Run away…..

runaway womanKalo dengan tittle “Run away” yang kebayang mungkin lagunya The Corrs dengan judul yang sama

Tapi run away yang ini beda bangets…. Run away-nya The Corrs siyy karena cinta… Kalo yang ini…? Jauh buanget dari nuansa cinta…. Jaka sembung bawa golok aja pokoknya…

Run away sebenarnya gak asing ya buat kita.. Sewaktu kita muda pun kita bisa jadi run away sesaat, beberapa jam atau beberapa hari karena berbeda pendapat dengan ortu atau penghuni rumah lainnya atau karena si dia yang menyebalkan setengah hidup….

Tapi hari gini…, di usia segini….? Kayaknya gak masuk akal yaaa, kalo harus run away…
Kenapa harus runaway…?
Lah rumah, rumah dewe… Jadi gak ada lah orang lain yang bisa bikin kita gak betah di rumah..
Teribat kriminalitas, sehingga dikejar2 yang berwajib….? Rasanya juga enggak….
Jadi saksi atas peristiwa2 kejahatan kayak di film2 Hollywood juga bukan…
Trus kenapa….?

Pernah gak siyyy teman2 merasakan kalo seseorang atau sekelompok orang memaksa kalian utuk melakukan apa yang tidak ingin kalian lakukan… , yaitu mengambil alih tanggung jawab perbuatan yang tidak pernah kalian lakukan.. Bahkan dilakukan pun tanpa setahu apalagi seizin kalian…?
Dan rasa tidak ingin itu bukan rasa sembarang rasa, tapi karena kalian tahu konsekuensi yang bisa terjadi di masa yang akan datang pada kalian bila kalian menuruti kehendak orang tersebut…

Mungkin teman2 bisa bilang, “Come on Sondha, just say NO.. BIG NO….!!!!”, dan apa susahnya siyy bilang “NO alias TIDAK”
Aku ingin bisa dengan mudah mengucapkan kata tersebut…, karena memang aku tidak punya beban apa-apa untuk mengatakannya…. Tapi ternyata tidak mudah karena aku hidup dalam dunia yang penuh ewuh pakewuh, meski acap kali ewuh pakewuh yang terjadi gak jelas aturan mainnya…
Tapi seberat2nya, aku mencoba mengatakannya…, dengan segala penjelasan supaya tidak menimbulkan rasa sakit hati dari orang yang mendengarkan…
Tapi………. anehnya ketika aku sudah mengucapkannya, menyampaikan penjelasan yang mendasari pilihan ku, ternyata orang yang ku hadapi tidak mengerti dan tidak mau mengerti akan kata2 tersebut… Sebaliknya mereka tetap memaksa mengikuti kehendak mereka…

Jadi bingung sendiri… Jadi mulai berpikir, apa yang salah yaaa….?
Apa bahasa yang ku gunakan adalah Bahasa Eskimo? Bahasa Tanzania? Bahasa Rusia? Rasanya enggak dan gak mungkin, secara aku gak bisa menggunakan ketiga bahasa tersebut, lha bahasa enggres ku aja masee belepotan… Hahahaha. Rasanya bahasaku masih bisa dimengerti, meski mungkin itu bukan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut EYD 1974 (weiiizzzz… udah lama banget yaakkk, perlu direvisi tuh, secara bahasa sekarang udah banyak mengadopsi bahasa asing dan bahasa gawl).

Ketika pemaksaan itu dilakukan semakin kuat…, ketika kita dituduh sebagai pihak yang membuat kemacetan dari suatu sistem karena tidak mau mengambil alih tanggung jawab tersebut, hati mulai merasa tidak nyaman… Dan ketika pemaksaan dilakukan dengan halus tapi keras dan terus menerus…. Hati rasanya lelah, hati butuh tempat dimana bisa kembali merasakan ketenangan…, kenyamanan…
No choice.. I have to run away… Meninggalkan rumahku, meninggalkan komunitasku…
Meski rasanya konyol meninggalkan hidup kita padahal bukan karena kesalahan kita..
Tapi demi ketenangan hati… ya sudahlah…, run away aja dulu….
Mudah2an tidak lama…
Mudah2an orang2 berubah pikiran…
Mudah2an hati menjadi lebih tegar dan bisa dengan santai menyatakan dan mempertahankan pilihan2an hidupku…