Posted in Tukang Jalan, Tukang Makan

Wisata Kuliner Samarinda (5) : Pisa Ice Cream

Selesai makan Soban Amado, David mengarahkan mobil ke suatu jalan di tepi anak Sungai Mahakam. Jalan itu berada persis sebelum jembatan terakhir di jalan yang terdapat di tepi Sungai Mahakam di Kota Samarinda.. Anak sungai itu kata David merupakan terusan sungai yang melintasi daerah Karang Mumus, di daerah Segiri.. Anak sungai itu lagi dinormalisasi…, lalu pingiran sungai juga sebagian telah dibangun tembok penahan tebing sungai..

Gak jauh dari pangkal jalan tersebut, David mengarahkan mobil ke sebuah bangunan baru yang cantik… Di dinding depan bangunan yang bergaya mediteran tersebut terdapat 2 kelompok tulisan, di bagian kiri “Pisa Café & Resto” di sisi kanan “The Pavilion”. Di lantai 2 bangunan terdapat balkon yang luas yang diisi payung2 hijauyang rancak… Rasanya kalo normalisasi sudah selesai, tembok2 sudah terpasang di sepanjang sungai, lalu perahu2 dapat berlayar hilir mudik, pemandangan dari gedung itu, terutama dari balkon akan indah…, Mungkin kalo packaging untuk promosinya bagus, dan makanan yang disediakan maknyuusss, mungkin tempat ini bisa lebih keren dari pada Clark Quay Singapore, yang lebih cantik di postcard dari pada aslinya di siang hari…. Upppsssss….., gak boleh jelek2in tetangga… Hehehehe…

Aku bertanya pada kedua adikku, mo ngapain ke tempat ini secara kita baru aja makan… Ternyata oh ternyata, keduanya mengajakku ke Pisa Café & Resto untuk….? Menikmati ice cream…. Huhuhuhuhu….., mana bisa ditolak… Secara ice cream adalah salah satu “kunci” yang bisa membantu memperbaiki suasana hatiku…

Nana my sister in law, milih2 ice cream @ Pisa..

Ice cream yang ditawarkan berwarna sangat2 menggugah selera….. Semua tersusun cantik di dalam freezer… Ada rasa cholate, strawberry, vanilla, coffee, fragola, bubble gum, pistacio, cream cheesse, dan lain-lain… Kita bisa pilih, mau beli satu cup yang diisi 1, 2 atau 3 scoop ice cream dengan rasa pilihan kita. Aku memilih 2 scoop ice cream : chocolate daaaannnnnnnnnnnnnn, ofcourse my favorite one : strawberry….!!!!

Setelah memilih ice cream, kami bertiga duduk di salah satu meja yang berada di tengah ruangan… Sambil menikmati, aku dan Nana mendiskusikan caffee tersebut… Menurut aku yang orang awam di bidang interior, ruangan itu terlalu kaku, dekorasinya kurang menarik.., kurang memberi suasana yang cozy… Kayaknya kurang asyik aja buat hang out dengan teman dan keluarga. Hmmmm ST deehhhh, alias Sok Tau….

Tapi saat merasakan sentuhan ice cream-nya di lidah………… Hmmmmmmmmmmmmmm, rasanya enak banget…. !! Rasa asam dari strawberry bertemu dengan rasa coklat….. Belum lagi lembutnya ice cream…. Huhuhuhuhu…. Pengen bisa menikmatinya lagi setiap sore atau di siang hari yang panas…., Apalagi kalo bisa menikmati ice cream sambil memandang perahu dengan layar berwarna-warni mundar mandir di sungai…..

Posted in Tukang Makan

Wisata Kuliner Samarinda (4) : Soto Banjar Amado

Soban AmadoSehari sebelum meninggalkan Samarinda tanggal 29 Oktober 2009, adikku David dan istrinya Nana, mengajak aku untuk menikmati Soto Banjar Amado yang berlokasi di Jl. Diponegoro, Samarinda.  Menurut kedua adikku ini, Soban alias Soto Banjar Amado adalah Soban yang paling direkom oleh teman2 mereka…  Dan saat dalam perjalanan ke Balikpapan keesokan harinya, kira2 di kilometer 30 dari Samarinda, di sisi kiri jalan aku melihat Soban Amado. Jadi kayaknya ada cabangnya niiyyy….

Saat kami sampai di Soban Amado jam 11.30-an.., hanya beberapa meja saja yang diisi pengunjung.. Tapi gak lama, nyaris semua meja penuh.. Mungkin Soban ini lebih diminati untuk konsumsi makan siang.  Kami memesan 3 porsi Soban dan 1 porsi sate, plus es jeruk buat Nana, dan es teh tawar buat aku dan David.

Terus terang, aku sangat penasaran untuk menikmati Soban di Samarinda, daerah dimana suku Banjar menjadi salah satu suku yang dominan selain Bugis, Kutaidan Dayak.  Kenapa? Karena aku sebenarnya beberapa kali makan Soban, antara lain di Papadaan, yaitu tempat menjual masakan khas Tembilahan di Pekanbaru yang berlokasi di Jl. Hang Tuah, tepatnya di seberang SD Teladan, sekolah ku dulu.

Apa hubungannya masakan Tembilahan dengan masakan Banjar? Di kota Tembilahan yang berada di hilir Sungai Indragiri dan bermuara di Selat Malaka, salah satu suku yang dominan adalah  suku Banjar.  Tapi biasanya suku Banjar yang di Tembilahan datang dari Kalimantan Selatan, bukan Kalimantan Timur.

Selain di Papadaan, aku juga pernah menikmati Soban pada saat ikut dengan Kak Sartidja, atasanku saat aku masih bekerja di kantor yang lama, pulang kampung.  Kak Sartidja yang suku Banjar, pada saat itu sengaja membawaku menikmati berbagai masakan khas Banjar, termasuk wadai (kue2) yang ueeennnnaaakkkk bangetsss….

Soban1Soban yang dihidangkan di Amado agak mengejutkan aku… Kokkkk…? Iya, karena soun-nya dihidangkan dalam keadaan basah, padahal pada soban yang pernah aku nikmati di Papadaan dan Tembilahan soun-nya digoreng dulu sebelum disiram kuah soto.  Soal rasa…., hmmmm gak terlalu berbeda.. Cuma memang ada rasa bumbu rempah yang lebih spicy…, sehingga lebih maknyuuuussss….

Adapun sate yag dihidangkan juga maknyuuussss… Dagingnya lembut, bumbunya mantap…  Klo dibandingkan dengan sate Mba Tun….? Hmmmm, lain2 yaaa… Jadi gak bisa di-compare deehhhh kayaknya…