She Created Her Own Supervisor…

Hari ini, 3 minggu + 1 hari sudah sahabat ku, kembaran ku Eko berpulang ke Rahmatullah…Air mata ku sesekali masih menetes kala teringat akan dia, kala film2 kenangan berputar di benak ku.. Kenangan2 yang banyak, sangat banyak.. Kenangan 16 tahun kebersamaan.. Yang kalau dibuat jadi film entah berapa ratus keping CD yang dibutuhkan untuk menyimpannya..

Eko..
Eko..

Tapi ada satu hal yang sangat luar biasa yang telah dia lakukan…  Dia menciptakan atasan nya sendiri dalam satu episode kehidupannya sebagai pegawai…

Haaa…? Kok bisa…?

Itu lah hebatnya Eko…  Dan yang luar biasa dia melakukannya dengan senang hati, dengan sepenuh hati…

Gimana caranya…?

Caranya… ..Hmmmm.. Mudah2an pengakuan ini tidak berakibat buruk yaa…  Karena niatnya hanya menunjukkan betapa luar biasanya  bantuan yang sudah dia berikan pada ku… Tak terbalaskan..

Caranya…, suatu malam diatas jam 21.00 di akhir tahun 2000, telpon di tempat kost ku di Yogya berdering2…  Yuuppp, zaman itu hp masih barang mewah..  Masih jauh dari genggaman.. Telpon rumah ibu kost dan wartel adalah sahabat bagi ku yang sedang jadi anak kost, karena sedang sekolah lagi..

Gak lama, Ibu Suhaimi, ibu kost ku memanggil ku, memberi tahukan kalo ada telpon buat ku, Ibu bilang, “Dari Pekanbaru..”

Aku begitu gagang telpon nempel di telinga.. “Assalammualaikum… Siapa niyyy…?”

Terdengar suara yang tak terlalu sering ku dengar di telpon, hanya sesekali.. “Sondha, ini aku, Eko.  Cepat telpon balik aku yaa..”

Begitu menutup telpon, mengucap terima kasih ke ibu, aku langsung beres2 dan melangkah ke luar rumah, menuju wartel yang hanya sekitar 20 meter dari rumah..

Gak pakai antri…, alhamdulillah.. Aku lalu mendial nomor telpon rumah Eko.. 0761.44 sekian sekian sekian.. (Berapa ya.., aku sudah lupa… Dampak fasilitas phonebook pada handphone.. :D)

Begitu telpon berdering sekali, langsung diangkat.. Eko sudah menunggu di samping telpon sepertinya..

Aku : Assalammualaikum… Apa cerita, Ko..?

Eko :  Aku mau ngisi data awaktu (Bahasa Melayu : kamu).. Ada data-data yang aku gak tau..  Jawab yaaa…   Nama ayah, nama ibu, nama abang, nama adik, tempat tanggal lahir mereka, pendidikan mereka.. dst dst…

Oaalllaaahhhhh… ternyata Eko sedang mebuatkan Daftar Riwayat Hidup buat aku.. Itu lho format wajib untuk PNS kalau mau naik pangkat dll…

Aku : Buat apa siiyy, Ko?

Eko : Kan April nanti waktunya awaktu naik pangkat ke III/b.  Dari sekarang sudah harus dimasukkan usulannya..  Tenang aja lah.. Biar aku yang urus..  Tapi izin ya, aku tiru tanda tangan awaktu.. Karena kalau dikirim pula dulu ke Yogya, entah kapan pula sampai lagi ke sini..

Aku hanya bisa mengiyakan dan menjawab semua pertanyaan Eko satu per satu.., by phone..

Lalu di pertengahan 2001 aku menerima kabar kalo pangkat ku sudah naik ke III/b.  Alhamdulillah…  Thank you so much Eko…

Dengan modal pangkat III/b, yang bisa menjadi pangkat dasar untuk menjabat esselon IV/a, begitu pulang kuliah Desember 2001, 8 Januari 2002 aku diberi amanah untuk jadi Kasubbag Statistik dan Pelaporan di Bappeda Kota Pekanbaru..

Dan beberapa hari setelah pelantikan, Eko bilang ke aku, kalau dia ingin penyegaran.. Dia ingin pindah dari posisi dia saat itu..  Kebetulan aku ada di ruangan kepala Bappeda saat penyusunan formasi staff  yang akan dirolling..

Aku lalu menyampaikan keinginan Eko kepada Pak Raisnur, Kepala Bappeda Kota saat itu.  Dan respon pak Rais, “Ambil aja dia buat kamu, ‘Ndha.  Biar Eko jadi staff di tempat kamu, biar bisa bantu kamu..”

Yuuuppp, .She cerated her own supervisor…

Sejak itu kami jadi selalu bersama.. Di jam-jam kantor, mau pun di luar jam kantor…

Sejujurnya Eko sangat sabar menghadapi Sondha yang galak..😀

Sondha yang selalu memaksa Eko untuk sama-sama belajar agar kami bisa bekerja lebih baik, lebih sistematis, lebih mampu menggunakan alat2 kantor yang selalu berkembang teknologinya.. Dan alhamdulillah Eko bisa melihat semangat ku, kegalakan ku sebagai sesuatu yang positif..

Sungguh, mungkin kalau orang yang tak berpikir positif, bisa saja menggerundel dalam hati, “Udah gue urusin naik pangkatnya. Dapat jabatan setelahnya. Ehhh setelah jadi atasan, galak pula…” :Heheheheee…D

Tapi Eko tidak… Eko tetap memberikan pelukan dan kecupan hangat di kedua pipi ku saat kami bertemu dan berpisah..  Eko tetap menghapus air mata ku kala duka tak lagi tertahankan dan meledak menjadi tangisan..  Dan setelahnya Eko selalu membisikkan kalimat “Sondha itu kuat.. Sondha pasti bisa melewati semua cobaan..”

I miss U, dear.. Thank you for all you did to me…  Rest in Peace..

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s