For The Dolphins’ Sake…

Saat aku diberi kesempatan untuk melaksanakan tugas di Bali pada bulan September 2012, di ruang kedatangan bandara Ngurah Rai, aku melihat brosur paket melihat dophin alias lumba-lumba di laut bebas di Pantai Lovina…

Hal ini mengingatkan ku pada sampul majalah Jalan-jalan beberapa tahun yang lalu, yg memuat artikel tempat berlibur bersama anak-anak, sebelum mereka tumbuh dewasa dan memilih untuk pergi travelling dengan teman2 mereka sendiri, tanpa orang tua..

Nirwana CottageTapi juga tahu kalau Pantai Lovina itu jauh di utara Bali… Butuh sekitar 3 -4 jam untuk mencapainya dari Kuta..  Di beberapa brosur yang aku ambil, terlihat harga paket untuk 2 orang sekitar Rp750 ribuan per orang, termasuk biaya transport Kuta – Lovina pp, biaya perahu, makan siang dan juga singgah beberapa obyek wisata yang berada di jalur Kuta – Lovina.  Kalau mau ambil paket tersebut, berangkat dari Kuta, dijemput travel jam 02.00 pagi waktu Bali, alias Indonesia Bagian Tengah.. , karena para dolphin ini munculnya jam 06.00 – 07.00…

Pergi dijemput travel, yang supir dan guide nya tidak aku kenal jam 02 pagi untuk menyusuri Bali dari Selatan ke Utara…???  Oooohhhh, No….  Segila-gilanya aku, senekad-nekadnya aku…, itu bukan cara bepergian yg ingin dan mau aku lakukan… Aku masih nyadar klo aku perempuan… Heheheheee… :D  Jadi keinginan untuk bisa melihat dolphin di laut lepas di utara Pulau Bali, aku simpan dulu untuk jadi sesuatu yang akan ku lakukan, bila ada rezeki.. Someday…

Lalu…., saat aku tahu aku akan diberi tugas untuk persiapan suatu pekerjaan di Bali…, aku sudah merencanakan bahwa aku harus melakukan keinginan ku itu… Harus…!!!  Makanya aku memutuskan untuk berangkat 2 hari lebih awal dari jadwal kerjaku.. , for the dolhpins’ sake..  Demi melihat lumba-lumba , di laut lepas….

So, tanggal 06 April aku berangkat dari Pekanbaru dengan pesawat jam 07.00 pagi WIB.. Biar cepat sampai.., dibela2in deehh…  Transit di Bandara Soetta sekitar 1,5 jam, lalu lanjut terbang. Alhamdulillah jam 12-an Waktu Bali, alias Indonesia Bagian Tengah udah sampai di Bali…  Nyampe di Ngurah Rai, Georgie teman ku sudah menunggu..  Setelah sempat maksi di Beach Walk Kuta yang keren itu, kami langsung cabbbooootttttt menuju arah utara…

Untuk jadi catatan, Georgie yang tinggal di Bali sekian puluh tahun juga belum pernah ke Lovina.. Terus gimana? Gimana nentuin rute..? Kami sepakat ngikutin petunjuk mbah Google Map di Tabs ku…  Percaya ajah.., karena klo aku di Jakarta dan beberapa kota besar lain, si mbah Google Map sangat bisa diandalkan…

Rutenya lewat Danau Bedugul… Sampai di sana siyy aman… Perjalanan lancar jaya…  Tapi setelah dari Bedugul dan melawati tikungan yg patah banget…, plus hari mulai gelap, kami mulai kebingunan.. karena jalan yg kami lewati relatif kecil…  Kayak jalan desa…, tapi aspal..  Namun kami masihhhhhhh tetap percaya pada mbah Google Map…, meski sempat berhenti di sebuah warung desa dan nanya sama pemiliknya, mana jalan ke arah Lovina..  Si pemilik warung heran, kok ada emak2, mau ke Lovina lewat depan warungnya..  Menurut dia, dari situ memang bisa ke Lovina, tapi ini bukan jalan yang biasa dilewati oleh kendaraan umum… Jiiiiiaaaaahhhhhhhh….., mbah Google Map…!!!!  Tapi kami sambil ngobrol2, tetap melanjutkan perjalanan.., sambil tertawa2 karena ngobrol tentang “petir”…  Dan akhirnya sampai juga di Lovina…

Saat pulang keesokan harinya, saat hari terang benderang, kami baru tahu bahwa jalan yang kamu susuri malam sebelumnya sepertinya bukan jalan raya, tapi jalan kampung dengan jurang di kiri kanannya…   So…. the big lesson was “don’t trust mba Google Map 100% in rural area, my dear friends…”.  Google Map menunjukkan pada kita rute, yang singkat (kalau di perkotaan bahkan  tahu mana one way, mana jalan 2 arah), tapi tidak menginformasikan kualitas jalan…  So, be careful yaa…!!!

Sampai di Lovina, kami nanya sama pelayan mini market yg jaringannya menyebar se-Indonesia Raya,  yg kami temukan di tepi jalan raya, di hotel mana kami harus menginap kalau mau lihat Dolphin besok pagi..  Pelayanmini market menyarankan kami menginap di Nirwana, Seaside Cottage yang berada di Dolphin Beach.., dia memberi ancer2 arah yg harus kami tempuh…  Dan ternyata mudah untuk ditemukan…

Cottagenya cukup nyaman buat kami.. Ratenya IDR350k/night.  Single bed, lumayan buat rame2… Bathroom nya meski sepertinya dibuat tahun 1980-an, tapi lumayan.. hot waternya jalan..  Dan, di reception kita bisa order untuk bisa melihat dolphin besok hari.. Kita tinggal bilang, mau berapa orang.  Per orangnya IDR75k.  Kapten perahu, akan menjemput di depan kamar kita jam 05.00 waktu Lovina..  Siiippp… Jadi bikin tidur nyenyak, gak takut kebablasan..  Namun waker di HP teteuuuppp disetel…😀

Minggu jam 04.00 waker ku udah mengalunkan “in shaa Allah” nya Maher Zen…  Kami bergegas berberes-beres…  Mengenakan pakaian yang nyaman untuk berperahu di laut lepas..

Sekitar jam 04.30 pagi waktu Lovina, kamar kami diketuk.. Ternyata si kapten perahu dan putranya yg berusia sekitar 8 tahun..  Mereka berdua lalu mengajak kami berjalan menuju pantai dimana perahu mereka disandarkan..  Kami berjalan dalam gelap, dengan mengikuti cahaya senter dari si kapten perahu.. Menyusuri pasir, jembatan beton melintasi anak sungai kecil, kembali melangkah di pasir daaaannnn…. kami sampai di pantai dimana perahu-perahu bersandar…

Wonderful World, our jukung..
Wonderful World, our jukung..

Saat menatap perahu, aku baru nyadar, itu bukan perahu seperti yang ada dalam pikiranku…..

Itu jukung... Itu hanya sebuah perahu dengan lebar tak sampai 50 cm…  Dengan nama WONDERFUL WORLD di badannya..  Paa penumpang tidak duiduk di dalam ledokan kayunya, melainkan pada bilah2 kayu yang dipasang di sisi atas perahu… Jadi…? Yaaaa…, tubuh kita sama sekali tidak berada di dalam perahu.. Hanya kaki saja yang masuk ke dalam perahu…  Sereemmmmmmnya… Rasanya kalau tak punya keseimbangan yang kuat, bisa lah kita kecemplung ke laut…  Tapi jangan lebay.com juga… Karena jukung punya keseimbangan yang cukup baik karena ada 2 sayap di sepanjang sisi kiri dan kanannya….

Jam 04.59 Waktu Lovina kami sudah memecah ombak berlayar ke arah utara, menuju laut lepas… Jukung kami bukan satu-satu jukung yang pagi itu menari di lautan.. Ada banyak jukung-jukung lain yg dinaiki oleh orang wisman maupun wisnus…  Jukung-jukung tidak stop di satu titik, tapi bergerak.., karena para dolphins muncul tidak di titik yang sama, tapi memang masih di satu area…

Setelah berlayar selama 1 jam 7 menit, jam 06.06 Waktu Laut Utara Bali  kami akhirnya mulai melihat para dolphins muncul di permukaan, menari…, berombongan…  Beberapa di antaranya menari dengan lincah dan genit…  Tanpa sadar, air mata ku menitik… Ya, aku melihat makhluk cantik ciptaan Allah di laut lepas…, dengan jarak yang begitu dekat…  Dan aku…, aku bersedia mengambil resiko, menaiki jukung yang mungkin bisa membuat keluargaku menjerit bila tahu aku melakukannya…

Bagiku ini perjalanan yang pantas untuk dilakukan…Uang yang keluar, waktu, tenaga… semua pantas untuk mengalami apa yang aku rasakan di pagi itu…  Ada sensasi yang luar biasa saat melihat makhluk ciptaan Allah yang terkenal bersahabat dengan manusia ini di habitatnya, laut lepas…

Berbeda rasanya dengan saat melihat mereka di Marina Ancol.., atau saat aku melihatnya dari kapal ketika aku beserta abang dan adik-adik  dibawa Mama menyebrang dari Ulele ke Sabang tahun 1980… Kali ini meski masih berjarak sekian meter, mereka terasa begitu dekat… Alam terasa begitu dekat… Keindahan, keajaiban ciptaan Allah begitu dekat…

So here the pictures of my adventure…… :

The dolphins with text

the dolphins dancing...
the dolphins dancing…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s