Melayang di Tanjung Benoa…

Mencoba parasailing di usia di atas 40th padahal sebelumnya gak pernah… Why not…? Sebenarnya aku melakukannya  karena rasa ingin tahu “apa rasanya melayang di udara dengan parasut” dan “apakah aku masih berani melakukan hal-hal yang di luar kebiasaan sehari-hari ku, setelah bertahun2 aku tidak lagi melakukannya…”?  Dan kali ini merupakan kesempatan untuk mengetahui kedua hal tersebut… Iya mumpung ke Tanjung Benoa, salah satu daerah di Bali Selatan yang mengembangkan wisata pantai..

Tanjung Benoa....

 

Tanggal 17 – 20 Juni yang lalu aku mendapat kesempatan ke Bali..  Seperti  sebagian besar perjalanan2 ku dua tahun terakhir, kali ini perjalananku juga berkaitan dengan pekerjaan.. Ceritanya aku diajak oleh Pengelola Kegiatan Pagelaran Kebudayaan untuk ikut rombongan mereka membawa kelompok kesenian dari Provinsi Riau untuk tampil di Pesta Kebudayaan Bali, di Taman Budaya Bali di Denpasar.  Jadwal Tim Kesenian Provinsi Riau untuk perform hari Jum’at tanggal 18 Juni malam.  Jadi hari Sabtu 19 Juni ada waktu satu hari buat jalan2.

Honestly aku awalnya gak berminat untul ikut rombongan ke Tanjung Benoa.  Aku pengen ke Ubud dan Bedugul… Tapi aku juga pengen ke GWK yg juga akan dikunjungi oleh rombongan..  Jadi terpaksa ditundalah keinginan untuk ke Ubud dan Bedugul…

Begitu nyampe ke Tanjung Benoa kami lagsung diajak naik perahu ke Deluang Sari, tempat konservasi kura-kura.. Nah dalam perjalan pergi dan pulang dari Deluang Sari, aku melihat begitu banyak parasailing melayang di udara… dan membangkitkan rasa ingin tahuku tentang “apa rasanya melayang di atas sana?”….

Apa rasanya………..?

preparin' 2 fly....

Saat menjelang terbang ada lintasan rasa cemas.. Namun aku menyingkirkannya dengan tidak mau berpikir tentang rasa takut… Dengan tidak memikirkannya, rasa takut itu tidak akan menyerang dan menyebar di urat darahku…  Aku memusatkan pikiran pada proses persiapan, memasang sarung tangan dua warna :  biru di tangan kanan dan merah di tangan kiri.., mendengarkan arahan petugas pengendali lapangan.. : kalau nanti saya lambaikan bendera merah, kamu tarik tali yang kamu pegang dengan tangan kiri yang bersarung merah, kalau saya lambaikan bendera biru, kamu tarik tali yang kamu pegang dengan tangan kanan yang bersarung memerah…  Aku benar2 berusaha menangkap semua penjelasannya mengingat aku akan terbang sendiri, tidak ditandem oleh petugas pengendali..

Lalu, parasut pun dipasangkan di tubuhku yg sebelumnya sudah dipakaikan life jacket dan tali2 yang persis buat wall climbing.. Jadi ingat 22 tahun yg lalu aku pernah ikut teman2 turun tebing di perbukitan kapur Ciampea..  Sekilas aku melihat tali parasut yg menjadi tempat berpegang tangan kiriku diberi warna merah, sama dengan sarung tangan kiriku.. tali  parasut yang kupegang dengan tangan kananku diberi warna biru..

Begitu cincin2 kait telah dipasang dan dicek.. Petugas pengendali memberi tanda kepada pengemudi boat untuk menjalankan boat ke arah laut… Lalu aku mulai ditarik dan naik naik dan naik….. Rasanya menegangkan…

Fly away..............

Lalu… semua yang di depan mata nampak mengecil…. Subhanallah…. Aku melayang di udara… Alam tampak terbentang begitu luas… Aku terasa menjadi kecil dan tidak ada apa2nya… Subhanallah…  semua begitu indah…. Aku lagi2 adalah makhluk kecil yang tidak ada apa2nya… Aku bertasbih memuji Nya, menikmati kesadaran betapa tidak ada apa2nya aku…, sambil menikmati alam semesta… Melayang mengikuti angin dan tarikan dari boat….

Sayang semua tidak lama…  Boat menarikku ke arah pantai kembali…  Lalu aku mulai melihat petugas yang dipantai melambai2kan bendera biru…. Karena gugup aku sempat menarik tali yang merah di tangan kiriku…, sehingga petugas berteriak melalui TOA, “yang biru… tarik yang biru”…

Aku lalu mendarat di pantai setelah menarik tali biru di tangan kananku… Alhamdulillah…. Pengalaman yg luar biasa… Rasanya ingin mengulang lagi tapi terbangnya lebih lama… Untukpengalaman yg istimewa ini kita harus merogoh kocek Rp.75.000,- sekali terbang.  Teman2, kalau kalian ke Bali Selatan, Tanjung Benoa khususnya…, jangan lewatkan petualangan ini yaa…

2 thoughts on “Melayang di Tanjung Benoa…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s