Tetangga……

Tadi malam ,jam 19.30 Waktu Pekanbaru Bagian Pandau, Tati keluar dari rumah untuk latihan Paduan Suara, sesuai janji dengan ibu2 lain malam sebelumnya.. Tati lalu menghampiri Mama Chyntya yang tinggal di rumah depan.. Tapi begitu Tati sampai di depan rumah…,
Dasdo, abang Chyntya bilang, “Bou kata Mama orang gak latihan Paduan Suara. Karena ada yang meninggal, Pak Edi, suaminya Tante Lela.”
Tati : “Bapak itu bukannya kerja di Papua, Do? Terus Mama sekarang mana?”
Dasdo : “Iya Bou. Bapak itu meninggal di sana. Mama lagi ganti baju, mau ke rumah Tante Lela.”
Lalu terdengar suara Mama Chyntya : “Pergi ke rumah Lela, kita Bou? Meninggal suaminya sore ini di Papua. Jenazahnya belum datang, besok katanya. Tapi kita tengok lah si Lela dulu, entah bagaimana keadaannya. Mama Naya katanya mau pergi sama2 kita.”
Tati : “Iya, sebentar saya ganti baju dulu ya.”

Siapa sih Pak Edi, siapa itu Bu Lela?
Pak Edi itu, warga blok yang sama dengan Tati, Mama Chyntya dan Mama Naya. Cuma rumahnya, agak jauh dari kita, kira2 150 meter, dekat dengan mesjid.. Bu Lela itu istrinya Pak Edi, masih muda, cantik, lincah rame dan heboh.. Kalau ibu2 pada kumpul, pasti suaranya dia yang paling kedengeran…
Pak Edi sebelum pergi ke Papua 6 bulan yang lalu, menjabat sebagi ketua Serikat Tolong Menolong (STM) di blok kami… STM adalah perkumpulan warga yang bertugas membantu anggotanya yang mengalami musibah, antara lain penyelenggaraan jenazah.

Ngapain si Bapak itu ke Papua..?
Ceritanya beberapa bulan yang lalu Pak Edi di-PHK oleh perusahaan tempat beliau bekerja. Setelah beberapa bulan non-job, Pak Edi mengambil tawaran kerja di Papua yang ditawarkan temannya.. Ternyata, kondisi di Papua gak sesuai dengan yang dijanjikan.. Tapi rencananya Pak Edi bertahan sampai menjelang lebaran, supaya beliau bisa mendapatkan Tunjangan Hari Raya… Tapi apa daya, Allah berkehendak lain…

Sekarang, tinggal lah Bu Lela, dengan 3 anak2nya, Bayu, Dilla dan Saskia. Yang masing2 kelas 1 SMP, kelas 4 SD dan 9 bulan. Yang jadi masalah, almarhum si Bapak baru bekerja kembali 5 bulan, seberapa besar jaminan sosial yang akan diberikan perusahaan tempatnya bekerja? Ditambah lagi perusahaan telah mengeluarkan biaya perawatan beliau beberapa hari di rumah sakit plus biaya pemulangan jenazah dari Papua ke Pekanbaru… Seberapa lama dana itu cukup untuk membiayai kehidupan mereka? Sementara Bu Lela yang fulltime mother gak pernah bekerja sebelumnya… Bagaimana masa depan anak2…? Insya Allah, semua akan ada hikmahnya…, tapi jalan yang akan ditempuh sepertinya akan terjal dan berliku…

Semoga Allah memberikan tempat yang layak untuk almarhum, serta senantiasa melindungi keluarga yang ditinggalkan…***

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s