Posted in My Family, My Heart, My Life

Always on my mind, Mom…

Mama_PenangHari ini pikiranku tak bisa berkosentrasi kerja sebagaimana biasanya…  Aku rindu sama Mama… Rindu yang tak terkatakan.. Seperti yang sudah2, rindu ini membuat air mata kerap mengalir, bahkan ketika rindu itu melintas saat aku sedang tenggelam dalam pekerjaan… Kalau sudah begitu, aku hanya bisa menahan agar tangis itu tenggelam di dalam dada… tak keluar dalam suara…

Lalu di kegalauan itu aku melihat tawasan sebuat applikasi, untuk membuat slide dari koleksi foto2 kita.. Bisa foto2 yang sudah kita upload di medsos2 yang kita miliki.. atau pun foto2 digital yang masih di komputer kita dan belum di-upload..  So, aku terpikir untuk membuat slide buat foto2 Mama yang ada di aku.. Karena slide itu juga menyediakan fasilitas untuk kita kasi sound untuk mengiringi, yang bisa kita pilih dari youtube, aku meilih lagu Always on my mind dari Michael Buble sebagai pengiring slide foto2 Mama…  Semoga slide ini bisa dilihat juga buat abang dan adik2ku, juga ponakan-ponakanku… Meski aku tahu ini tak akan membuat rasa rindu akan Mama hilang… Tapi semoga dengan melihat begitu banyak kebersamaan yang pernah kami rasakan bersama Mama, hati yang rindu itu bisa terhibur…

Silahkan dilihat slide yang aku buat untuk Mamaku, di sini…. Teman2 juga bisa bikin slide kalian, tentang apa yang kalian inginkan.. ***

Posted in Tukang Nonton

The Dracula Return…

DraculaThe dracula return to d world…
The witch can not rest him anymore…
Just be careful…
Don’t forget to bring garlics where ever you go…

*sandi Lima Sekawan*

Hmmm…..

Tulisan ini sama sekali gak ada hubungannya dengan sinetron Ganteng-ganteng Srigala yang lagi tayang di SCTV..  Tak ada juga kaitannya dengan Twilight yang sukses tayang di bioskop2 di sepenjuru dunia.. Tapi ini adalah cerita real.., dengan tokoh yang perilakunya seperti drakula.. Menghisap darah orang-orang yang didekatinya.. Terutama dengan approaching yang luar biasa…

Mulai  minggu ini makhluk pengisap darah itu kembali gentayangan, setelah menjadi tawanan nenek sihir selama hampir 1,5 tahun…  Tak ada yang bisa aku lakukan untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasarannya.. Karena aku tak tahu siapa mereka, dan itu bisa siapa saja.., dimana saja..  Sebaran geografis tak jadi masalah, kalau dilihat dari kasus2 sebelumnya..  Kita tak akan bisa mengenali si korban, sampai suatu waktu nanti, mungkin seperti yang sudah-sudah, ceritanya terbuka…  Lalu sebagian besar korban pun juga menjadi drakula yang mencakar orang-orang yang dia pikir menjadi saingannya…

Kalau ada makhluk yang gayanya begitu flamboyan seperti Don Juan De Marco, aku hanya bisa bilang.. Jangan percaya begitu saja… Periksa, periksa, periksa.. Periksa berpuluh-puluh kali periksa..  Kalau perlu hubungi siapa pun yg diduga pernah ada kaitan.. Jangan percaya pada keluarga drakula yang hanya diam seribu bahasa saat dikenalkan…

Bila dia menunjukkan sebuah akta untuk sebuah penawaran… Minta dia menunjukkan risalah yang menjadi catatan dalam proses penerbitan akta..  Kalau ada nama-nama tertulis di situ, cari tahu tentang mereka.. Hubungi.. Meski dilarang.. Meski dibilang kalau orang2 itu adalah para serigala yang menjadi musuh drakula…

Semoga tak ada lagi yang mejadi korban si drakula…***

Posted in My Heart, My Life

Jangan Bercerai, tapi….

Beberapa hari yang lalu, seorang sahabat lama..  Yang juga sudah lama tak berkomunikasi menghubungi ku by phone…

“Kak…, kakak sibuk? Kita bisa ketemu.. Aku ingin bicara..  Aku mau minta masukan… Aku rencananya akan bercerai..”

Innalillahi…  Tubuh ku mendadak rasanya dingin…

Aku menjawab “Iya.. Aku bisa.. Kapan mau ketemu..? Jam istirahat kantor saja, kalau mau.”

Sahabat ku itu menyetujui.. Dan dia menjemputku di tempat kerja, saat jam istirahat kantor…

broken heartBegitu bertemu, sahabat ku bilang  : Aku mau bercerai kak.. Gugatan sudah ku masukkan ke Pengadilan..

Aku : Tak bisakah ditahan lagi…?

Sahabatku : Kakak kok bisa bilang begitu? Kakak belum dengar apa yag terjadi pada ku..  Aku ingin bicara dengan kakak untuk dapat masukan dari seseorang yang telah melakukan perceraian.. Tapi aku gak nyangka kalau pikiran kakak begitu..

Aku : Aku pernah membaca buku.. Buku yang diberikan sahabat kita sebagai hadiah pernikahan ku sekitar 3 tahun yang lalu…  Dibuku itu tertulis sebuah riwayat hadist Rasulullah, dimana kesuksesan setan yang tertinggi bukan lah menggoda manusia hingga melakukan kejahatan, tapi menghancurkan rumah tangga, memisahkan suami dari istrinya… Apa yang terjadi dengan rumah tangga mu?

Sahabatku : Dia selingkuh kak..  Dan aku juga sudah dijahati secara finansial…  Selama ini sebenarnya aku yang membiayai rumah tangga kami kak.. Bahkan aku yang sekarang2 ini membiayai sekolahnya..  Aku bekerja keras, dia menikmati, sekarang dia menghianati…  Aku sudah melihat bukti-buktinya…

Innalillahi….

Sahabatku melanjutkan :  Kenapa kakak menyarankan aku untuk mempertahankan rumah tangga ini, sementara kakak melakukannya…?

Aku : Karena bagaimana pun perceraian itu menyakitkan.. Perceraian ku hanya menyangkut perasaan diri ku dan  juga keluarga ku.. Tapi perceraian mu, menyangkut perasaan anak-anak mu.. Pernikahan ku hanya seumur jagung, pernikahan mu sudah berbelas tahun…  Dan sesungguhnya aku melihat dari perjalananku bahwa ujian hidup  lelaki adalah  perempuan dan harta.. Sementara ujian hidup kita perempuan adalah kesabaran menghadapi, mendampingi suami menghadapi ujiannya..  Bukan kah suami adalah amanah Allah yang harus kita jaga, sebagaimana kita, para istri adalah amanah Allah pada para suami, yang harus dia jaga?

Sahabat ku : Kakak masih berpikiran seperti itu setelah semua perjalananmu, kak…?  Aku saja kalau ketemu dengan mantanmu rasanya pengen nonjok dia, kak…  Karena aku masih ingat bagaimana gembiranya aku saat mendengar kakak akan menikah.. Aku sampai berencana terbang ke Samarinda untuk menghadirinya…

Aku : Aku sesungguhnya untuk sampai di titik benar-benar memulai mengurus perceraian itu  setahun setelah aku mengetahui hal-hal yang menyakitkan..  Aku pernah berusaha memperbaiki..  Tapi ternyata tak berjalan… Bahkan aku tahu makin banyak, makin banyak..  Dan orang-orang yang terlibat di situ berusaha menggerogoti hati ku tanpa ampun..  Pada akhirnya aku melakukan perceraian untuk membebaskan diri ku dari rongrongan rasa sakit… Dan pada akhirnya, aku melihat proses ini sebagai upaya melepaskan mantan suami ku dari tanggung jawab dirinya atas diriku..  Dan sesungguhnya ketika palu perceraian itu diketuk…,  tubuhku gemetar..  Padahal, proses perceraian itu saja 1,5 tahun..  Di situ lah aku mengerti betapa kuatnya ikatan pernikahan yang dilakukan di hadapan Allah itu, meski hanya seumur jagung…  Jadi, kalau dirimu masih bisa bersabar, jangan bercerai..  Tapi kalau perceraian itu satu-satunya jalan untuk menghentikan suamimu dari kezalimannya, dengan berat hati lakukan lah..  ***