A Journey To Borneo (2)

Hari ketiga di Samarinda, Jum’at 5 September 2009 diisi dengan nemenin Mama Nana nganterin Aldy dan Abner les gambar.. Di situ kita melihat seorang anak yang autis. Mukanya cakep dan bersih banget…. Sayangnya dia gak bisa fokus… Bulak balik ngedatangin Tati dan Mami Nana, lalu bilang “Tante hp tipe E90 itu cakep lho, apalagi yang warna coklat…” Kalimat yang sama diucapkan bulak balik more than 100 times in 2 hours.. Kasian deh ngelihatnya… Qiu qiu alias si guru gambar akhirnya nyamperin kita dan cerita tentang anak ini.. Beliau juga nunjukin hasil gambar yang pernah dibuat… Subhanalllah, dia itu ternyata sukanya ngegambar mobil dan gadget.. Gambar-gambarnya bagus banget, karena dia sangat detail menggambarkan obyeknya… Mami Nana, yang Arsitek, bilang “coba kalo gambarnya dibingkai sedemikian rupa, lalu dipajang diruang-ruang yang desainnya modern, pasti keren…”

Selesai les gambar, rombongan kita pergi ke Mall Lembuswana. Ceritanya udah janjian dengan adik Tati, Papi David, di sana buat belanja kebutuhan rumah tangga. Belanja yag heboh dan seru, secara Aldy dan Abner sibuk “ngebantuin” milih-milih barang yang mau dibeli… Selesai belanja, Papi David dan keluarga menikmati acara makan siang dengan menu masakan Jepang. Dari Mall Lembuswana kita pulang buat istirahat sejenak… Lalu menjelang jam 16-an wita, Papi David dan Mami Nana yang mau pergi nemuin client-nya, nganterin Tati ke rumah keluarga Surya Dharma, teman Tati waktu kuliah di Yogya..

Pak Surya yang mempunyai 3 putra (Dio, Reza dan Gunawan) adalah dosen di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul). Waktu kita sama-sama di Yogya, Dio masih SD, Reza belum sekolah. Gunawan? Gunawan waktu itu masih Batita. Sekarang Dio udah kuliah tingkat I di Unmul, Reza udah SMP dan Gunawan udah SD. Hmmmm… kemana tahun-tahun berlalu…?

Tati sudah pernah berkunjung ke rumah mereka pada awal tahun 2005., tapi saat itu mereka masih tinggal di lingkungan sekolah dasar tempat bu Surya mengabdi sebagai seorang guru. Nah, sekarang keluarga ini sudah pindah ke rumah baru mereka di komplek Perumahan Dosen Unmul di jalan Kenyah – Dayak Batu Sempaja. Rumah mereka ternyata berada di bukit dan nyaris berada di posisi tertinggi di daerah itu. So, pemandangannya indah… Tati bilang sama pak Surya, ntar kalo rumahnya udah benar-benar selesai (saat Tati datang masih dalam proses finishing), pasti akan nikmat sekali kalo duduk-duduk sore hari di balkon rumah sambil minum teh… Hehehe..

Tati lalu ngobrol dengan bapak dan ibu Surya sembari menunggu waktunya buka puasa. Mengenang masa-masa sekolah dan teman-teman lama. Pak Surya cerita kalo dia sejak awal tahun 2005 gak ada komunikasi lagi dengan teman lama kita yang dulu juga runtang runtung dengan beliau. Padahal mereka tinggal di daerah yang relatif gak terlalu jauh. Tati lalu menelpon teman tersebut, yang memang sekali-kali masih berkomunikasi dengan Tati, lalu memberikan kesempatan mereka berdua untuk ngobrol… Hmmm, senangnya melihat 2 teman lama kembali berkomunikasi..

Tati berada di rumah keluarga Surya sampai acara makan malam. Masakannya si ibu enak-enak banget… Mudah-mudahan ada kesempatan lagi untuk kembali menikmati. Jam 20-an wita Papi David dan Mami Nana menjemput Tati karena kita akan kedatangan seseorang yang istimewa, yang mungkin akan menjadi bahagian keluarga kami nantinya.. Insya Alloh…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s