Happy 74th Birthday Papa…

Hari ini…, 24 May 2012..  Papa ku genap berusia 74 tahun.. Alhamdulillah…

Papa (kiri, jaket coklat) bersama seorang temannya di Sipirok. Teman Papa ini adalah satu dari sangat-sangat-sangat sedikit orang yang masih bisa membaca aksara Batak dengan fasih dan menterjemahkannya ke tulisan Latin

Di usia 74 tahun, Papa masih sehat, masih bisa nyetir mobil sendiri, masih bisa membuat tulisan-tulisan mengenai adat istiadat Batak yang menjadi minat utama beliau..

Ada banyak kisah yang terjadi setahun ini…

Aku hampir tak pernah melihat Papa meneteskan air mata…

Aku pertama kali melihat Papa meneteskan air mata saat abang beliau, Anwar Janthi Siregar, meninggal pada 06 Maret 1994…

Lalu aku melihat lagi Papa menangis saat menerima telpon dari adikku David pada tahun 1995, yang mengabarkan bahwa dia lulus sidang sarjananya dari Fakultas Teknik Lingkungan ITB.

Aku tahu Papa saat itu cemas dan agak kehilangan keyakinan bahwa adikku itu bisa menyelesaikan studinya.  Ya, saat kuliah David juga bekerja dan berbisnis, sehingga sudah mengenal uang, yang menurut Papa akan membuat dia kehilangan minat untuk menyelesaikan studi..  Jadi mendapatkan kabar, David selesai sekolah adalah salah satu anugerah besar buat Papa…

Kali ketiga aku melihat Papa menangis adalah di akhir September 2011.. Ketika adik bungsu ku Nora yang bersama Papa mengantar aku ke pintu keberangkatan bandara Polonia untuk melepas aku  kembali ke Pekanbaru, mengatakan pada Papa bahwa ada seseorang yang meminta aku menjadi pasangan hidupnya..  Saat itu aku melihat air mata Papa ku merebak…  Saat itu sambil memeluk ku Papa bilang, “Papa senang, bahwa pada akhirnya akan ada seseorang yang bisa Papa titipkan untuk menjaga putri Papa.”

Ahhhhhhhhhh…, seandainya orang itu mengerti bahwa Papa ku punya harapan yang besar padanya…  Tapi sudah lahhhh..  Biarkan dia menjalani pilihan hidup yang ingin dia lakukan…

Aku berharap tak akan ada lagi air mata kedukaan hadir di pelupuk mata Papa.. Kalau pun ada air mata, aku berharap itu adalah air mata suka cita.. Semoga..

Btw.. ada satu cerita lucu namun mendebarkan beberapa bulan menjelang usia ke 74 ini..

Keberhasilan menurunkan berat badan dan memperbaiki kesehatan tubuhku, membuat aku yakin pada Herbalife.  Aku lalu meminta agar Papa mau mencoba mengkonsumsi shake Herbalife, dengan harapan kondisi kesehatan Papa membaik, mengingat Papa telah bertahun-tahun mengidap hypertensi, bahkan sempat kena serangan stroke pada tahun 2007.

Papa pun dengan disiplin mengkonsumsi shake, dua kali sehari.., dicampurkan dengan juice sayur dan buah yang selama ini memang menjadi konsumsi beliau untuk makan pagi dan malam.  Tiga minggu pertama Papa merasa sangat segar…  Aku pun bahagia mendengarnya…  Tapi masuk minggu keempat, Papa merasa sangat lemas.. Aku pun jadi cemas dan ketakutan kalau-kalau ada proses detoksifikasi yang tidak kuat untuk Papa jalani..  Aku lalu minta Papa untuk memeriksakan tubuhnya ke dokter spesialis saraf yang telah 6 tahun merawat Papa dan juga Mama..

Saat dokter membaca data hasil pengukuran tensi yang dilakukan perawat yang membantunya, dokter berkata pada Papa : “Bapak makan apa..? Kok tensi nya jadi bagus sekali, 120/80.  Enam tahun saya merawat bapak, tidak pernah bisa mencapai angka ini..”

Papa : “Anak saya kasi saya Herbalife, dokter. 3 Minggu pertama badan saya enak sekali rasanya, tapi ini badan saya rasanya lemas.  Jadi takut saya…”

Dokter : “Bapak gak minum tehnya? Kan ada tehnya juga yng bikin enerjik?”

Papa : “Enggak dok.  Anak saya cuma kasi shake saja.”

Keluar dari ruang dokter, Papa langsung menelpon aku, dan begitu kuangkat telponnya, beliau bicara tanpa preambul : “Kenapa Sondha gak kasi Papa tehnya?” Gubbbrrrraaaakkkk…

Aku yang gak ngerti perkembangan, mendadak heran.., kok bapak ku tau-tau-an klo Herbalife ada tehnya..😀

Aku : “Karena Papa ada tensi, Sondha belum berani kasi Papa tehnya..  Tapi teh itu sudah Sondha kirim ke Papa tadi siang.  Besok pagi akan sampai di rumah, karena paket nya one day service.  Kok Papa ngomongin teh, kenapa?”

Papa lalu cerita, apa hasil pemeriksaan dan konsultasinya.  Jadi Papa merasa lemas itu, karena adanya perubahan tensi di tubuhnya..  Tubuh yang biasa dengan tekanan darah tak pernah kurang dari 140/100, berubah menjadi 120/80 membuat darah mengalir lebih lancar dan ringan, tekanannya tidak sekuat sebelumnya, sehingga Papa merasa lemas..  Tapi alhamdulillah sekarang tidak lagi..  Apa lagi setelah Papa mengkonsumsi teh NRG, ditambah dengan multivitamin dan nutriactivator, serta cell-u-loss yang berfungsi membersihkan penyumbatan asam lemak di pembuluh darah.  Btw, minggu lalu saat Papa menimbang badan nya, berat badan beliau turun 7 kg… Hanya beda 3 kg dari berat badan beliau saat beliau merasa sangat fit sekitar 20 tahun yang lalu… Keren….

Semoga Papa tetap sehat dan bisa beraktivitas meski usia bertambah..

Happy Birthday Papa.. We love you so much…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s