One More Try

This is the soundtrack of  Message in The Bottle, that I love… Written by Richard Marx and sung by Laura Paussini


ONE MORE TRY
Nothing I must do
Nowhere I should be
No one in my life
To answer to but me

No more candlelight
No more Dark light skies
No one to be near
As my heart slowly dies

If I could hold you one more time
like in the days when you where mine
I’d look at you ’till I was blind
So you would stay

I’d say a prayer each time you’d smile
Cradle the moments like a child
I’d stop the world if only I
Could hold you one more time

(hmmmmmm)

I’ve memorized your face
I know your touch by heart
Still lost in your embrace
I’d dream of where you are

(hmmm)

If I could hold you one more time
Like in the days when you were mine
I’d look at you ’till I was blind
So you would stay

I’d say a prayer each time you’d smile
Cradle the moments like a child
I’d stop the world if only I
Could hold you one more time

One more time

Message In The Bottle

message-in-the-bottle1Beberapa minggu yang lalu sebuah pesan masuk ke inbox email Tati..  Isinya…

Hi , Sondha

Nama saya Nilton, saya seorang Dokter asal Timor Leste yg sekarang sedang mengambil program spesialis bedah di Kuala Lumpur Malaysia. Saya  penggemar berat khalil gibran, Nicholas spark, dan masih banyak lagi namun terutama kedua tokoh ini.

Ketika sedang mencari info tentang film message in a bottle ( saya pernah punya koleksi lengkap mulai dari DVD, CD dan bukunya baik dlm bhs inggris maupun indonesia, tapi sayangya semua tetinggal di  Timor Leste), saya menemukan profile dan email addrs. anda di internet dan saya senang karena kita punya kesamaan dalam kekaguman terhadap karya seni dari Nicholas Spark.

Saya mo minta tolong nich, boleh nggak kirimin saya isi dari surat2 Garret Blake yang ada dlm botol itu dan juga surat terakhir dari Cathrine yg kemudian ditemukan oleh Blake di rumah Theressa…

I would realy appreciate if u can help me sending those letters or at least Cathrine’s last letter, coz i’ve tried to look for it here in Kuala lumpur but its so hard to find it.

Thanks

Kayaknya teman kita ini membaca tulisan Tati yang ini kali yaa…
Tati mencoba mencari buku Message in The Bottle di Gramedia, but there’s no stock anymore.  Lalu Tati mencoba meminjam kembali DVD Message in The Bottle ke Venny, teman Tati di kantor yang lama..  Dapat siyy, tapi kesibukan dan kemudian kondisi kesehatan membuat Tati gak sempat-sempat buat nonton kembali film ini dan mengamati secara detail isi surat2 yang ditemukan di dalam botol2 yang dihanyutkan ke laut…  Baru tadi malam sempat dilakukan..
So, Nilton, here the messages…  I hope they can make you happy…

The 1st Message  in the Bottle  that found by Theressa on the shore

Dear Catherine

I’m sorry I haven’talked to you in so long
I feel I’ve been lost, no bearings, no compass.
I kept crashing into things, a little crazy I guess
I’ve never been lost before
You are my true north
I could always steer for home when you are my home

Forgive me for being so angry when you left
I still think some mistake’s been made
An I’m waiting for God to take it back

But I’m doing better now
The work helps me
Most of all you help me

You came into my dream last night with that smile..
That always held me like a lover
Rocked me like a child
All I remember from the dream is a feeling of peace
I woke up with that feeling, and tried to keep it alive as long as I could

I’m writing to tell you that I’m on a journey toward that peace.
And to tell you I’m sorry about so many things.
I’m sorry I didn’t take better care of you
So that you never spent one minute being cold or scared or sick.
I’m sorry I didn’t try harder to find the words to tell you what I was feeling.
I’m sorry I never fixed the screen door. I fixed it now.
I’m sorry I ever fought with you.
I’m sorry I didn’t apologize more.
I was too proud.
I’m sorry I didn’t bring you more compliments on everything you wore and every way you fixed your hair.
I’m sorry I didn’t hold on to you with so much strength that even God couldn’t pull you away.
All my love, G.

 

The 2nd  Message in the Bottle.  Sent by someone to Theressa after  publication of the 1st message

Dear Catherine

There isn’t an hour of my life without you in it.
I mend the boats, test them, and all the while the memories come in like the tide.
I was thinking the day of when we were young, and you left our world for a bigger world.
I was a lot more scared then I would admit.

I fought my fear by telling myself you’d come back someday..
And trying to think of the first thing I’d say to you when I saw you again.
I must have tried out 100 possibilities.
What did I finally say?
Not much.
My mouth wouldn’t work, except to kiss you.
And when you say, “I’m here to stay”, that said it all.
Well I’m doing it again.
I keep imagining what I’d say to you if somehow you came back.


The 2 messages were made by Garrets.  But Theressa has another message that sent to her after the publication.  She thought it also made by Garrets.  But after Garrets said that he only sent 2 messages, they realized that the 3rd message was made by Catherine. Garrets saw her thrown a bottle to the sea 3 days before she passed away.  Here the mesaage…

light-house


To all the ships at sea and all the ports of call
To my family
And to all friends and strangers
This is a message and a prayer
The message is that my travels taught me a great truth.
I already had what everyone is searching for..
And few ever find;
The one person in the world who I was born to love forever.

A person like me, of the Outer Banks..
And the blue Atlantic mystery.
A person rich in simple treasures..
Self-made, self-taught.
A harbor where I am forever home.
And n0 wind or trouble..

Or even a little death can knock this house.
The prayer is that everyone in the world can know this kind of love.
And be healed by it.
If my prayer is heard, then there will be an erasing of all guilt..

And all regret.
And an end to all anger..

Please God
Amen.

Pulang Yang Tertunda

woman-at-d-airport1Hari Jum’at siang tgl 26 Desember 2008 Tati nelpon ke travel langganan.  Tati mau ambil tiket buat berangkat  ke Medan tanggal 27 Desember 2008, yang udah dipesan awal Desember.. Rencananya, seperti akhir tahun 2007, Tati ke Medan buat nemenin Papa, Mama, Tante Po, Mama Nhoya & Nanda merayakan Tahun Baru.  Kalo tahun 2006, Tati malah nemenin Papa & Mama merayakan Natal di Sipirok.  Waktu itu kita perginya rame2 dengan Papi David, Bang Rio dan Nanda, serta kak Lintje & Ira yang datang dari Pekanbaru lewat jalan darat.

Waktu Tati pesan tiket, itu pihak travel ngasi alternatif  jadwal penerbangan by sms, dan Tati menjawabnya juga by sms.  Ternyata oh ternyata, mereka gak terima sms Tati, so mereka gak daftarin nama Tati di airline.  Artinya Tati belum punya tiket…  Oaaaallllaaahhhh…. Padahal Papa, Mama, Nanda, Tante Po & Mama Nhoy kan udah nunggu2… Sediiiihhhh…? Jangan ditanya…  Mana penerbangan pada full booked..  Tati akhirnya dapat tiket buat tanggal 30 Desember 2008 dan kembali ke Pekanbaru yanggal 5 Januari 2008..  Sayang ya… Jadinya waktu di Medan jadi lebih singkat..  Rencana awal berangkat tgl 27 Desember 2008, pulang tgl 4 Januari 2009.  Bisa  sekitar 8 harian deh di Medan..  Jadinya cuma sekitar 5 harian…  Padahal Tati udah lama gak pulang, udah hampir 6 bulan…  Kangen ama Mama… Hiks…

Dua Serangan…

sick-womanSelama bulan Desember 2008 ini Tati mendapat dua serangan penyakit..   Saat serangan pertama kali datang  Tati lagi di kantor.   Tati mendadak merasa tubuh sakit2 kayak saat PMS tapi sakitnya lebih kuat, membuat Tati benar2 merasa gak berdaya sehingga terpaksa tidur di sofa di sekretariat Panitia Lelang.  Tapi tidur tidak membuat tubuh Tati lebih baik..  Karena saat bangun tidur, badan makin sakit, suhu tubuh makin tinggi, seluruh kulit wajah memerah.. Lalu diikuti rasa pahit di lidah dan kehilangan selera makan, lalu diikuti oleh diare.. Setelah ke dokter dan minum obat yang dikasi dokter, alhamdulillah sembuh.. Menurut dokter itu hanya karena kuman yang menyerang pencernaan.

Sembuh sekitar 4 hari, Tati merasakan ngilu-ngilu di sendi-sendi..  Tadinya Tati pikir itu semacam PMS, tapi rasanya kok aneh karena rasa nyeri itu justru muncul di hari pertama Tati getting period.  Biasanya rasa nyeri dan pegal-pegal di tubuh muncul saat menjelang periode datang, alias Pre-Menstruation Syndrome.  Tapi rasa nyeri semakin kuat, mulut juga terasa sangat pahit sehingga Tati mutusin enggak masuk kantor keesokan harinya, lalu manggil Bude yang biasa seminggu sekali mijit Tati.  Pijitan dari Bude mengurangi rasa nyeri tapi ternyata hanya sebentar..

Malam hari saat nganter Ira, ponakan Tati, ke bandara,   tiba2 Tati merasakan sakit yang luar biasa, hingga gak bisa menahan air mata menetes..  Tati gak sanggup menunggu keberangkatan Ira di bagian keberangkatan, Tati  mutusin untuk berbaring menahan sakit di jok belakang mobil.  Begitu Ira berangkat, Tati minta kak Lintje dan bang Parlin langsung membawa Tati ke dokter Ekmal yang tinggal dan praktek di sebelah rumah.

Ternyata menurut dokter Tati mengalami demam Chikunguya, yaitu deman akibat terinfeksi virus Chikungya yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, yang juga menjadi penyebar virus penyebab DBD.  Virus Chikungya efeknya tidak seperti DBD yang menurunkan trombosit dalam darah, sehingga bisa mengakibatkan kematian, tapi rasa sakit pada sendi2 yang diakibatkannya luar biasa..  Di kulit juga muncul titik-titik merah, terutama di bagian depan tungkai  kaki…

Karena gejala penyakit ini akan hilang dengan sendirinya, yang bisa diberikan oleh dokter adalah antibiotik, vitamin dan penghilang rasa sakit. Nah obat penghilang rasa sakit yang diberikan dokter adalah Mefenemic Acid.  Tapi karena Tati sangat sulit buat makan akibat mulut yang terasa pahit, sehingga hanya makan roti sekedarnya, plus mengkonsumsi Mefenemic Acid membuat maag Tati jadi ikutan betingkah.. Di hari keempat, mendadak Tati terbangun menjelang subuh karena rasa ingin muntah yang luar biasa.. Padahal untuk bisa tidur aja susah karena rasa sakit di sendi-sendi.   Dan Tati beneran muntah, rasanya sakit banget karena muntahnya gak cuma berasal dari tenggorokan, tapi dari lambung…  Tapi setelahnya tubuh lebih ringan, meski rasanya lelah banget..  Setelahnya Tati selama dua hari gak ngapa-ngapain kecuali berbaring…

Dan finally, setelahnya Tati kembali bugar…  Alhamdulilllah..   Bahkan di hari pertama masuk kantor Tati bisa kembali aktif…  Bahkan lebih dari 15 kali naik turun tangga dari lantai 1 ke lantai 2, buat ngikutin rapat dengan para senior dan nyiapin surat-surat yang diminta atasan..  Senang sekali rasanya bisa kembali aktif….

Buat teman-teman yang terkena virus Chikunguya, menurut dokter ya harus makan dan minum vitamin supaya daya tahan tubuh membaik.  Soal sakitnya….? Hmmmm, terpaksa pasrah ya.. Paling cuma bisa minta dokter memberikan obat buat mengurangi rasa sakitnya… Tapi mudah2an jangan ada yang juga kena virus ini deehhh…

Kangen..

ananda2Beberapa hari ini Tati alias si Wowo kangen banget ama Ananda..  Udah 5 bulan gak ketemu..  Paling cuma ngobrol di telpon.. Itu juga gak setiap nelpon Ananda mau bicara.  Kalau doski lagi asyik dengan sesuatu, makan atau nonton TV misalnya, jangan harap mau bicara di telpon…  Hehehe..

So, tadi siang Wowo coba telpon..  Ananda lagi nginap di rumah Odang & Enek.. Tapi, karena lagi asyik makan doski gak mau bicara…  Hehehe.. Tapi gak lama, telpon Tati berdering..  Dari Odang..  Ternyata setelah selesai makan, Ananda minta Odang nelpon Wowo supaya dia bisa bicara..

Ananda sibuk ngoceh tentang persiapan christmast-nya..

Waktu Wowo bilang Wowo akan pulang sekitar tanggal 28 Desember, Nanda bilang : Wowo gak bisa pulang tanggal 21 aja?

Wowo : Emang ada apa, Nak? Wowo kan kerja, tanggal segitu Wowo masih kerja, belum libur..

Ananda : Hmmm.. Nanda pikir kalo Wowo bisa datang lebih cepat, Wowo bisa bantu-bantu kita buat persiapan Natal..

Wowo : Pokoknya Wowo akan usahakan pulang secepatnya ya Nak..  Wowo udah rindu sama Nanda..

Ananda : Iya, Nanda juga rindu sama Wowo…  (Wowo langsung hiks…!!!)

Wowo : Ya udah, nanti Wowo telpon lagi ya…  I love you, honey..

Ananda : I love you too.. Hmmmmmuuuaaaacccchhh…

Hmmmm… Hati langsung berbunga-bunga…  Semangat langsung naik lagi…  I love you, Nak.. Love you very much.. You are the sunshine of my life..

Ini pics Ananda awal Juli lalu.  Ananda yang girlie suka banget bela beli accecories.. So, begitu ada abang2 pake sepeda jualan accecories dari rumah ke rumah, Ananda senang banget…  Hari raya deehhh dia…  Hehehe..

ananda

ananda1

Teman Sekamar…

Tadi malam jam 22-an Tati baru nyadar kalo kemaren itu tanggal 04 Desember 2008.  Hmmmm, kok bisa ya orang kerja gak ingat tanggal…?  Trus Tati juga jadi nyadar kalo kemaren tuh ultahnya Linda Ramalah Omar, mantan teman sekamar Tati waktu kost di Jl. Pangrango 16 Bogor, yang  sekarang udah jadi Met Liefde Cafe.  Tapi karena udah kemalaman, Tati baru nelponnya tanggal 5…

sondhalindaSebenarnya Linda bukan lah satu2nya mantan teman sekamar Tati.  Tati sebelumnya sempat sekamar dengan kak Evi dan mbak Nila, tapi cuma sebentar-sebentar alias beberapa bulan ajah..  Sama Linda yang agak lamaan dan sangat berkesan..  Karena kita tuh gak pernah clash..  Saling ngerti.. Saling berbagi… Jadinya asyik ajah…

Sebenarnya kita udah kenal sejak tahun kedua kuliah, karena satu jurusan di Sosek.  Tapi kita gak pernah ngobrol karena teman2nya beda..  Lalu tahun ketiga di Bogor Tati pindah kost ke Pangrango 16, ternyata Linda kost di situ juga.  Karena sekelas, kita jadi suka berangkat dan pulang kuliah bareng, bahkan teman2nya jadi sama..   Lalu setahun lebih di akhir masa kuliah kita jadi sekamar pula….

Tati ama Linda sebenarnya jadi sekamar karna masing2 teman sekamar kita pada keluar..  Teman sekamar Tati sebelumnya, mbak Nila, dosen Fakultas Peternakan Universitas Jambi yang  ngambil S2, pulang ke Jambi karena hamil dan harus bedrest sehingga sekolahnya ditunda.  Teman sekamar Linda sebelumnya, Chi2, mengakhiri masa jadi anak kost2an karena udah lulus dan pulang ke Jakarta.  Karena sama2 bosan sendirian di kamar masing2, kita tuh selalu tidur bareng..  Kadang Linda nginap di kamar Tati, kadang Tati yang nginap di kamar Linda.  Setelah beberapa waktu tinggal bersama dengan status gak jelas..  Hehehehe..  Kita akhirnya mutusin buat jadi sekamar…

Keputusan untuk menjadi roommate bukanlah keputusan yang mudah..  Secara masing2 kita punya properti se-abrek2, sementara kamar kita tuh kecil banget, cuma ukuran 2,5 m x 3 m kali yaa… Mana tempat tidur kita  Ligna 2 susun, yang satu harus dimasukkan ke bagian bawah  tempat tidur yang satunya kalo gak dipake.  Kalo enggak dimasukkan, lemari pakaian gak bisa dibuka dan Linda gak bisa duduk di kursi belajarnya…..

So, kita akhirnya memutuskan begini… :

–  Linda memulangkan lemari pakaiannya ke Jakarta,   lalu kita menggunakan lemari pakaian Tati bersama-sama.  Bagian lemari buat baju yang digantung dipakai bersama, bagian lemari yang buat baju dilipat dibagi 2.  Linda dapat 2 rak, Tati dapat 2 rak.

– Linda memulangkan tape-nya ke Jakarta dan kita menggunakan tape Tati.  Tapi koleksi kaset Linda tetap tingggal dan itu memperkaya koleksi musik di kamar kita yang gak pernah sepi dari suara musik..

– Rak rotan Linda kita manfaatkan buat tempat tape dan persediaan amunisi alias makanan, selain barang2 pribadi Linda.  Rak rotan Tati kita gunakan buat tempat TV dan berbagai barang pribadi Tati.

–  Secara sebelum tidur kita suka buka lemari pakaian buat ambil baju ganti atau keperluan lainnya, so yang tidur duluan harus tidur di tempat tidur atas.  Yang belakangan tidur di tempat tidur bagian bawah, yang harus ditarik dulu sebelum dimanfaatkan.  Jadi kita gak menetapkan sistem ini tempat tidur gue, itu tempat tidur elu. Dua2nya tempat tidur kita…

– Untuk kenyamanan mata,  kalo lagi pake sprei Linda kedua kasur kita pakein sprei2 Linda yang motifnya sama.  Atau kalo lagi pake sprei Tati, ya dua2nya dipakein sprei Tati yang motifnya juga sama.  Jadi kedua kasur tuh dipakein sprei yang motifnya sama.. Enak kan dilihatnya…

–  Segala barang habis pakai, seperti makanan dan tissue, kita gak pernah itung2an..  Kita bisa belanja bersama maupun sendiri-sendiri tapi  kita sharing saat mengkonsum..  Buat kita, barang habis pakai yang ada di kamar kita adalah milik kita berdua..   Jadi di kita  gak ada tuh cerita yang satu tukang belanja yang satu tukang ngabisin..  Tapi tetap tata krama berlaku, kalo mau mengkonsum belanjaan teman tetap ngasi tau dulu..  Kita berdua saling bertoleransi dan berbagi…

Secara kita sekamar  dan  juga kuliah di jurusan yang sama (meski beda program studi), kita berdua tuh jadinya selalu rendeng-rendeng  kemana2..   Tiap hari kita jalan berdua ke kampus..  saling nemenin kalo pada nunggu dosen buat kosultasi.  Lalu setelahnya kita nyari makan berdua..  Atau terkadang bareng dengan Idien alias Dindin Dinijah Sururi,  dan si Pepen alias Venny Anggrijani.  Pulang dari kampus kadang kita pergi main, nonton atau kalo enggak tidur siang…  Selesai magrib kita biasanya nyari makan, kadang sambil berburu amunisi alias cemilan di Hero Internusa.

Acara nyari makan malam juga seringkali meriah, terutama di saat-saat menjelang ujian skripsi yang penuh tekanan..  Kita seringkali  ke Pasar Gembrong yang menyediakan banyak pilihan makanan, bahkan kita pernah bela2in hujan2 ke Bogor Permai karena pengen makan nasi goreng-nya yang emang enak banget…  Setelahnya, di meja belajar masing-masing kita berjuang menyelesaikan skripsi.  Sering kali satu sama lain menjadi pemacu bagi yang lainnya..  Melihat Linda sibuk mengolah data atau nulis, bikin rasa malas dan jenuh Tati sirna..  Begitu juga sebaliknya..  Karena selalu rendeng2 ke sana ke mari,  kata teman2 kita kayak kembar siam tapi beda banget.. Ya iya lah, secara yang satu Batak dengan mata yang sipit, dan yang satunya lagi Jawa campur Arab campur Belanda dengan mata yang belo’.. Hehehe..

Tati juga ingat banget malam sebelum Tati ujian skripsi, Linda berusaha mengalihkan pikiran Tati yang nervous dengan mengajak pergi makan malam ke Pasar Gembrong, terus pulangnya langsung tidur karena udah lelah…  Hehehe..  Linda tau banget klo Tati tuh apa2 pengennya perfect, jadi kalau akan ada event yang penting gitu selalu mikir apa lagi niyy yang belum supaya besok gak malu2in..

Dannn, rasanya bahagia banget saat Tati ujian skripsi pada bulan Maret 1992 lalu Linda menyusul pada bulan Mei 1992 sehingga kita bisa wisuda bareng di Juni 1992.  Tati masih ingat saat2 kita berdua bergandengan tangan memasuki Graha Saba buat mengikuti acara wisuda.  Rasanya itu adalah salah satu saat yang indah dalam hidup Tati.  Kita juga keluar dari tempat kost pada hari yang sama, jadi enggak ada yang meninggalkan dan ditinggalkan…  Kita meninggalkan segala sesuatunya bersama-sama…

So, tadi malam Tati nelpon Linda to say Happy Birthday..  Karena Linda gak dengar saat telpon berbunyi, Linda akhirnya menelpon balik Tati..  Kita ngobrol… Huhuhuhu….  Seneng banget rasanya.. Secara kita udah berbulan2 juga gak ngobrol di telpon..  kalo gak salah terakhir kita ngobrol sekitar bulan Februari 2008.   Ketemuan juga udah lama banget…  Terakhir beberapa tahun yang lalu kita janjian  di sebuah kafe di Pondok Indah Mall.  Ketemuan yang diisi dengan hahahihi dan bikin lupa keluarga sehingga baru bubar saat PIM tutup..  Hehehe…

Saat ngobrol tadi malam Linda bilang “Kok gue gak jadi2 ya ke Pekanbaru? Padahal kan sejak zaman kita sekamar udah niat mau ke Pekanbaru.  Hehehehe”.  So kita janjian buat ketemu ASAP… , kalo Tati ada kesempatan ke Jakarta.  Mudah2an bisa segera ya..  Soalnya Tati kangen banget ngobrol cekakak cekikik sama si ibu yang baik hati ini…

Linda sahabatku, happy 41st birthday..  Semoga selalu dalam lindungan Alloh.., hidup berbahagia dengan Buno, Malik dan Faizal ya…  Luv & Miss U…

pasukan-pangrango1

Tati dan Linda bersama teman2 kost di Pangrango 16 bergaya di depan tukang martabak di depan pasar Bogor.  L – R : Mbak Nila (dosen Fak. Peternakan Univ. Jambi), Daicy (kamu dimana sekarang, say?), Linda, Mbak Ella (juga dosen Fak. Peternakan Univ. Jambi), Kak Evi dan Tati.  Lihat tanggal pemotretan di kanan bawah..  Tahun 1989..  Udah 19 tahun yang lalu, saudara-saudara…

 

pasukan-pangrangoL – R :  Linda, Kak Evi, Tati, Daicy, Mbak Ella, Mbak Nila dan Mbak Susi (juga dosen Fak. Peternakan Univ. Jambi)