Girls, Watch Out…!!!

Kali ini aku ingin berbagi sesuatu yang sebenarnya sangat personal… Tapi aku pikir apa yang terjadi pada ku bisa juga terjadi pada perempuan lain… Dan akan lebih baik kalau mereka bisa mencegah, agar tidak terjadi…  Bukan kah mencegah lebih baik dari pada mengobati….??

Sejak pertama kali mengalami mengalami menstruasi di usia 12 tahun 1 bulan, menstruasi ku cenderung tidak teratur…  Bertahun-tahun siklus menstruasiku tidak lah 28 hari, lebih sering 40 hari…  Karena sudah dari awal seperti itu, aku menerimanya sebagai suatu yang normal…  Aku sama sekali tidak menganggapnya sebagai seuatu yang perlu dipikirkan, sesuatu yang perlu dikonsultasikan ke dokter…  Bahkan terkadang aku mensyukurinya… Kok…?  Ya, karena siklus yang 40 hari itu, bukan hal yang langka bila aku bisa menjalani puasa di bulan Ramadhan tanpa ada yang tertinggal…😀

Ketika usia ku memasuki 40 tahun,  siklus menstruasi ku menjadi lebih pendek.., antara 30 sampai dengan 35 hari… Tapi durasi nya juga menjadi lebih panjang demikian juga volume darah kotor yang keluar..  Bila dulu menstruasi yang banyak hanya berlangsung 3 hari, plus 2 hari sisa-sisanya.., sekarang menstruasi dalam jumlah banyak bisa berlangsung selama 5 hari, bahkan akhir-akhir ini bisa berlangsung sampai 7 hari…  Bahkan pernah juga aku merasa seperti ada sesuatu yang meluncur keluar dari tubuhku, dan ternyata itu darah yang bentuknya seperti potongan ati sapi berukuran 5cm x 2cm x 1 cm…. Seremmmmm…  Yang aku dengar dari teman-teman yang sudah berumah tangga dan pernah melahirkan, yang seperti itu biasanya terjadi pasca melahirkan….  Tapi teteupppp, aku gak khawatir…  Gak membuat aku merasa perlu pergi ke dokter untuk memeriksakan diri…  Aku menganggapnya terjadi karena perubahan hormon karena faktor U, umur…

Menjelang pernikahan di awal Desember 2011 yang lalu, bahkan aku mengalami menstruasi hanya dua minggu setelah menstruasi sebelumnya.   Tapi menstruasi kali ini hanya berlangsung selama 2 hari dan volume yang keluar sangat sedikit…

Lalu 3 minggu kemudian aku kembali mengalami menstruasi yang didahului oleh rasa sakit yang luar biasa di perut dan disusul dengan menstruasi dengan durasi yang sangat lama , 8 hari, dalam jumlah yang sangat banyak..  Cemas…..?  Pasti…  Bahkan saat sakitnya luar biasa di awal, sempat terbersit di benak ku kalau aku mengalami blooding… Tapi setelah keesokan paginya ku lakukan test urine dengan test pack, dan hasilnya negatif, aku merasa agak lega.  Karena artinya ini benar-benar menstruasi, bukan blooding… Tapi tetap ada tanya di diri, ada apa dengan tubuh ku…?  Ada apa dengan organ reproduksi ku?

Mba Poedji, seorang sahabat tempat aku sering bertanya seputar masalah kewanitaan setelah aku menikah, mendorong aku untuk mengunjungi gynecolog, alias dokter kandungan, untuk melakukan papsmear agar bisa memantau kesehatan alat-alat reproduksi ku…  Sebagai orang yang takut sekali dengan yang namanya alat-alat kesehatan, seperti jarum suntik, bor gigi, ditambah lagi dengan bayangan tentang proses “pemeriksaan dalam”, aku berusaha menghindar dan menunda-nunda kunjungan ke gynecolog..  Padahal, alhamdulillah, di kota ku sudah ada gynecolog  perempuan, yang pastilah secara psikologi rasanya lebih nyaman bagiku untuk dikunjungi…  Tapi sepertinya mba Poedji tak kurang akal dalam menangani “anak kecil” yang ada dalam tubuh besar bernama Sondha..  Dia mendaftarkan nama ku untuk berkonsultasi dengan gynecolog perempuan itu, sehari sebelumnya.  Lalu setengah jam sebelum waktu yang telah dijanjikan, mba Poedji menjemput ku di kantor…  Aku tak punya cara lagi untuk menghindar…   hiksssssss….

Setelah bercerita dengan gynecolog perempuan tersebut tentang apa yang terjadi pada ku…  Si gynecolog melakukan USG terhadap ku…  Di-USG gak masalah buat aku… Sama sekali tidak menakutkan…  Tapi hasil USG…? Menggetarkan hati ku….  Ya, hasil USG menunjukkan bahwa ukuran rahimku lebih besar dari ukuran  biasanya…  :'(  Dan untuk mengetahui kondisi yang lebih detil, si gynecolog memutuskan untuk melakukan pemeriksaan dalam pada ku…  huuuuuaaaaaaaaaaaaaa………….

Aku menatap ke kursi untuk pemeriksaan dalam…., hati ku rasanya ciuuuuuuuttttttttt…….. Dengan gemetar aku mengikuti arahan asisten si gynecolog untuk naik ke kursi tersebut… Astagfirullah, tubuh ku semakin gemetar dan aku tidak mampu menahan tangis ku… Si gynecolog pun bingung… Dia menawarkan  untuk menghentikan pemeriksaan, tapi dia juga mengingatkan bila pemeriksaan dihentikan, aku tidak bisa mengetahui bagaimana kondisi rahim ku sebenarnya…

Setelah berjuang dengan susah payah untuk menenangkan diri dan membuat tubuh merasa rileks agar pemeriksaan dapat dilakukan, bagian dalam tubuh ku  pun diperiksa…  Ternyata aku mengalami apa yang namanya hyperplasia, yaitu penebalan dinding rahim (endometrium). Bila endometrium yang normal tebalnya sekitar 0,8 cm, endometrium ku tebalnya lebih dari itu…

Menurut si gynecolog, hyperplasia terjadi karena hormon estrogen ku berlebih…, dan itu terjadi karena berat badan ku yang berlebih…  Keadaan ini lah yang menyebabkan durasi dan volume menstruasi ku meningkat beberapa tahun terakhir…  Bahkan siklus menstruasi yang lebih panjang, atau menstruasi yang lebih cepat dari seharusnya semua terjadi karena ketidakseimbangan hormon estrogen akibat berat badan yang berlebih…  So teman-teman, jangan biar kan tubuh kalian, anak perempuan dan saudara-saudara perempuan kalian mengalami kelebihan berat seperti yang aku alami sejak usia belia…

Cara penyembuhannya menurut si gynecolog adalah dengan terapi hormon, dimana si pasien harus meminum pil selama 30 hari sejak hari ke 5 menstruasi berikutnya.  Bila cara itu tidak berhasil, pengobatan dilakukan dengan membersihkan dinding rahim (dikuret).  Semoga keadaan ku segera membaik, sehingga tidak perlu pengobatan dengan cara yang terakhir ini….

Namun karena kebetulan pada saat ini aku sedang dalam penanganan dokter  untuk mengurangi berat badan, si gynecolog menyarankan aku untuk menunda terapi hormon, dan menjalankan program penurunan berat badan ku sampai mendekati berat badan yang normal.  Setelahnya baru aku akan diperiksa kembali.  Diharapkan penurunan berat badan tersebut akan memperbaiki keseimbangan hormonku  dan menyembuhkan hyperplasia yang terjadi.  Apabila kondisinya belum membaik, baru dilakukan terapi hormon.

Dari artikel ini, aku akhirnya mengetahui kalau diabaikan terus,  sel-sel pada dinding  rahim yang menebal dapat berkembang menjadi kanker rahim… Naudzubillahbinzalik…

Buat teman-teman yang  juga mengalami siklus menstruasi tidak seperti yang seharusnya, atau yang durasi sangat panjang atau volumenya sangat banyak,  jangan abaikan…  Berkonsultasi lah ke gynecolog…  Juga  teman-teman yang belum menikah.. Jangan berpikir karena belum menikah, teman-teman tidak mungkin bermasalah dengan alat reproduks, sehingga enggan berkunjung ke gynecolog…  Mengetahui  keadaan diri kita, meski cara pemeriksaannya membuat hati ciutttt…,  akan lebih baik, karena bisa segera dilakukan pengobatan…

Buat mba Poedji, jazakillah ya mba…  Buat seorang Sondha yang galak namun berhati Rinto Harahap, punya sahabat sepeti mba di sekitarku benar-benar sebuah keberuntungan….. 😀 ***

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s