Let’s Strengthen Our Daughters’ Wings…

Akhir-akhir ini banyak sekali saya dan juga mungkin teman-teman mendengar tentang nikah siri.., dan perempuan-perempuan yang menjadi korban dari pernikahan siri…

Apa sihhh yang dimaksud dengan nikah siri…?

wedding ringMenurut Wikipedia, nikah siri adalah sebuah pernikahan yang tidak dicatat di Kantor Urusan Agama Artinya meski syarat-syarat nikah secara agama terpenuhi, pernikahan itu syah secara agama, namun tidak punya kekuatan secara hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Artinya anak hasil nikah siri  akan mengalami kesulitan dalam pengurusan hak hukum seperti nafkah, warisan, mau pun akta kelahiran.  Demikian juga perempuan yang dinikahi secara siri, akan mengalami kesulitan mendapatkan haknya sebagai istri..

MENGAPA PEREMPUAN MAU MENIKAH SIRI…?

Biasanya nikah siri dipilih sebagai JALAN PINTAS, alias short-cut, bagi pihak-pihak yang ingin menikah namun gak mau menjalankan prosedur yang semestinya, sesuai peraturan..

Sampai saat ini  peraturan yang berlaku di Indonesia untuk perkawinan adalah Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974…  Teman-teman bisa lihat soft-copy file undang-undang tersebut di sini… UU No. 1 Th 1974 tentang Perkawinan.

Di Undang-undang tersebut pada Pasal 3 dinyatakan hal-hal berikut :

(1) Pada asasnya seorang pria hanya boleh memiliki seorang isteri.  Seorang wanita hanya boleh memiliki seorang suami.
(2) Pengadilan, dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang apabila dikendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

Lalu di Pasal 4 dinyatakan :

(1) Dalam hal seorang suami akan beristri lebih dari seorang, sebagaimana tersebut dalam pasal 3 ayat (2) Undang-undang ini, maka ia wajib mengajukan permohonan ke Pengadilan di daerah tempat tinggalnya.
(2) Pengadilan dimaksud dalam ayat (1) pasal ini hanya memberi izin kepada suami yang akan beristri lebih dari seorang apabila:
a. istri tidak dapat memnjalankan kewajibannya sebagai isteri;
b. istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan;
c. istri tidak dapat melahirkan keturunan.

Kemudian di Pasal 5 dinyatakan :

(1) Untuk dapat mengajukan permohonan ke Pengadilan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) Undang-undang ini harus memenuhi syarat-syarat berikut:
a. adanya persetujuan dari  isteri/isteri-isteri;
b. adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan-keperluan hidup isteri-isteri dan anak-anak mereka.
c. adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anak mereka.

(2) Persetujuan yang dimaksud dalam ayat (1) huruf a pasal ini tidak diperlukan bagi seorang suami apabila isteri/isteri-isterinya tidak mungkin dimintai persetujuannya dan tidak dapat menjadi pihak dalam perjanjian;atau apabila tidak ada kabar dari istrinya selama sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun atau karena sebab-sebab lainnya yang perlu mendapat penilaian dari Hakim Pengadilan.

Banyak perempuan yang menikah secara siri karena mereka tidak punya pengetahuan dan kesadaran hukum…  Mereka tidak mengerti bahwa melakukan pernikahan siri, mereka memasuki dunia dimana hak-hak merekasebagai istri  tidak diakui oleh hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia…

girl with wingsAda juga yang sebenarnya agak-agak mengerti, dan sangat mengerti, tapi tetap mau melakukan nikah siri… Kenapa? Karena mereka MERASA MEMBUTUHKAN PERLINDUNGAN SECARA PSIKOLOGIS, MATERI dan SOSIAL dari seorang lak-laki melalui institusi pernikahan.  Mereka bisa jadi berpikir sangat singkat karena keterbatasan pilihan hidup…  Apa lagi kalau dalam angan-angan mereka ada pikiran bahwa sebagai istri muda, mereka akan mendapat tempat yang lebih besar di hati dan pikiran suami, sehingga mereka bisa memperjuangkan kepentingan-kepentingan mereka..  Sungguh mereka lupa, bahwa tindakan yang mereka lakukan merupakan tindakan yang menzalimi perempuan lain, yang mungkin mereka tidak tahu situasi yang sebenarnya….

Jadi, apa yang harus kita lakukan agar anak-anak perempuan kita tidak melakukan kesalahan seperti ini…? BERI MEREKA PENDIDIKAN yang bukan hanya berarti  pendidikan formal, tapi pendidikan agama dan juga keterampilan.., sehingga mereka punya tata nilai yang benar tentang hidup dan bisa MANDIRI secara psikologis dan materi, sehingga BISA MELIHAT PILIHAN-PILIHAN HIDUP YANG LEBIH BAIK…  Sehingga ketika pernikahan akan mereka lakukan, mereka akan melangkah ke instusi yang melindungi hak-haknya secara baik…, tanpa menzalimi perempuan lain..

Bagaikan burung, dengan sayap yang lebih kokoh, mereka akan bisa terbang tinggi di langit kehidupan… Bukan burung yang sayapnya lemah, sehingga terpaksa mencari perlindungan di bawah sayap elang pemangsa…, bahkan ikut memakan cabikan-cabikan tubuh burung lain yang dimangsa sang elang pemangsa…

Mari sama-sama berjuang mendidik anak-anak perempuan kita agar mereka punya  PILIHAN-PILIHAN HIDUP YANG LEBIH BAIK ***

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s