengkapi TV dan dvd player, 1 dine room, 1 pantry yang lengkap dgn kulkas, 1 maid room, 1 bathroom for maid lengkap dengan mesin cuci, plus 1 garage, ternyata di rumah ini hanya ada satu main bedroom yang punya fasilitas lengkap, berupa kamar mandi di dalam, cabinet yang besar, televisi dll. Dua kamar yang lain, seperti kamar buat anak2, kamar mandinya di luar, digunakan bersama untuk 2 kamar, cabinet yg kecil dan gak ada televisi. Nahhh, sementara di rumah ini selain aku, juga ditempatkan 3 ibu lagi, 2 di antaranya adalah pemegang jabatan senior di daerahnya masing2, dan hanya yang satu dapat fasilitas main bed room, karena sudah diisi oleh yang satunya lagi plus oleh seorang peserta yang posisinya lebih junior.. Waahhhh, sempat kisruh juga sejenak… Karena membuat ibu yang satu merasa tidak mendapat apresiasi selayaknya..

Selebihnya, tempat ini nyaman dan sehat banget… Di malam dan pagi hari, kita bisa mendengarkan kicauan burung…, merdu banget… Di pagi hari, saat bangun tidur, dari kamar kita bisa ke balkon untuk menikmati sejuknya udara pagi… Kita juga bisa menikmati suasana yang segar di segala aktivitas : sarapan, makan siang dan malam di ruang dan teras yang menghadap hamparan lapangan golf yang hijau… Seandainya lngkungan hidup kita semua senyaman ini…

2 thoughts on “Ke Singapur-nya Surabaya

  1. wah kak,
    aku gak akan mau klo nginap di hotel itu tp ga ada petugas yg bisa bantu. tuh hotel punya asumsi yg salah hehee…. ato at least dia sediakan mobil caddylah, jd ada satu petugas yg bs antar kita ke kamar kita. kalo hanya sekali dua kali balik mgkn ga capek tp klo hrs bolak balik misalnya ada kumpul2 lg di hall gitu, mati juga…….. hihihihh…. **jd teringat wkt outbond di lembang kemarin, kamar kami jauhhhhhhhhhhhhh bgd dr tempat acara…. naik2 pulak. ngos2an lah…

    1. Hahahaha…. Maunya siyy begitu.. Tapi ini acara yang ngadain orang lain, kami cuma tamu.. Jadi gak bisa protes… Padahal waktu itu aku bawa 1 koper, 1 tas kerja dannnn 1 kardua oleh2 buat orang tua adik iparku.. Kebayang gak siyy repotnya aku nenteng2… Untung agak2 biasa bergaya Xena, the pricess warrior…Hehehehe..

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s