Deviena Lardes…

Delapan hari yl… tanggal 4 Juni 2007 sekitar jam 18.30 WIB hp ku berdering…. Ternyata dari abangku, Rio… Bang Rio bilang “Ndha, Vina sakit… tadi dalam perjalanan ke rumah sakit, dia udah gak sadar, sekarang dia comma. Rencana, begitu kondisinya stabil abang akan bawa dia ke Medan… Doain Vina ya ‘Ndha”. Klik telpon terputus…

Davina… putri ke dua abangku, lahir tanggal 29 Mei 2005. Waktu Vina berusia sekitar 6 bulan, bang Rio telepon “Ndha kamu cuti gak saat lebaran? Kalau cuti kamu ke tempat abang ya…, Vina tuh gampang banget sakit.. Kata orang tua2 di tempat abang tinggal itu karena Vina mirip banget ama Mamanya, dia sebaiknya “dijual”. Abang sebenarnya gak percaya yang begituan…, tapi dicoba aja lah… Abang pengen jual dia ke kamu, ‘Ndha.”

Beberapa hari kemudian, aku dengan ditemani Papa pergi ke tempat bang Rio di Rantau Prapat, lebih kurang naik mobil 7 jam dari Medan. Mereka tinggal di permukiman khusus pengelola perkebunan sawit tempat Bang Rio bekerja… Suasananya nyaman seperti di pegunungan…, fasilitasnya lumayan… hanya saja jauh dari jalan besar… Untuk sampai ke jalur trans Sumatera butuh waktu 40 menit…, lalu 30 km lagi baru sampai ke Kota Rantau Prapat.

Lalu aku pun “membeli” Vina, dengan uang tebusan “Lima Puluh Ribu Perak”, karena uang itu hanya syarat bukan dinilai dari nominalnya… Setelah dibeli, Vina tetap tinggal dengan Papa dan Mamanya, ecek2nya dititip di sana….

Aku pun kembali ke kehidupanku… dan tidak bertemu lagi dengan anakku yang satu ini sampai bulan Desember 2006 yang lalu. Hal ini karena waktu kunjungan ku ke Medan gak klop dengan jadwal libur bang Rio…

Karena Vina masih bolak balik sakit, sekitar pertengahan tahun lalu bang Rio akhirnya membawa Vina ke Medan untuk general check up. Hasilnya…, menurut dokter katub jantung Vina belum sempurna pada saat dia lahir…, sehingga darah bersih dan darah kotor sering bercampur… akibatnya daya tahan tubuhnya lebih rendah, gampang sakit, pertumbuhan akan lambat dan membutuhkan perawatan ekstra… Kalau memungkinkan sebaiknya dioperasi….

Dalam perjalanan libur keluarga ke Sipirok pada bulan Desember 2006, kami singgah di rumah mertua bang Rio di Siantar… Abang dan keluarganya sedang berlibur di sana… Di situ aku bertemu lagi dengan Vina, my baby… Dia jauh berkembang dari yang terakhir aku lihat… tubuhnya nampak tinggi dan mulai lincah merangkak… Matanya hidup berbinar… Rambutnya ikal… She’s so beautiful meski masih terlihat agak rapuh… Harapan bahwa dia akan tumbuh seperti anak2 lain berkembang di hatiku….

Setelah berkali2 menelpon dan gak masuk2… sekitar jam 20-an tangal 04 Juni 2007, aku berhasil menelpon bang Rio… Begitu diangkat, bang Rio langsung bilang, “Vina baru aja jalan ‘Ndha. Dia udah gak ada…..” Rasanya pikiranku blank….

Semalaman aku tidak bisa membayangkan wajah Vina… dan entah mengapa aku belum punya selembar pun foto Vina…. Esok malamnya, baru aku bisa mengingat wajah Vina yang polos dan senyumnya yang lucu….

Jenazah Vina dibawa pulang ke Sipirok… dan dimakamkan di pemakaman keluarga… Disamping makam leluhurku, leluhurnya juga…
Rest in peace, baby!! We always remember and love you…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s